Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Arus Mudik 2024:  Kepadatan Malam hingga Pagi

Bali Tribune / ANTREAN - Kondisi antrean kendaraan yang akan menyeberangan ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk.

balitribune.co.id | NegaraMenjelang hari raya Idul Fitri, arus pemudik yang meninggalkan Bali menuju Jawa mengalami peningkatan. Antrian di Pelabuhan Penyeberangan sudah semakin padat. Puncak kepadatan terjadi mulai petang hari hingga pagi hari.

Puncak arus mudik pada masa angkutan Lebaran 2024 sudah mulai terjadi akhir pekan lalu. Terjadi kepadatan arus pemudik yang akan menyeberang ke Jawa melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk. General Manager PT ASDP Indonesia Fery Cabang Ketapang, Syamsudin Minggu (7/4) bahkan mengatakan pola sangat padat sudah diterapkan sejak H-4 Lebaran Sabtu (6/4). Dari 56 kapal yang disiagakan, pihaknya mengoperasikan 35 armada kapal. Arama kapal tersebut 6 diantaranya kapal perbantuan berkapasitas besar.

Kapal jumbo tersebut kini sudah semua dioperasikan untuk mencegah terjadinya penumpukan antrean kendaraan di Gilimanuk, "Untuk kapasitas kapal jumbo seperti KMP Jatra II mampu mengangkut ratusan kendaraan roda dua maupun kendaraan kecil," ujarnya. Pihaknya memprediksi puncak arus mudik pada masa Angkutan Lebaran tahun 2024 ini terjadi H-3 Lebaran pada Minggu malam. "Kami harap Mudik 2024 berjalan aman dan lancar. Kemungkinan Minggu malam terakhir peningkatan aktifitas keluar Bali," tandasnya.

Sedangkan pantauan di jalur menuju Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk Minggu dini hari, sepeda motor dan mobil pribadi mendominasi antrean kendaraan yang akan memasuki Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk. Ekor antrean sempat mencapai lebih dari 8 kilometer dari gerbang Pelabuhan hingga mengular di hutan Cekik. Antrean berangsur surut hingga menjelang siang. Kondisi arus kendaraan menuju Pelabuhan pada Minggu siang tampak ramai lancar. Antrean kendaraan yang akan menyeberangan kembali terjadi pada Minggu malam.

Kapolres Jembrana, AKBP Endra Tri Purwanto dikonfirmasi Minggu malam mengakui arus pemudik yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk meningkat signifikan sejak Sabtu malam, "ada 13 ribu kendaraan roda dua dan 6 ribu kendaraan roda empat. Ini sudah diantisipasi oleh personil di lapangan yang tergelar dari kargo hingga di Pelabuhan, " ujarnya. Dikatakannya kendaraan roda dua maupun roda empat seluruhnya dimasukan ke parkir kargo,  "roda dua dialihkan ke Gang I dan roda empat ke Gang II hingga Gang IV," ungkapnya.

Sedangkan kendaraan besar seperti truk dan bus menurutnya tetap melalui jalur utama menuju pelabuhan, "pengalihan itu dapat mengurai dan antrean dapat tertib," imbuhnya. Pihaknya juga mengerahkan personil kepolisian hingga di ekor antrean untuk mengantisipasi penyerobotan antrean, "penyerobotan antrean mengakibatkan kemacetan jadi lebih panjang. Kami minta pengendara agar mematuhi perintah petugas, diluruskan atau dialihkan karena itu yang terbaik. Kami minta pengendara tetap bersabar jangan menyerobot antrean agar tidak memperparah kemacetan," jelasnya.

Untuk mencegah penumpukan kendaraan, antrean di dalam pelabuhan juga menjadi perhatian serius pihaknya. "Kami kordinasi dengan ASDP agar memaksimalkan parkiran yang ada di dalam pelabuhan untuk mengurangi antrean di luar pelabuhan yaitu di jalan-jalan. Kami terus kordinasikan agar antrian di luar Pelabuhan bisa teratasi," paparnya. Dengan kondisi lonjakan antrean kendaraan yang terjadi saat malam hari, pihaknya menghimbau pemudik agar melakukan pejalanan siang hari, "berdasarkan pengalaman sebelum-sebelumnya lonjakan masih terjadi sampai H-1," tandasnya.

wartawan
PAM
Category

Desa Adat Bongan Puseh Berharap Tradisi Mesuryak Kian Lestari

balitribune.co.id | Tabanan - Desa Adat Bongan Puseh berharap tradisi Mesuryak kian lestari setelah ditetapkan sebagai warisan budaya tidak benda (WBTB) oleh Pemerintah Pusat pada 15 Oktober 2025 lalu.

Selain terpelihara kelestariannya, tradisi Mesuryak yang sebagian besar dilaksanakan warga Desa Adat Bongan Puseh, bisa dikemas menjadi suatu atraksi budaya untuk kepentingan diversifikasi wisata di Tabanan.

Baca Selengkapnya icon click

Alas Kedaton “Panen” Turis

balitribune.co.id | Tabanan - Galungan dan Kuningan, menjadi waktu sangat berharga bagi Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton di Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Di momen itu, terutama Umanis Galungan, objek wisata alam berupa hutan yang menjadi habitat kawanan monyet ini banyak dikunjungi turis baik domestik maupun mancanegara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DJP Bali Catat Kinerja Positif Penerimaan Pajak Tumbuh 10,32 Persen

balitribune.co.id | Denpasar - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bali mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Hingga Oktober, penerimaan pajak berhasil dihimpun sebesar Rp13,07 triliun, atau 72,68% dari total target tahunan yang dipatok Rp17,99 triliun.

Baca Selengkapnya icon click

Forum Bendesa Adat Ingin Proyek Lift Kaca Dilanjutkan

balitribune.co.id | Semarapura - Forum Paiketan Sejebak Bendesa Adat se-Nusa Penida menyatakan sikap bersama terkait polemik proyek lift kaca di kawasan wisata Kelingking, Desa Bunga Mekar. Perwakilan forum, Jro Ketut Gunaksa, menegaskan seluruh bendesa adat yang hadir sepakat agar pembangunan lift kaca dilanjutkan demi kepentingan masyarakat Nusa Penida.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Adi Arnawa Ikuti Gotong Royong Semesta Berencana Tanam Pohon dan Bersih Sampah

balitribune.co.id | Mangupura - Kegiatan Gotong royong Semesta Berencana Penanaman Pohon dan Bersih Sampah kembali dilaksanakan serentak di seluruh Bali. Kegiatan utama dipusatkan di Kawasan Pantai Telaga Waja, Kelurahan Tanjung Benoa, pada Minggu (30/11). Sebelum melaksanakan kegiatan penanaman 2.000 bibit pohon Mangrove dan bersih sampah, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin Apel kesiapan pasukan.

Baca Selengkapnya icon click

Pedas! Harga Cabai Rawit Tembus Rp 75 Ribu per Kilo di Pasaran Pascakuningan

balitribune.co.id | Amlapura - Usai Hari Raya Kuningan, harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Karangasem melonjak drastis. Di Pasar Amlapura Timur dan Pasar Terminal Karang Sokong, Subagan, Karangasem, harga cabai rawit saat ini sudah menyentuh Rp. 75.000 perkilo untuk kwalitas super, sementara untuk cabai campuran dijual  sebesar Rp. 65.000  perkilo.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.