balitribune.co.id | Bangli - Sektor pertanian menjadi unggulan kabuaten Bangli, pasalnya hampir sebagian besar masyarakat menggeluti sector ini. Namun demikian Bangli masih kekurangan tenaga penyuluh pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli I Wayan Sarma tidak menampik masih kekurangan petugas penyuh pertanian. Dari tenaga penyuh sebanyak104 orang, saat ini baru punya 90 orang . Dari jumlah tersebut sebanyak 13 orang calon penyuluh telah lulus uji kompetensi dan selanjutnya akan mengikuti latihan dasar (latsar) dan kemudian baru ditetapkan sebagai jabatan fungsional tertentu.
”Kita masih kekurang petugas penyuluh, untuk menutupi kekurangan 1 orang petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) bisa merangkap tugas di beberapa desa yang nota bene jarak antara desa berdekatan,” kata Wayan Sarma, Senin (1/4/2023).
Menurut mantan Staf ahli bidang pemerithan hokum dan politik Setda Bangli ini tugas pokok penyuluh pertanian yakni melakukan pengawalan pendampingan pel;aku utama dan pelaku usaha dan juga memfalisitasi petani dan pelaku usaha dalam penerapan invoasio teknologi.
Beber Wayan Sarma dalam melaksanakan tugas agar berjalan efektif efisien setiap PPL perlu melakukan tahapn-tahapan yakni persiapan, pelaksanaan evaluasi, dan melaporkan kegiatan penyuluhan dan pengembangan penyuluhan pertanian. Menurutnya, ada 9 indikator keberhasilan penyuluhan pertanian diantaranya mulai dari penyusunan program penyuluhan pertanian hingga produktifitas dan pendapatan petani. ”Penyuluhan dikatakan berhasil jika terjadi perubahan pengetahuan keterampilan dan sikap dari sasaran sehingga akan tercipta kesejahteraan bagi sasaran penyuluhan tersebut,” ujar Wayan Sarma.
Disisi lain Bangli juga kekurangan petugas penjaga pintu air. Dari 46 daerah Irigasi (DI) saat ini baru dikaver 23 petugas pintu air. Fungsional Teknik Bidang Irigasi dan Sumber Daya Air Dinas PUPR Perkim Bangli, Ida Bagus Adnyana mengatakan sesuai mekanisme 1 Daerah Irigasi harus di jaga 1 petugas pintu air. Petugas pintu air memilki tugas dan tanggung jawab merawat keberadaan pintu air secara periodic juga membersihkan areal bendungan. ”Petugas bertanggung jawab atas kebersihan bendungan dari sampah dan endapan lumpur serta membersihkan semak belukar di sekitar bendungan,” ujar IB Adnyana
Lanjut IB Adnayan dari 46 DI yang jadi tanggung jawab kabupaten, baru setengahnya ada petugas penjaga pintunya. ”Jumlah petugas pintu air setiap tahunya terus berkurang karena petugasnya sudah masuk purna tugas atau pensiun, untuk kekurangan sudah sempat kita sampaikan,” kata IB Adnyana.