Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Banyak Rumah Warga Tertimpa Pohon

RUSAK RUMAH - Akibat terjangan angin kencang, sejumlah rumah warga di beberapa wilayah rusak tertimpa pohon tumbang.

Bali Tribune, Negara - Angin kencang juga terjadi di sebagian wilayah lainnya di Bali. Di Jembrana, sejumlah rumah warga hancur tertimpa pohon tumbang. Selain itu, arus lalin juga sempat tersendat akibat pohon tumbang melintang di jalan. Data yang diperoleh pada Ruang Pusat Pengendali dan Operasi (Rupusdalpos) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana, pada Kamis petang mencatat sejumlah dampak yang ditimbulkan oleh terjangan angin kencang tersebut. Tower pemancar salah satu stasiun radio swasta milik I Gusti Bagus Tri Septiawan di Banjar Munduk, Desa Pohsanten, Mendoyo sekitar pukul 16.30 Wita rubuh. Kerugian ditaksir mencapai Rp 25 juta.  Berselang tiga puluh menit atau sekitar pukul 17.00 Wita, sebuah pohon mahoni perindang jalan Denpasar-Gilimanuk, Banjar Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring tumbang hingga menimpa jaringan kabel listrik dan telepon. Angin kencang juga mengakibatkan sejumlah bangunan tertimpa pohon yang tumbang. Sekitar pukul 17.00 Wita, rumah milik Ni Wayan Ranti (50) di Banjar Tengah, Desa Gumbrih, Pekutatan rusak tertimpa pohon jati setinggi 9 meter dengan diameter 25 cm yang tumbuh di kebun milik Ni Wayan Krina (60) yang terletak di belakang rumah korban. Bangunan rumah milik I Nyoman Astawa (48) di Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo juga mengalami rusak parah setelah tertimpa kayu mahoni di pinggir jalan di depan rumahnya yang tumbang sekitar pukul 17.30 Wita.  Rumah milik Sapiah (50), di Desa Tegalbadeng Timur, Negara juga rusak parah tertimpa pohon tumbang sekitar pukul 17.35 Wita. Selain kerusakan bangunan tempat tinggal, angin kencang yang terjadi Kamis sore itu juga mengakibatkan sejumlah papan reklame serta baliho caleg di sejumlah lokasi rubuh. Begitupula jaringan listrik dan telepon sempat putus di sejumlah titik akibat tertimpa pohon. Kendati menyebabkan kerugian material, namun Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jembrana, I Made Sapta Budiarta dikonfirmasi Kamis malam memastikan tidak ada korban jiwa akibat terjangan angin kencang tersebut. “Sejumlah bangunan rumah milik warga dilaporkan mengalami kerusakan. Angin kencang mulai mereda sekitar pukul 18.00 Wita dan bersyukur di Jembrana tidak sampai menimbulkan korban jiwa,“ ungkapnya.   Pihaknya mengaku telah merespon sejumlah dampak terjangan angin kencang tersebut yang berdampak pada terganggunya aktivitas masyarakat. “Kami sudah lakukan penanganan darurat seperti pada akses jalan yang tertutup pohon tumbang serta penanganan bagi pohon tumbang yang menimpa rumah sudah dilakukan oleh relawan bersama perangkat desa dan masyarakat,” paparnya. Pascamusibah angin kencang ini, pihaknya Jumat (25/1) hari ini turun untuk melakukan pendataan kembali terkait dampak kerusakan yang ditimbulkan. Pihaknya berharap masyarakat lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem.  “Kita berharap semoga tidak terjadi lagi angin kencang itu. Kami  harap masyarakat waspada,” tandasnya.(pam) 

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Data Internal Buktikan Nol Tunggakan, Perumda Sanjayaning Singasana Luruskan Informasi Liar di Media Online

balitribune.co.id | Tabanan – Beredarnya informasi di salah satu media online yang mengaitkan Perumda  Sanjayaning Singasana dengan dugaan keterlibatan dalam pengelolaan SPPG/MBG di Kabupaten Tabanan, termasuk narasi mengenai tunggakan pembayaran bahan pokok hingga tekanan keuangan perusahaan, mendorong manajemen Perumda  angkat bicara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mudik Sisakan Tumpukan Sampah di Kargo Gilimanuk

balitribune.co.id I Negara - Arus mudik yang baru saja usai, menyisakan persoalan pelik di pintu gerbang Pulau Bali. Puluhan kilometer antrean kendaraan tak hanya meninggalkan jejak lelah, tetapi juga “warisan” berupa tumpukan sampah yang terkumpul kawasan Terminal Kargo hingga jalan-jalan lingkungan di Kelurahan Gilimanuk.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terseret Truk Sejauh 7 Meter, Nenek Meninggal di Tempat

balitribune.co.id I Tabanan - Seorang nenek berusia 77 tahun, Ni Nengah Wasti, di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan meninggal dunia di tempat setelah tertabrak dan terseret truk sejauh tujuh meter pada Senin (23/3/2026) pagi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah menyeberang jalan di kawasan permukiman penduduk, tepatnya di lingkungan Banjar Bantiran Kelod, sekitar pukul 05.30 Wita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.