BKKBN Dukung Kemenag Revitalisasi KUA untuk Cegah Stunting | Bali Tribune
Bali Tribune, Minggu 14 Juli 2024
Diposting : 7 February 2022 02:46
RAY - Bali Tribune
Bali Tribune / Temu Kerja Pengelola Program Genre yang dilaksanakan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Bali di Denpasar, Kamis (3/2).

balitribune.co.id | DenpasarBerbagai upaya terus dilakukan oleh BKKBN untuk mencegah stunting. Pencegahan stunting dilakukan dari hulu, mulai dari persiapan calon pengantin (Catin). Persiapan bagi catin dapat dilakukan melalui bimbingan atau konseling pra nikah oleh tenaga penyuluh. Untuk mendukung hal tersebut, kementrian Agama Provinsi Bali melakukan revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA).

Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Provinsi Bali, H. Abu Siri mengatakan, selama ini KUA yang dikenal masyarakat adalah hanya untuk urusan agama Islam. Namun melalui revitalisasi ini diharapkan seluruh agama dapat memanfaatkan KUA untuk melakukan bimbingan kepada umatnya.

"Revitalisasi in ini maksudnya melakukan rebranding terhadap KUA," ungkapnya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Temu Kerja Pengelola Program Genre yang dilaksanakan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Bali di Denpasar, Kamis (3/2).

Dalam rangka pencegahan Stunting, KUA nantinya akan melakukan konseling pranikah bagi calon pengantin sejak tiga bulan sebelum pernikahan. Bimbingan akan dilakukan oleh penyuluh-penyuluh agama masing-masing yang ditempatkan di setiap KUA.

"Harapannya seluruh masyarakat, khususnya calon pengantin dapat memanfaatkan peluang ini, sehingga anak-anak yang dilahirkan dalam keluarganya bebas stunting," imbuhnya.

Kepala Perwakilan BKKBN, dr Ni Luh Gede Sukardiasih menyampaikan, dalam rangka percepatan penurunan stunting, BKKBN menggandeng berbagai lintas sektor dan mitra kerja untuk melakukan konvergensi dan intervensi pencegahan stunting, termasuk Kementrian Agama. Luh De menyambut baik langkah yang diambil oleh Kemenag untuk turut mempercepat penurunan stunting, khususnya di Provinsi Bali.

“Kami ucapkan terimakasih atas inovasi yang telah dibuat oleh Kemenag. Semoga ini dapat menjadi dorongan bagi kita dalam penanganan stunting,” katanya.

Dikatakan Luh De, saat ini BKKBN juga telah membuat terobosan melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK). Tim ini akan mendampingi keluarga-keluarga yang beresiko stunting, diantaranya calon pengantin, PUS Hamil, PUS pasca melahirkan dan juga keluarga yang mempunyai Balita.

“Khusus calon pengantin, harus kita damping dari remaja, untuk memastikan tidak terjadi anemia," ujarnya.

Saat ini jumlah remaja di Provinsi Bali mendominasi piramida penduduk Indonesia. Menurut data BPS 2020, jumlah kaum zilenial sebanyak 27,94% dan milenial mencapai 25,87 dari total jumlah penduduk. Sementara untuk provinsi Bali sendiri, berdasarkan PK 21 jumlahnya 500.199 dari total jumlah jiwa  3,542,58.