Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bendung Karet Tukad Penet Jebol, PDAM Seret

Bali Tribune / Jebol - Bendung karet pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tukad Penet kembali jebol, Jumat (21/2).
balitribune.co.id | Denpasar - Bendung  karet pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tukad Penet kembali jebol, Jumat (21/2). Akibat jebolnya bendungan karet tersebut, pasokan air baku yang dibeli Perumda Tirta Sewakadarma Denpasar dari Tukad Penet kembali tersendat. Alhasil, pendistribusian air menuju wilayah Denpasar  terutama Denpasar Barat  kembali mengalami gangguan.
 
Dirut Perumda Tirta Sewakadarma, IB Arsana mengungkapkan, jebolnya bendungan tukad penet menyebabkan SPAM Penet tidak bisa berproduksi. Hal itu sudah berkali-kali terjadi yang menyebabkan pelanggan Perumda sering mengalami gangguan pada saluran air. Akibatnya,  Perumda Tirta Sewakadarma sering menerima komplain dari masyarakat.  "Ini sudah berkali-kali harusnya ada langkah cepat. Kalau tidak masyarakat akan terus mengeluh kepada kami. Sudah sering kejadian seperti ini harusnya bisa diambil langkah agar tidak kembali terjadi hal yang sama. Kami khawatir pelanggan akan terus protes karena sering sekali gangguan akibat jebolnya bendungan Tukad Penet," jelasnya.   
 
Menurut Arsana, menyikapi gangguan tersebut, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida selaku pengelola bendung harusnya melakukan langkah cepat menangani hal tersebut. Jika tidak, pihaknya akan terus mengalami komplain dari pelanggan karena terlalu sering penyaluran air bermasalah. "Intinya kami tidak ingin hal itu terjadi berulang-ulang yang berdampak pada masyarakat Denpasar," ujarnya. 
 
Pejabat Pembuat Komitmen, Operasi dan Pemeliharaan II BWS Bali-Penida, I Wayan Yuliartha mengatakan, seringnya bendung karet tersebut jebol karena karet bendung sudah terlalu tua yang dibangun sejak 2008 lalu. Idealnya kata dia, bendung karet harus diganti 10 tahun sekali. 
 
Kendala saat ini kata dia, dengan terlalu tuanya bendung tersebut, membuat bocor baru dititik yang berbeda. "Terlalu tua, sekarang tambal satu, bocornya di lokasi lain. Jadi itu harus diganti, dan sekarang sudah kami anggarkan untuk antisipasi jangka panjang kami akan ganti termasuk seluruh komponen dan gensetnya. Itu sudah dianggarkan di Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) 2020. Akan digarap Awal Maret 2020 yang memakan waktu sekitar 8 bulan," jelasnya.  
 
Untuk jangka pendek kata dia, pihaknya sudah mulai bekerja dengan menambal bendung karet tersebut sebelum ada pergantian agar bisa digunakan untuk mengolah air baku. Selain itu Yuliartha juga mengatakan pihaknya akan membuat kis dum sementara. "Jangka pendek perbaikan dan pembuatan kis dum. Hari ini UPT belum siap, kalau kami sudah dengan peralatan jadi pengerjaannya mulai besok (hari ini,red)," tandasnya.
wartawan
I Wayan Sudarsana
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Badung Pimpin Rapat Evaluasi ASPER PSBS

balitribune.co.id |  Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin rapat pembahasan laporan kinerja sektoral serta evaluasi Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (ASPER PSBS), bertempat Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung, Kamis (16/4/2026). Rapat ini diikuti oleh Kepala OPD dilingkungan Pemkab. Badung beserta Camat se-Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Digelar di Bali United Training Center Gianyar, POLIPONI Bali Menghadirkan Konser Secara Baik dan Benar

balitribune.co.id | Gianyar - Mengusung tagline “Si Paling Konser”, POLIPONI Bali hadir sebagai pagelaran musik yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman konser yang tidak hanya kuat dari sisi line-up, tetapi juga matang dalam kualitas produksi, tertata dalam pengelolaan, dan nyaman dinikmati audiens dari awal hingga akhir acara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Orangtua Wajib Memahami Kualitas Susu Formula Tidak Cukup Dinilai dari Kemasan

balitribune.co.id | Jakarta - Ditengah tingginya masalah kesehatan gigi anak di Indonesia, orangtua tidak lagi bisa memilih susu formula hanya berdasarkan klaim manfaat di bagian depan kemasan. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan 93% anak Indonesia mengalami karies gigi. Pola makan yang tidak sehat merupakan salah satu faktor yang dapat berkontribusi terhadap karies gigi, diabetes, serta risiko kesehatan jangka panjang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.