Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Antara Tradisi dan Globalisasi - Perspektif Wanita tentang Busana Adat Bali

KAMEN - Parade busana Bali oleh Komunitas Cinta Kamen Bali di sela-sela acara diskusi interaktif “Perspektif Wanita Dalam Tren Busana Adat Bali, Antara Tradisi dan Globalisasi” di Sinta Ballroom Grand Istana Rama Hotel, Kuta.

Berbicara soal busana bukan hanya masalah sehari-hari, tetapi menyangkut perjuangan, terutama bagi kaum wanita untuk dihargai terkait harkat, martabat serta eksistensinya di ruang publik, termasuk tren dan cara berbusana secara tradisi dan globalisai.

Setiap daerah tentu memiliki ciri dan khas tersendiri dalam mempopulerkan busana dan otomatis memiliki filosofi masing-masing, namun di Bali, terutama yang menyangkut keberadaan pakaian adat Bali tidak bisa dilepaskan begitu saja dari kegiatan agama. “Meski orang luar bisa dan boleh memakai pakaian adat Bali, namun belum tentu sesuai dengan pakemnya, sedangkan jika orang Bali itu sendiri dalam memakainya sudah pasti sesuai dengan pakemnya,” ujar Adi Soenarno, General Manager (GM) Grand Istana Rama Hotel (GIRH), Kuta, akhir pekan lalu.

Hal itu disampikan ketika membuka dialog budaya – Diskusi Interaktif: “Perspektif Wanita Dalam Tren Busana Adat Bali, Antara Tradisi dan Globalisasi” di Sinta Ballroom GIRH, yang dihadiri sekitar 70 peserta. Acara yang dipandu redaktur harian “Bali Tribune”, Djoko Moeljono (moderator) diselingi dengan peragaan busana dan ditutup dengan makan siang bersama di Samudera Restaurant GIRH.

Tampil sebagai pembicara pertama, Prof Dr I Nyoman Darma Putra, MLitt., (Universitas Udayana) menjelaskan, perempuan Bali adalah penjaga utama heritage busana adat Bali. Dalam kehidupan sosial terkait dengan dinamika busana Bali diawali pada tahun 1930 dengan dibentuknya “Putri Bali Sadar”.

“Tren busana Bali makin berkembang, ketika terjadi final miss universe, sehingga busana Bali motif Rangrang dapat ekspose media internasional. Namun para perempuan Bali secara umum masih menjaga etika dalam berbusana adat Bali,” kata Prof Darma Putra.

Pendiri Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Yayasan Kecantikan Agung, Dr Anak Agung Ayu Ketut Agung, MM., selalu berjuang keras dan sangat berkkepentingan untuk melestarikan busana adat Bali. Inovasi yang tiada henti mendukung pariwisata dan ekonomi keluarga.

“Busana adat harusnya digunakan sesuai tempat dan acara dan tetap mengutamakan kesopanan. Juga perlu mensikapi perkembangan tren busana yang tipis dan berlengan pendek.  Boleh untuk berbagai acara tapi tidak untuk sembahyang,” tegasnya.

Purwa Sidemen (PHRI) menambahkan, pariwisata Bali belandaskan budaya Bali yang dilandasi agama Hindu, dan pesatnya perkembangan dunia mode terkadang mempengaruhi si pemakainya salah kostum. “Karena perkembangan ekonomi membuat seseorang pingin ekssis dan berekpresi, bahkan pura menjadi tempat untuk berekpresi,” katanya.

Ketua Indonesia Fashion Chamber (IFC) Denpasar, Dwi Iskandar, mengusulkan agar memahami dan mengenal tata cara serta etika berbusana seharusnya mulai dari sekolah dan diterapkan dalam kesehariannya. “Jadi, bagaimana cara berpakaian yang baik, tepat dan bagus sesuai waktu dan tempatnya,” tuturnya.

Menurut Bendesa Adat Kuta, I Wayan Swarsa, berbicara masalah adat ada terbatas dan tak terbatas, jadi etika norma yang terbatas dan pandangan individu cenderung tak terbatas. “Adat adalah kepatutan, dan busana harus disesuaikan dengan kewajiban. Busana manut genah,” katanya.

