
balitribune.co.id | Denpasar - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali memastikan ketersediaan uang tunai di seluruh jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Nyepi dan Lebaran 2025.
“Kami memproyeksikan kebutuhan uang tunai meningkat sebesar 4,6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024,” ujar Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank BPD Bali, Sanjaya Caesar, di Denpasar, Selasa (26/3).
Selama periode libur Nyepi dan Idul Fitri 1446 Hijriah, BPD Bali mengalokasikan dana sebesar Rp1 triliun, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp995 miliar. Dana tersebut akan dialokasikan untuk mengisi 242 ATM serta melayani penukaran uang pecahan kecil.
Peningkatan alokasi uang tunai ini dipicu oleh dua faktor utama, yakni berdekatan waktunya perayaan Nyepi dan Idul Fitri serta durasi libur yang lebih panjang dibandingkan tahun lalu. Pemerintah telah menetapkan total hari libur mencapai 11 hari, dari 28 Maret hingga 7 April 2025, lebih lama dibandingkan 2024 yang hanya delapan hari.
Meski demikian, Bank BPD Bali tetap mengimbau nasabah untuk memanfaatkan layanan perbankan digital seperti mobile banking, internet banking, serta transaksi berbasis QRIS yang lebih efisien dan praktis.
Sementara itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali memperkirakan kebutuhan uang tunai selama periode libur Nyepi dan Idul Fitri 2025 di wilayah Bali mencapai Rp3,1 triliun.
Sanjaya Caesar juga mengingatkan di tengah meningkatnya kasus penipuan digital yang mengatasnamakan lembaga keuangan, Bank BPD Bali mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam menjaga keamanan data pribadi. Beberapa modus kejahatan yang marak terjadi meliputi phishing, malware, serta penipuan berkedok hadiah dan bantuan sosial.
Bank BPD Bali menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengadakan undian berhadiah dengan meminta data pribadi atau pembayaran dari pemenang. Jika menemukan aktivitas mencurigakan atau mengalami indikasi penipuan, segera laporkan ke BPD Bali Call 1500-844 atau kunjungi laman OJK di http://iasc.ojk.go.id.
"Tetap waspada dan lindungi data pribadi Anda agar terhindar dari modus kejahatan digital!" ucap Sanjaya Caesar mewanti-wanti.