balitribune.co.id I Bangli - Pelaksanaan Pekan Olah Raga (Porprov) Bali 2025, sudah hampir setahun lebih berlalu. Namun, hingga kini para atlet peraih medali belum menerima bonus yang dijanjikan. Pada Porprov 2025 Kabupaten Bangli berhasil meraih total 82 medali dengan rincian 18 emas, 15 perak dan 49 perunggu.
Sekretaris Umum KONI Bangli, Achmad Agus Tahar, saat dikonfirmasi membenarkan jika untuk bonus atlet peraih medali pada ajang Porprov 2025 belum cair. ”Bonus itu hak para atlet, karena belum cair banyak atlet datang ke KONI mempertanyakan bonus yang belum cair,” ujarnya Selasa (2/9/2026).
Agus Tahar menambahkan pencairan bonus atlet telat cair karena untuk anggaran di awal dirancang di DAU Pendidikan. Untuk DAU Pendidikan tidak ditransfer pusat, yang awalnya mendapat anggaran Rp20 miliar dan hanya tersisa Rp4 miliar karena dipotong untuk pemenuhan MBG dan KDMP. ”Anggaran sisa 4 Miliar sudah habis untuk kegiatan dina, karena kondisi ini untuk bonus dilakukan perubahan anggaran,” sebutnya.
Lanjut Agus Tahar untuk pencairan bonus atlet masih menunggu anggaran perubahan. Kalau proses berjalan lancar paling lambat bulan Oktober bonus sudah bisa dicairkan. “Menurut Bapak Ketua DPRD untuk angka sudah ada dan NPAD sudah ditandatangani,” jelasnya.
Kata Agus Tahar untuk anggaran bonus atlet sebesar Rp3,2 miliar. Peraih medali emas (perorangan) besaran bonus yang didapat Rp 60 juta atau naik Rp 10 juta dari tahun sebelumnya. Sementara untuk peraih perak dan perunggu besaran bonus yang diterima alami penurunan dari tahun sebelumnya, hal ini dikarenakan ketersedian anggaran dari daerah tidak mencukupi.
Disinggung apakah belum cairnya bonus akan berpengaruh terhadap persiapan atlet menyongsong Porprov 2027, kata Agus Tahar tidak akan berpengaruh. Ia menampik jika ada atlet yang hengkang karena belum cairnya bonus namun mereka pindah lebih karena faktor pekerjaan dan sekolah.