Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bayi yang Dibuang Orangtuanya Masih Dirawat di RSU Klungkung

Bali Tribune/ DIRAWAT - Bayi yang dibuang orang tuanya, kini dirawat di ruang khusus RSU Klungkung karena mengalami infeksi.

Bali Tribune, Semarapura - Walaupun sampai sampai saat ini pelaku pembuangan bayi orok yang dirubung semut di Jalan By Pas Ida Bagus Mantra, Kusamba, Senin ( 4/2) lalu  belum diketahui pelakunya, namun bayi malang tersebut sampai saat ini mendapatkan perawatan ekstra intensif dari pihak RSU Klungkung karena diketahui bayi tersebut mengalami infeksi bakteri yang perlu penanganan serius pihak dokter spesialis anak. Kepastian penanganan bayi tersebut diungkapkan langsung oleh Dirut RSU Klungkung dr Nyoman Kesuma, MPH, Rabu (6/2). Menurutnya bayi selama pemeriksaan ini harus dalam kondisi steril dari pengaruh luar karena bayi sangat rawat tertular infeksi kronis jika tidak ditangani secara khusus, karena itu setiap orang tidak diperkenankan keluar  masuk keruang perawatan bayi. “Kondisi bayi belum bisa kita sampaikan, karena pemeriksaan kultur memakan wakru seminggu sementara ini kita lakukan pemeriksaan umum saja sampai hasil persis seperti apa bakteri yang menginfeksi bayi diketahui,” terang Dirut RSU Klungkung dr Nyoman Kesuma. Saat bersamaan, sekitar 4 orang petugas Labfor Polda Bali ikut mengadakan pemeriksaan kondisi bayi yang dirawat. Ketika ditanya pada petugas Labfor menyatakan,  pemeriksaan terkait penemuan bayi tersebut semata. Karena dari data awal bayi yang sempat dikira meninggal oleh warga yang menemukannya nyatanya masih hidup. Namun  kini kondisinya setelah sempat dirawat dokter spesialis anak RSU Klungkung sempat kritis infeksi bacterial namun kini mulai membaik  walaupun masih diobservasi berkelanjutan. Bayi laki-laki yang ditemukan ditepi jalan Bay Pas Ida Bagus Mantra kawasan Kusamba ini dengan berat 2,700 gram dan panjang  46 Cm ini kini menjadi  rebutan orang yang kepingin mengadopsi bayi laki laki ganteng tersebut. Tampak petugas medis  RSU Klungkung sempat menghalangi seorang warga yang mau menunggui bayi tersebut. Warga yang datang membezok tersebut ternyata adalah orang yang berniat mengadopsi bayi tersebut. Dia Ketut Alit Mahardika (32) alamat Br Suwitrayasa, Desa Pesinggahan, bertugas di Polres Klungkung, yang datang bersama istrinya. Dirinya kembali mengutarakan niatnya berencana akan adopsi bayi tersebut. "Saya berniat mengadopsi bayi, karena sudah 15 tahun berkeluarga belum punya momongan. Di samping itu saya prihatin bayi kok dibuang, saya tersentuh melihatnya. Mohon bapak bisa bantu saya agar bisa mengadopsinya,” ujarnya kepada wartawan yang menyaksikan kejadian tersebut. Terkait penemuan bayi yang mengebohkan Klungkung ini, Kapolsek Dawan AKP Kadek Suadnyana, SH dihubungi, Rabu (6/2), menyatakan pihak Polsek Dawan masih melakukan penyelidikan siapa sebenarnya pemilik bayi tersebut. “Kami sudah berkoordinasi dengan Perbekel di Kec. Dawan biar bisa disampaikan ke masing-masing Kadusnya, termasuk keliang  tempeknya, agar diinventarisir  jika ada orang orang hamil atau ada warganya melahirkan  baik via dukun atau bidan desa  agar dicek dan dilaporkan kepada kita,” terangnya.

wartawan
Ketut Sugiana
Category

Pemuda Jembrana Maju Seleksi Paskibraka Nasional

balitribune.co.id I Negara - Kabupaten Jembrana kembali mencatatkan prestasi gemilang. Salah seorang anak muda Jembrana, Kadek Pandu Ari Capriano berhasil lolos untuk mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskribraka) Nasional/Pasnas. Pemuda asal Melaya ini kini telah dinyatakan lolos sebagai salah satu kandidat dari tiga peserta seleksi Paskibraka Nasional asal Provinsi Bali.

Baca Selengkapnya icon click

50 Bhikkhu Internasional Mulai Thudong dari Buleleng Menuju Borobudur

balitribune.co.id I Singaraja - Sebanyak 50 bhikkhu atau bhante dari berbagai negara memulai perjalanan spiritual Indonesia Walk for Peace 2026 atau thudong dari kawasan Vihara Brahmavihara Arama, Banjar, Buleleng, Sabtu (9/5/2026) pagi. Perjalanan sejauh kurang lebih 666 kilometer ini dilakukan menuju Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dalam rangka mengikuti perayaan Waisak 2570 Buddhist Era.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lansia Hilang di Batukaru Ditemukan Meninggal di Kedalaman 100 Meter

balitribune.co.id I Tabanan - Keberadaan I Made Dibia, lansia usia 84 tahun dari Banjar Sigaran, Desa Jegu, Kecamatan Penebel yang sempat dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Batukaru akhirnya ditemukan pada Sabtu (9/5/2026).

Lansia tersebut ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di jurang dengan kedalaman sekitar seratus meter. Jenazahnya sebenarnya sudah ditemukan pada Sabtu (9/5/2026) siang, sekitar pukul 14.00 Wita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Walk For Peace 2026: Simbol Toleransi dan Harmoni Bali

balitribune.o.id I Singaraja - Sebanyak 50 Bhikkhu dari berbagai negara di Asia Tenggara resmi memulai perjalanan suci lintas provinsi bertajuk Indonesia Walk For Peace 2026. Aksi jalan kaki ini dimulai dari Brahma Vihara Arama, Singaraja, Buleleng, Sabtu (9/5/2026), menuju Candi Borobudur, Magelang, untuk menyambut Hari Suci Waisak pada 31 Mei mendatang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.