Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

BI: Dampak Positif PPKM Bagi Pemulihan Ekonomi Bali

Bali Tribune/ Trisno Nugroho.


balitribune.co.id | Denpasar  - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dapat dianalogikan sebagai “jamu pahit” yang dalam jangka pendek terlihat kurang bersahabat bagi perkembangan ekonomi.
 
Namun dalam jangka panjang merupakan salah satu obat mujarab bagi rebound perekonomian Bali. PPKM darurat dapat membawa dampak positif apabila efektif mencapai tujuannya, yakni terkendalinya angka Covid-19. Oleh sebab itu, kebijakan ini harus mendapat dukungan semua pihak, agar tujuannya dapat tercapai dan PPKM tidak berkepanjangan. Semakin cepat angka Covid terkendali, maka semakin cepat perekonomian  bangkit, begitu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia (BI) Bali, Trisno Nugroho di kegiatan Webinar SURYA (Survei Bicara) "Memperkuat Resiliensi Dunia Usaha di Era PPKM", Kamis (15/7).
 
“Melalui SURYA ini bisa dilakukan diskusi dengan para pakar di bidangnya dengan melibatkan stake holder terkait,” sebut Trisno Nugroho.
 
Dipandu oleh Ni Putu Sri Harta Mimba, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CMACMA., webinar yang diikuti berbagai kalangan ini menghadirkan narasumber seperti Rizki Ernadi Wimanda (Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali); Dr. Aviliani, S.E., M.Si (Senior Econom of Indef); serta perwakilan BAPPEDA Provinsi Bali.
 
Secara global indikator ekonomi semasa pandemi itu ada empat seperti, kesehatan,  perdagangan, sektor riil, keuangan serta masih adanya ketidakpastian.
 
“Kesehatan menjadi indikator utama selama masa pandemi,” sebut Aviliani. Sedangkan indikator pulihnya ekonomi domestik juga ditandai 3 faktor seperti, kesehatan, moneter dan perbankan.
 
Terkait dengan kondisi Bali yang ekonominya notabene ditopang sektor pariwisata, dikatakan pertumbuhan ekonomi tertekan tajam ketika masuknya pandemi Covid-19, namun masih tumbuh negatif.
 
“Dengan mulai dilakukannya vaksinasi kita berharap bisa berdampak kepada tingkat kepercayaan konsumen dan pelaku usaha agar Bali kembali bertumbuh,” tukasnya. Seraya menambahkan, perlu adanya kampanye kesehatan dari Bali yang meyakinkan wisatawan dan pelaku usaha untuk datang ke Bali.
 
Sementara itu Rizki Ernadi Wimanda, menyatakan, pandemi Covid-19 berdampak pada menurunnya pendapatan seluruh responden. Mayoritas pendapatan sebelum masa pandemi Covid-19 antara Rp. 1 juta hingga Rp. 3 juta, namun hal itu bergeser menjadi di bawah Rp. 1 juta.
 
“Oleh karena itu, pola konsumsi juga berubah dimana alokasi untuk tabungan mengalami penurunan, “ ungkap Rizki.
 
Diuraikan, berbagai jenis bantuan sosial yang didapat oleh responden (160 responden penerima bansos di masa Covid-19, bulan Juni-Juli), yang paling banyak bansos program prakerja.
 
“Mayoritas responden mengatakan, bansos digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya. Sedangkan yang menggunakannya untuk kesehatan masih kecil.
 
Saat ini bansos yang diharapkan para responden yaitu berupa modal usaha disusul dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT).
 
“Semasa pandemi Covid-19 usaha yang bisa diharapkan tumbuh yaitu, ekonomi kreatif juga adanya transformasi digital,” pungkasnya. 
wartawan
ARW
Category

Bupati Karangasem Cek Langsung Ruas Jalan Penginyahan-Munti Desa dan Bantas-Br. Dukuh

balitribune.co.id I Amlapura - Keseriusan Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam membangun infrastruktur yang berkualitas kembali ditunjukkan secara nyata. Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata turun langsung ke lapangan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan jalan, Rabu (20/5/2026), guna memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ketua DPRD Tabanan Kritik Kondisi Lapangan Penebel Tak Terawat Usai Ditata

balitribune.co.id I Tabanan - Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa mengritik kondisi lapangan Umum Penebel yang tidak terawat meski baru ditata dengan dana miliaran rupiah. Fasilitas publik yang menghabiskan anggaran APBD 2024 sebesar Rp 2,2 miliar tersebut kini justru dipenuhi rumput liar dan mulai mengalami sejumlah kerusakan fisik.

Baca Selengkapnya icon click

Seorang WNA Diduga Hipnotis dan Gasak Uang Pemilik Warung di Bangli

balitribune.co.id I Bangli - Aksi pencurian dengan cara hipnotis membuat resah pemilik warung di Bangli. Bahkan salah satu pemilik warung di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, yakni Ni Wayan Sariani menjadi korbannya. Pedagang sembako ini kehilangan uang Rp 1,2 juta setelah diperdayai pelaku. Dari ciri-ciri pelaku kuat dugaan pelaku adalah warga negara asing (WNA).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Diduga Terjangkit ASF, Puluhan Babi Mati Mendadak

balitribune.co.id I Mangupura - Wabah African Swine Fever (ASF) diduga kembali menyerang peternakan babi di wilayah Badung. Kali ini, seorang peternak di Banjar Kayu Tulang, Canggu, Kuta Utara, mengalami kerugian besar setelah puluhan babi miliknya mati mendadak.

Peristiwa tersebut mulai terjadi sejak awal April 2026. Sedikitnya 60 ekor babi dilaporkan mati satu per satu dengan gejala tidak mau makan, lemas, lalu akhirnya mati.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.