Bara dan Eva Listya (Komunitas Cinta Kamen Bali) mempunyai misi ingin memakai pakaian Bali di luar pakem, terutama saat menghadiri undangan pesta atau rapat bisa menggunakan kain berbahan songket atau kamen. “Jadi jangan sampai salah kostum. Sehingga bisa berbusana tetap eksis, anggun, dan nyaman dengan rancangan dan aksesoris yang layak,” sarannya.

Kepala Sekolah  SDN 11 Jimbaran dan penggerak PKK, Made Nuratih dengan penuh kesabaran dan dilandasi sosok jiwa pendidik, dengan tekun selalu mengajarkan kepada anak didiknya untuk selalu berbusana adat Bali dengan sopan dan disesuaikan dengan tempatnya. “Setiap upacara Puranama dan Tilem, saya selalu perhatikan dengan detail dan teliti busana seluruh anak didik saya, sebagai generasi muda penerus bangsa yang berahklak mulia untuk bisa melestarikan adat Bali,” jelasnya.

Turut hadir pula dalam acara tersebut Komang Alit Ardana, Ketua Panitia Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta, didampingi Tiwi (mantan Jegeg Bungan Desa/JBD) dan para pemenang JBD 2016. Termasuk Wakil Ketua ASITA Bali, Ketut Ena Partha yang berharap sederet kegiatan ajang fashion show terkait busana adat Bali kelak dapat dipromosikan secara luas melalui sejumlah biro perjalanan yang ada di Bali.

Terkait dengan kondisi di Bali sebenarnya ada kesadaran bahwa pemakaian busana harus disesuakan dengan tempat dan tujuan suatu acara. Untuk tujuan persembahyangan di pura harus tetap dijaga etika kesopanan dan tidak mengganggu umat yang melakukan persembahyangan.

Untuk menanamkan etik itu  itu diperlukan pendidikan dan pengenalan mengenai busana Bali antara lain melalui jalur sekolah dan lembaga adat, termasuk usulan untuk membuat awig-awig busana ke pura. Di sisi lain, saat ini keinginn untuk mengekpresikan perkembangan busana adat Bali yang sangat besar namun ruangnya dianggap masih sempit, sehingga seringkali terjadi istilahnya salah kostum.

wartawan
Arief Wibisono

Mulai 1 September 2026, Pemkab Klungkung Berlakukan Pola "Anyar" Pungutan Retribusi Pariwisata Nusa Penida

balitribune.co.id I Semarapura - Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya, menghadiri kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Penyelenggaraan Kepariwisataan Nusa Penida di Ruang Rapat UPTD Dinas Pariwisata Kecamatan Nusa Penida pada Selasa (18/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pecah Kemacetan, Dua Underpass Bakal Dibangun di Denpasar

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Bali telah merencanakan pembangunan dua underpass di sejumlah simpang yang dinilai memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi. Termasuk Kota Denpasar, direncanakan dibuat dua underpass yakni di Simpang Pesanggaran Densel dan Tohpati Dentim.

Baca Selengkapnya icon click

Verifikasi Data Parpol di Badung Belum Tuntas, Tujuh Parpol Masih Terkendala Kepengurusan dan Kantor

balitribune.co.id I Mangupura - Proses pemutakhiran dan verifikasi data partai politik (parpol) di Kabupaten Badung belum sepenuhnya tuntas. Dari 18 parpol yang menjadi objek pemantauan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Badung, sebanyak 11 parpol disebut telah mendekati tahap akhir, sementara tujuh lainnya masih dalam proses pembaruan data.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dukung Pencegahan Stunting, Pemkot Denpasar Luncurkan Dapur Abhipraya

balitribune.co.id I Denpasar - Guna mendukung upaya pencegahan Stunting, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar melaksanakan peluncuran Dapur Abhipraya yang terletak di Rumah Kula Abhi Praya, Jalan Gatut Subroto IVF, Kota Denpasar, sebagai bagian dari semangat Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), Selasa (18/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.