Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Belum Ada Kepastian Kontrak, Sopir Angkutan Siswa Gratis Terpaksa Hindari Sekolah

BERALIH - Berhenti sementara melayani siswa, Armada angkutan Siswa Trans Gianyar beralih ke penumpang umum.

BALI TRIBUNE - Wajah sumringah para awak angkutan umum yang ikut dalam layanan angkutan Siswa Trans Gianyar atau Angkutan Siswa gratis, kini gigit jari lagi.  Memasuki musim sekolah sejak Senin (7/1) lalu, mereka tidak lagi bisa melayani antar jemput siswa secara gratis, lantaran belum ada kepastian kontrak kerjasama antara Pemkab Gianyar dengan pihak ketiga.  Akibatnya, mereka beralih sementara ke penumpang umum dan menghindari penumpang siswa. I Nyoman Sujana (50) salah seorang sopir  dengan Armada berstiker angkutan siswa gratis, kini memilih antre penumpang di Kawasan Pasar Umum Gianyar. Sujana dan rekan-rekannya yang lain, sejak hari Senin lalu, tidak lagi mengutamakan penumpang siswa, karena  pelayanan  angkutan Siswa Trans Gianyar, dihentikan sementara. Demi asap daput tetap mengepul, mereka kini hanya mengandalkan penumpnag umum yang kian melangka. “Kami berharap , bisa seceapatnya melayani siswa. Kasihan juga siswa yang biasa kami antar jemput ini,  kami tidak bisa lagi melayaninya  secara gratis.  Kami juga tidak enak minta ongkos, karen itu kami pilih menghindar,” terang Sujana yang ditemui di tempat tongkrongannya, Rabu (9/1).      Rekannya yang lain, I Wayan Semat juga mengeluhkan hal yang sama. Selain kasihan dengan siswa, pendapatan mereka pun turun drastis. Saat melayani angkutan siswa gratis, pemasukan sebanyak Rp 212 Ribu dipastikan sudah masuk kantong setiap harinya. Namun, kini untk mendapatkan pemasukan Rp 100 ribu  dalam sehari, dirasakan sangat sulit.  “Kami hanya mendapat informasi jika  angkutan siswa gratis ini pasti  beroperasi lagi. Namun tidak tahu kapan dimulainya. Kalau pemerimntah  bijaksana, seharusnya pelayana ini tetap dijalanklan dulu agar kebutuhan siswa terpenuhi. Masalah ongkosnya, kami siap terima belakangan,” harapnya. Secara terpisah, Ketua Organda Gianyar, Made Ari Semadi rmembenarkan jika pogram angkutan siswa gratis di Kabupaten Gianyar pelayanannya terhenti sementara.  Pihaknya pun menngakui menerima banyak  keluhan dari awak angkutan.  Belum lagi  keluhan orang tua siswa yang tidak memahami situsasinya, sehingga mempertanyakan  armada yang berstiker angkutan gratis, justru narik ongkos. “Karena di kendaraan masih ada banner AMAN untuk Siswa, penumpang beranggapan gratis,” jelasnya. Atas kondisi ini. pihaknya berharap agar proses tender penentuan rekanan dalam angkutan gratis ini berjalan lancar dan  segera terealisasi. Bahkan kalau bisa, diharapkan cakupan pelayanan bisa di semua kecamatan di Gianyar. Mengingat saat ini, bari Kecamatan Gianyar, Sukawati dan Blahbatuh saja yang mendapatkan program ini. Kadishub Gianyar I Wayan Arthana, Rabu (9/1), mengakui kalau program angkutan siswa gratis terhenti mulai 1 Januari 2019. Dikatakan Arthana, saat ini program tersebut sedang proses tender. “Ini masih proses tender, kalau sudah ada pemenang, program itu langsung kita mulai lagi,” terang Arthana. Dikatakannya, paling tidak akhir Januari 2019 ini, sudah ada keputusan pemenang tender, sehingga program tersebut bisa berjalan seperti Tahun 2018 lalu. Untuk melakukan angkutan siswa, untuk sementara 7 bus milik Dishub digunakan untuk angkutan siswa. Dimana sebelum program angkutan siswa gratis ini, 7 bus tersebut memang digunakan untuk angkutan siswa gratis. “Kalau angkutan siswa gratis sudah mulai, 7 bus itu ditarik ke Dishub lagi,” ujar Arthana. 

wartawan
Redaksi
Category

Astra Motor Bali Konsisten Jaga Tradisi, Dukung Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival 2026

balitribune.co.id | Denpasar – Astra Motor Bali kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian seni dan budaya Pulau Dewata dengan mendukung gelaran Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival (SHOOF) 2026. Tradisi unik yang dilaksanakan tepat pada hari Ngembak Geni, sehari setelah Hari Suci Nyepi ini, berlangsung meriah di depan Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan, Jumat (20/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Ketua DPRD Badung dan Bupati Hadiri Dresta Lango dan Dharma Shanti Desa Adat Bualu

balitribune.co.id | Mangupura – Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, bersama Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri kegiatan Dresta Lango dan Dharma Shanti XX Desa Adat Bualu Tahun 2026, yang digelar pada Jumat (20/3/2026).

Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian adat, tradisi, serta nilai-nilai kearifan lokal yang terus dijaga oleh masyarakat Desa Adat Bualu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gema Takbir dan Ngembak Geni Berpadu, Potret Harmoni Idul Fitri dan Nyepi 1948 di Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Ketika umat Hindu menjalani Ngembak Geni rangkaian hari raya Nyepi Tahun Saka 1948, gema takbir dari umat Muslim yang merayakan malam Idul Fitri 1447 Hijriah pun mengalun berdampingan.

Dalam suasana penuh penghormatan dan kebersamaan ini, Polda Bali hadir memastikan harmoni tetap terjaga.

Baca Selengkapnya icon click

Dampingi Wabup Buka Mengwi Ogoh-Ogoh Festival IV, Nyoman Satria Apresiasi Kreativitas Yowana

balitribune.co.id | Mangupura - ​Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Nyoman Satria bersama Ketua WHDI Badung yang juga anggota DPRD Ni Putu Yunita Oktarini mendampingi Wakil Bupati Badung, I Bagus Alit Sucipta, dalam pembukaan resmi Mengwi Ogoh-Ogoh Festival IV yang digelar di Taman Bencingah Puri Ageng Mengwi, Rabu (18/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harmoni Buleleng: Usai Nyepi, Ribuan Warga Muhammadiyah Gelar Salat Id di Eks Pelabuhan

balitribune.co.id | Singaraja – Suasana penuh toleransi dan kebersamaan mewarnai perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Buleleng, Bali. Tepat setelah berakhirnya Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, Ribuan warga Muhammadiyah melaksanakan salat Id di kawasan Eks Pelabuhan Buleleng, Jumat (20/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Nyepi Berdarah di Seririt, Satu Orang Luka Serius Akibat Tebasan Samurai

balitribune.co.id | Singaraja - Suasana sakral Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 tercoreng oleh peristiwa berdarah yang terjadi di Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam ini terjadi di Banjar Dinas Kajanan dan kini tengah ditangani oleh aparat kepolisian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.