Banyak Keluarga Pasien Menolak Dirujuk Keluar RS Jembrana | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 16 Oktober 2021
Diposting : 7 April 2021 05:50
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Bali Tribune / Ruang ICU RSU Negara

balitribune.co.id | Negara - Tidak sedikit keluarga pasien yang malah menolak saat pasien akan di rujuk ke rumah sakit lain di luar Jembrana. Padahal pasien harus mendapatkan tindakan medis yang intensif. Sedangkan kapasitas ruang Intensive Care Unit (ICU) RSU Negara masih sangat terbatas. Pihak RSU Negara pun kini merencanakan untuk meningkatkan daya tampung ruang ICU.

Plt Direktur RSU Negara dr. Ni Putu Eka Indrawati mengakui tidak jarang keluarga pasien justru malah menolak untuk dirujuk ke rumah sakit lain di luar Jembrana dengan berbagai alasan.

“Ini sering terjadi (menolak dirujuk, red)” ujarnya. Padahal diakuinya tindakan sampai merujuk pasien ke rumah sakit lain yang ada di luar Jembrana tersebut dilakukan karena pasien dalam kondisi memerlukan tindakan medis intensif. Tindakan merujuk pasien ke rumah sakit terdekat itu juga diakuinya karena saat ini kapasitas ruang ICU RSU Negara masih sangat terbatas.

“Saat ini RSU Negara hanya memiliki satu bed ICU” ungkapnya. Kondisi ini diakuinya memang kerap kali jadi kendala saat harus menangani tambahan pasien yang memerlukan perawatan di ruang ICU saat bed ICU masih terpakai oleh pasien lainnya. “Untuk pasien tambahan yang tidak bisa Kami rawat di ruangan ICU karena sudah penuh, Kami upayakan untuk di rujuk ke rumah sakit terdekat,” jelasnya. Pihaknya menyatakan akan terus berbenah untuk senantiasa memberikan pelayanan yang maksimal bagi pasien yang menjalani perawatan.

Selain tenaga ahli yang berkompeten dibidangnya, kelengkapan sarana prasana medis juga menurutnya menjadi prioritas kedepan dalam peningkatan pelayanan RSU Negara. Termasuk juga untuk meningkatakan daya tampung ruang ICU. Pihaknya akan melakukan penambahan bed di ICU sebanyak empat bed. Ia pun berharap rencana tersebut bisa segera terealisasi agar ICU bisa lebih banyak menampung pasien yang membutuhkan perawatan intensif.. “Semoga dalam waktu dekat ini, penambahan bed ICU sudah bisa terealisasi,” harpanya.

Upaya penambahan bed di ruang ICU ini akan dilakukan dengan menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) 2021. “Sudah sempat diskusi, penambahan bed ICU bisa untuk perawatan pasien covid dan non covid,” tegasnya.Sebelumnya juga pihaknya sudah melakukan pembenahan pada pelayanan di ruang UGD. Kini dipastikannya keluarga pasien tidak lagi disibukan harus mengambil obat ke apotek atau ke laboratorium, “pasien masuk, kami layani. Tidak ada lagi keluarga pasien yang bingung nyari apotik atau lab” tandasnya.