Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Banding Bali United Dikabulkan, Semeton bisa Saksikan Laga Kontra Persebaya

Bali Tribune/ BERLATIH FISIK - Latihan fisik skuat Bali United jelang laga kontra Persebaya, Kamis (16/5) di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar.
balitribune.co.id | Canggu - Laga perdana Liga 1 Bali United kontra Persebaya pada Kamis (16/5) di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, dipastikan bisa disaksikan para Semeton Dewata menyusul dikabulkannya banding yang diajukan manajemen Bali United kepada Komdis PSSI.
 
Sebelumnya, Komdis PSSI menghukum Bali United dengan dua kali laga kandang tanpa penonton dan denda uang akibat ulah suporter di pekan ke-33 Liga 1 2018 menghadapi Persija Jakarta. Kabar diperbolehkannya suporter kedua tim menyaksikan langsung laga kali ini, sebenarnya sudah tercium sejak lama.
 
CEO Bali United Yabes Tanuri yang dikofirmasi enggan berkomentar mengenai masalah ini. Yabes saat itu ketika ditemui di Bali United Café mengatakan bahwa tunggu kabar saja dari manajemen.
 
Selang beberapa hari, beredar bukti pesan singkat WhatsApp antara salah seorang manajemen Bali United dengan perwakilan suporter yang menyebutkan bahwa Senin (13/5), adalah batas akhir pemesanan tiket.
 
Akhirnya Bali United melalui situs resmi miliknya mengonfirmasi kebenarannya. Itu artinya bukan hanya laga kontra Persebaya saja yang dicabut sanksinya, tetapi juga laga kontra Bhayangkara FC pada tanggal 21 Mei mendatang.
 
“Ya banding kami diterima oleh pihak PSSI (Komdis). Hukuman kami diringankan dengan diperbolehkannya penonton menyaksikan laga nanti. Tetapi hukuman denda berupa uang tetap berlaku untuk kami,” terang Yabes seperti dikutip dalam situs resmi Bali United.
 
Yabes juga meminta dengan diringankannya sanksi yang diberikan oleh Komdis PSSI, bisa menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak. “Semoga bisa menjadi pembelajaran kepada suporter agar tidak mengulangi hal yang bisa merugikan tim,” terangnya.
 
Di sisi lain, Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra yang dikonfirmasi terpisah kemarin, menyambut baik diringankannya sanksi yang diberikan oleh Komdis PSSI. Menurut mantan arsitek Persija Jakarta ini, adanya dukungan suporter yang tentu saja cukup besar karena menghadapi Persebaya Surabaya, akan menjadi semangat tersendiri untuk skuatnya.
 
“Tentu saja lebih bagus kalau dalam setiap pertandingan ada suporter yang datang ke stadion untuk mendukung kami. Tentu saja kami lebih semangat dengan atmosfer stadion yang bagus juga. Saya pikir, pertandingan nanti bisa lebih berkualitas,” tutupnya.
wartawan
Djoko Purnomo
Category

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.