Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Belum Ada Kepastian, Pelaku Usaha Mikro Kecil Pertanyakan Bantuan Stimulus Usaha

Bali Tribune / Ilustrasi - ist

balitribune.co.id | Negara - Hingga kini para pelaku usaha mikro dan kecil di Jembrana mempertanyakan kejelasan terkait bantuan stimulus usaha dampak covid-19. Hingga kini pelaku usaha mikro dan kecil yang tidak memperoleh kepastian juga tidak dapat menerima bantuan lainya dari pemerintah lantaran sudah terdata dalam penerima bantuan stimulus usaha dari Pemprov Bali tersebut.

Tidak sedikit pelaku usaha mikro dan kecil di Jembrana seperti pedagang kaki lima maupun pengerajin kelas rumahan termasuk dagang canang yang mengajukan permohonan bantuan stimulus usaha yang diluncurkan Pemprov Bali. Bahkan diawal periode pengajuan beberapa bulan lau, selain melengkapi sayarat administrasi seperti keterangan dari desa Adat, keterangan usaha dari desa/kelurahan, pelaku usaha mikro dan kecil yang tingkat ekonominya menengah kebawah ini juga harus melengkapi persyaratan foto copy rekening bank.

Mereka berharap ditengah lesunya perekonomian akibat dampak covid-19, mereka bisa terbantu dengan bantuan stimulus usaha ini. Tidak sedikit yang berharap bantuan ini bisa digunakan untuk menopang kelanjutan usahanya ditengah menurunya pendapatan mereka. Bahkan tidak sedikit pelaku usaha mikro dan kecil yang merasakan dampak covid-19 salah satunya menurunya daya beli masyarakat terpaksa menggunakan modal usahanya yang minim untuk biaya  bertahan hidup seperti membeli kebutuhan pokok sehari-hari.

“Dari akhir Maret sudah sepi sekali pembelinya, jangankan untuk mendapat keuntungan, untuk membeli beras saja harus ambil dari modal usaha yang pas-pasan. Ini sudah tidak berani buka setiap hari, liat situasi saja. Sudah mengajukan permohonan tapi tidak jelas dapat tidaknya. Tapi karena ada aturan tidak boleh dobel ya tidak mengajukan bantuan lain” ujar salah seorang pedagang kaki lima di Kota Negara yang enggan disebut namnya ini. Begitupula yang diungkapkan Made Bawa, salah seroang pedagang kuliner di Kota Negara.

Ia yang mengaku kini tidak lagi membuka lapak dagangnya lantaran permintaan yang menurun sehingga hanya melayani pembeli melalui pemesanan melalui media social. “Memang setelah ada corona turun jauh pembelinya. Kadang sampai seharian buka hanya beberapa pembeli saja yang datang. Terpaksa mengurangi produksi, sudah sebulan lebih hanya buat saat ada yang pesan saja, dari pada merugi. Jadi sekarang sambilan kerja lainya sama tetangga. Ini tidak jelas dapat atau tidaknya, tidak ada informasi” ujar pedagang kaki lima ini

“Tidak ada pasuh, yang jait juga jarang, paling ada satu-dua. Saya sudah mengajukan permohonan tapi sampai sekarang juga belum ada kabar tidaknya. Petugas di desa juga tidak berani ngasi bantuan lain karena nama saya sudah masuk data bantuan usaha ini. Yang lain sudah pada menerima ada uang, ada sembako. Saya hanya berharap bantuan untuk modal usaha saja ini saja biar jelas dapat atau tidaknya” ujar Kade Suka, salah seorang penjahit di salah satu desa di Kecamatan Jembrana yang berharap bisa mendapat kejelasan.

Sementara ditengah keraguan aparat di desa/kelurahan untuk memberikan paket bantuan lain kepada para pemohon bantuan stimulus usaha ini,  Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jembrana, I Komang Agus Adinata yang dikonfirmasi melalui ponselnya justru menyatakan kebijakan itu tergantung pengambil kebijakan di desa, “stimulus usaha itu dari Provinsi, kalau bantuan lain itu tergantung pengambil kebijakan di desa. Tapi mereka yang mengajukan ini kan lebih mampu dari penerima bantuan lainnya” ujarnya.

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Tanah Merayap di Sorga Mekar Rusak Rumah Warga, 2 KK Mengungsi

balitribune.co.id I Singaraja -  Diduga akibat curah hujan tinggi dan faktor kelabilan tanah, terjadi fenomena perayapan tanah (soil creep) melanda kawasan Banjar Dinas Sorga Mekar, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng. Rayapan tanah sendiri merupakan salah satu bentuk dari longsor bergerak dengan lambat, namun memiliki daya rusak yang besar.

Baca Selengkapnya icon click

Pemkab Buleleng Rencanakan Budidaya Apel di Desa Gitgit

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Distan) tengah menyiapkan program pengembangan tanaman apel di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Program ini dirancang sebagai langkah diversifikasi lahan pertanian sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata di kawasan tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sempat Vakum Hampir Satu Dekade, Parade Ogoh-ogoh Sanur Metangi Siap Digelar di Pantai Mertasari

balitribune.co.id I Denpasar -  Semangat persatuan pemuda di kawasan Sanur kembali menggeliat melalui gelaran Parade Ogoh-ogoh bertajuk Sanur Metangi 2026 yang akan digelar pada tanggal 11-12 Maret 2026 di Pantai Mertasari Sanur, Denpasar. Setelah vakum hampir satu dekade, ajang kreativitas menyambut Hari Raya Nyepi ini kembali hadir dengan konsep “Samuhita” yang berarti menyatukan seluruh elemen menjadi satu kesatuan.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Melayat ke Puri Agung Gianyar, Megawati Ikut Prosesi Ngaskara

balitribune.co.id I Gianyar - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri melayat di Puri Agung Gianyar, Kamis (5/3/2026). Kehadiran Megawati serangkaian  Karya Pelebon Ida Bhagawan Blebar. Megawati mengikuti prosesi Ngaskara di Bale Sumanggen untuk menyaksikan  dan mengantar sang adik angkat menuju sunia loka.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.