Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Beban Anggaran Tinggi, Investor Diberi Peluang Tangani Sampah

Bali Tribune/ TPA PEH - Menyikapi kondisi TPA Peh yang overload, kini investor diberikan peluang masuk mengelola sampah di Jembrana.


balitribune.co.id | Negara  - Selain sudah overload, TPA Peh kini mengalami keterbatasan lahan, sehingga sampah semakin menggunung. Sedangkan pemerintah dihadapkan pada kondisi beban anggaran yang berat. Berbagai upaya tengah dilakukan, termasuk membuka peluang untuk investor. 
 
Seluruh sampah di Kabupaten Jembrana hingga kini masih ditampung di TPA Peh. Namun kapasitasTPA yang terletak di Desa Kaliakah kini sudah overload. Sedangkan kondisi lahan sangat terbatas. Dengan kondisi sampah yang sudah menggunung, setiap harinya puluhan ton sampah masih terus ditumpuk di TPA yang sudah berusia puluhan tahun ini. TPA Peh rata-rata per harinya mendapatkan sampah diatas 50 ton mulai dari Pekutatan hingga Gilimanuk. Kini pemilahan sampah dioptimalkan. Sedangkan beban anggaran penanganan sampah berat. Pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan untuk menggandeng pihak ketiga dalam pengelolaan sampah. Persoalan penanganan sampah hingga kapasitas TPA Peh yang overload ini kini menjadi perhatian serius. 
 
Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyatakan, selain menggencarkan pengelolaan sampah berbasis sumber seperti yang dicanangkan Gubernur Bali Wayan Koster, pemerintah daerah juga membuka peluang bagi pihak ketiga dalam penanganan sampah di Kabupaten Jembrana dengan lebih profesional. Pihaknya mengakui beban anggaran untuk penanganan sampah memang sangat tinggi sehingga dibutuhkan keterlibatan dari seluruh komponen termasuk pihak investor. "Pengelolaan sampah ini sudah mulai dilakukan di sejumlah desa/kelurahan di Jembrana melalui TPS3R. Kita baru delapan (desa/kelurahan) yang ada TPS3R. Ini terus kita galakkan. Tidak menutup kemungkinan ada pihak ketiga untuk penanganan sampah. Kalau kita berfikir menangani dengan (anggaran) APBD kita, payah sekali dan butuh biaya yang banyak,” paparnya. 
 
Pihaknya menyatakan salah satu investor yakni PT Reciki Mantap Jaya yang merupakan pengelola Samptaku Jimbaran Badung sudah siap mendukung pihaknya. Peran bersama, mulai bupati hingga masyarakat juga sangat penting. Masyarakat harus sudah mulai sadar bahwa sampah menumpuk ini berbahaya ke depan. Persoalan sampah ini dialami dari tahun ke tahun dan di seluruh daerah. “Di mana-mana, sudah bertumpuk tingginya. Selama ini pemerintahan yang ada lupa mengurus sampah. Ketika sudah seperti ini (menumpuk), kita kehilangan solusi,” paparnya didampingi Direktur PT Reciki Mantap Jaya, Putu Ivan Yunatana, 
 
Beberapa upaya yang sudah dilakukan seperti pemilahan di TPS3R dan TPST di Peh bagian dari upaya meminimalisir residu sampah. Begitupula pemilahan sampah serta memanfaatkan sampah yang organik dan anorganik yang akan lebih massif lagi dilakukan. Penanganan sampah ke depan, menurutnya memberikan peluang investor masuk dan berani mengelola sampah di Jembrana. “Silakan bagaimana dalam pengelolaan, lahan sudah ada, kita suport pendampingan anggaran. Tidak besar, harapan kita seperti itu, legalitas kita siapkan, tempat sudah ada,” jelasnya saat meninjau TPA Peh, Minggu (26/9/2021).
wartawan
PAM
Category

Modal Jadi Tantangan Bisnis Dekorasi Pernikahan, Dehana Decoration Manfaatkan KUR BRI

balitribune.co.id | Mangupura - Bisnis dekorasi pernikahan memiliki karakter berbeda dengan usaha perdagangan biasa. Pelaku usaha harus menyiapkan properti, tenaga kerja dan bahan sebelum pekerjaan digelar, sementara modal yang dikeluarkan baru kembali setelah dekorasi digunakan dalam sejumlah pesanan.

Baca Selengkapnya icon click

Dari Toko ATK di Pejeng, Raka Temukan Sumber Penghasilan Tambahan Lewat Agen BRILink

balitribune.co.id | Gianyar - Sebuah toko alat tulis di kawasan Pejeng, Gianyar, tidak hanya menjadi tempat warga membeli kebutuhan sekolah dan perlengkapan sehari-hari. Selama hampir satu dekade, Toko Aneka Tulis juga menjadi tempat masyarakat melakukan berbagai transaksi keuangan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Biadab! Hanya Karena Setoran, Bos Tega Bakar Sopir 

balitribune.co.id | Amlapura - Nasib tragis menimpa I Gede Slamet (20), seorang sopir truk asal Banjar Dinas Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem. Ia mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya setelah dibakar hidup-hidup oleh bosnya sendiri, I Putu CP (39), asal Kecamatan Rendang, pada Jumat (18/9/2026) siang. 

Baca Selengkapnya icon click

Koster Bagikan Nasi Jinggo di SMPN 13 Denpasar

balitribune.co.id | Denpasar - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mendampingi Gubernur Bali, Wayan Koster, melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 13 Denpasar pada Jumat (18/9/2026). Kedatangan orang nomor satu di Bali dan Denpasar ini disambut antusias oleh seluruh siswa, guru, dan jajaran sekolah lewat beragam kreativitas seni dan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Polres Jembrana Gulung Jaringan Narkoba Antarpulau 

balitribune.co.id I Negara - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jembrana berhasil membongkar tujuh kasus peredaran narkotika dalam operasi beruntun periode Agustus hingga September 2026. 

Dari rangkaian penindakan tersebut, polisi meringkus delapan tersangka yang terdiri dari tujuh pria dan satu wanita, serta menyita barang bukti sabu seberat total 111,25 gram netto (119,02 gram bruto).

Baca Selengkapnya icon click

Tagihan Semu PBB Jembrana Capai Miliaran

balitribune.co.id | Negara - Ketidaksinkronan data pertanahan antara instansi vertikal pusat dan daerah memicu pembengkakan piutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Jembrana hingga menembus angka fantastis, yakni Rp54,5 miliar. 

Data yang tidak akurat ini memicu penumpukan tagihan semu yang terus bertambah setiap tahun.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.