Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

APBD 2023 Dirasionalisasi, Dirancang Berpihak kepada Rakyat Miskin

Bali Tribune / RAPAT - Pj Bupati Ketut Lihadnyana ikuti rapat antara Bandan Anggaran DPRD Kabupaten Buleleng dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng, Kamis (17/11)

balitribune.co.id | SingarajaPenjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana memangkas sejumlah pos anggaran yang dianggap tidak efisien di APBD 2023. Sejumlah anggaran yang dirancang Bupati sebelumya dicoret dan dilakukan rasionalisasi. Kebijakan ini diambil sejalan dengan komitmennya untuk merancang anggaran yang sehat, realistis dan produktif pada postur pembelanjan APBD.

Beberapa pos anggaran yang pada bupati sebelumnya dianggap gemuk dipangkas hingga keangka minimal.Termasuk belanja hibah kepada intansi vertikal. Di antaranya anggaran untuk KONI Buleleng, jika sebelumnya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 17,940 miliar oleh Pj Bupati Lihadnyana dipangkas menjadi Rp 10 miliar.Dengan demikian,sebanyak Rp 7,9 miliar dialihkan untuk menyentuh kepentingan lebih luas.Begitu juga dana hibah untuk Undiksha dipangkas menjadi hanya Rp 1 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 3 miliar.

Dana hibah untuk Kodim 1609/Buleleng sebesar Rp 1,2 miliar dipotong menjadi Rp 700 juta. Termasuk Polres Buleleng yang hanya disisakan Rp 150 juta dari sebelumnya Rp 500 juta. Terakhir Pramuka Buleleng mendapatkan anggaran sebesar Rp 100 juta dari sebelumnya Rp 730 juta. "Dana hibah instansi vertikal dari Rp 28 miliar yang kita setujui hanya Rp 13 miliar.Jadi total yang dipotong sebesar Rp 12,289 miliar,"kata Lihadnyana saat rapat antara Bandan Anggaran DPRD Kabupaten Buleleng dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng, Kamis (17/11).

Anggota DPRD Buleleng yang juga Ketua Komisi II Putu Mangku Budiasa sebelumnya menyoroti dana hibah untuk instansi vertikal yang dianggap cukup besar. Jangan sampai terkesan Buleleng ini kebanyakan uang sehingga enak saja keluarkan uang untuk instansi vertikal dan instansi lain.Padahal banyak sekali kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang belum bisa dipenuhi. Menurut Mangku Budiasa,kepada Pj Bupati dan eksekutif telah diberikan masukan untuk selektif dan cermat terhadap usulan-usulan yang masuk. "Tidak dalam konteks dikurangi bahkan kalau memang dalam kajian dianggap layak ya harus diberikan bahkan ditambah," imbuhnya.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Gede Supriatna, SH dibahas soal optimalisasi anggaran yang bersifat pemenuhan hak-hak dasar terhadap pelayanan masyarakat diantaranya terkait dengan pendidikan, kesehatan, pangan dan infrastruktur. Seperti yang disampaikan dalam rapat tersebut, APBD Buleleng tahun anggaran 2023 setelah Nota Pengantar Keuangan dirancang sebesar Rp 2,18 triliun lebih, mengalami penurunan sebesar Rp 92,32 miliar lebih atau 4,06 persen terdiri dari PAD dalam RAPBD sebesar Rp 500 miliar dan Pendapatan Transfer dalam RAPBD dirancang sebesar Rp 1, 68 triliun lebih.

Sementara Belanja daerah dalam RAPBD 2023 dirancang sebesar Rp 2,19 triliun lebih, dengan perbandingan komponen pendapatan dan belanja daerah, RAPBD Rahun anggran 2023 dirancang mengalami defisit sebesar Rp 12,63 miliar lebih yang akan ditutupi melalui Pembiayaan Daerah.

wartawan
CHA
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.