Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bali Pilot Proyek TFP, Kembangkan Lahan 60 Hektar di Jatiluwih

Jhony Eko Saputro

BALI TRIBUNE - Bali menjadi pilot proyek pengembangan usaha pertanian dengan menerapkan teknologi blockchain. Dengan teknologi ini diharapkan petani bisa meningkatkan pendapatannya dan konsumen juga mendapatkan produk berkualitas yang sesuai harapan. "Kita akan kerja sama dengan petani. Dan saat ini kita kembangkan lahan petani seluas 60 hektar untuk tanaman padi yang selama ini sudah dilakukan petani," ujar Komisaris TFP (The Funding Partners) Indonesia Jhony Eko Saputro, Minggu (19/8) di sela-sela kerja sama MoU antara TFP Indonesia dengan TFP. Dikatakan dalam pelaksanaannya TFP akan menyediakan berbagai kebutuhan petani untuk kegiatan usaha taninya seperti bibit, pupuk hingga kontrol lahan yang akan ditanami termasuk pascapanen. "Dan hasil petani akan dibeli TFP dengan harga yang lebih baik dari harga pasar," jelasnya sembari berujar Dengan program blockchain ini, petani  juga akan diedukasi sehingga bisa meningkatkan pengetahuannya dalam bertani. Johny menambahkan dengan program blockchain ini ada tiga komponen yang saling bersinergi dan menguntungkan yakni petani, TFP dan konsumen. "Petani akan memproduksi hasil pertanian yang berkualitas sehingga menambah pendapatannya dan konsumen juga memperoleh barang  sesuai keinginannya," tambah Desak Kiky selaku praktisi bisnis. Dikatakan TFP telah mengembangkan model ini di Kamboja, Vietnam serta beberapa negara lain dan menunjukkan hasil yang bagus. "Di Bali yakni di Jatiluwih merupakan proyek pertama di Indonesia yang selanjutnya juga diikuti di Bogor," tambahnya. Sementara Mr. Jim Edward selaku Chief Executive Officer of The Funding Partner mengatakan sektor pertanian ini penting untuk petani dengan memberikan harga jual lebih baik dan bagi konsumen ini bagus karena mendapatkan harga dan kualitas barang yang bagus. "Dengan blokchain kita tahu keinginan pasar, kualitas yang dibutuhkan sehingga harga lebih tinggi dari pasar yang bisa dinikmati petani," jelas Edward yang mengawali karirnya sebagai seorang analis di Barclays Investment Bank. TFP merupakan perusahaan ekuitas swasta global terdepan yang didirikan di Utah AS pada 2007. TFP fokus untuk mengoptimalkan aset dan layanan pertanian melalui metode penciptaan nilai dengan teknologi mutakhir.

wartawan
Arief Wibisono
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Badung Pimpin Rapat Evaluasi ASPER PSBS

balitribune.co.id |  Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin rapat pembahasan laporan kinerja sektoral serta evaluasi Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (ASPER PSBS), bertempat Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung, Kamis (16/4/2026). Rapat ini diikuti oleh Kepala OPD dilingkungan Pemkab. Badung beserta Camat se-Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Digelar di Bali United Training Center Gianyar, POLIPONI Bali Menghadirkan Konser Secara Baik dan Benar

balitribune.co.id | Gianyar - Mengusung tagline “Si Paling Konser”, POLIPONI Bali hadir sebagai pagelaran musik yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman konser yang tidak hanya kuat dari sisi line-up, tetapi juga matang dalam kualitas produksi, tertata dalam pengelolaan, dan nyaman dinikmati audiens dari awal hingga akhir acara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Orangtua Wajib Memahami Kualitas Susu Formula Tidak Cukup Dinilai dari Kemasan

balitribune.co.id | Jakarta - Ditengah tingginya masalah kesehatan gigi anak di Indonesia, orangtua tidak lagi bisa memilih susu formula hanya berdasarkan klaim manfaat di bagian depan kemasan. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan 93% anak Indonesia mengalami karies gigi. Pola makan yang tidak sehat merupakan salah satu faktor yang dapat berkontribusi terhadap karies gigi, diabetes, serta risiko kesehatan jangka panjang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.