balitribune.co.id | Tabanan - Cuaca yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir memicu sejumlah kejadian bencana di beberapa wilayah Kabupaten Tabanan, mulai dari longsor hingga kebakaran rumah akibat korsleting listrik. Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tabanan (BPBD) bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Pada Jumat (27/2/2026) pukul 10.00 Wita, BPBD Tabanan mengerahkan Pusdalops dan Tim TRC Regu 2 untuk menyerahkan bantuan logistik kepada dua warga di Desa Padangan, Kecamatan Pupuan. Bantuan diserahkan kepada I Nengah Adi Sanjaya, warga Banjar Dinas Padangan Kelod, yang dapurnya mengalami longsor pada Selasa, 24 Februari 2026. Korban menerima paket sembako, paket kebersihan, kompor beserta regulator, serta beras. Bantuan juga diberikan kepada I Wayan Miasa, warga di banjar yang sama, yang kamar mandinya terdampak longsor. Ia menerima bantuan berupa beras dan paket sembako. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan.
Sebelumnya, pada Rabu (25/2/2026) pukul 11.00 Wita, BPBD Tabanan juga menyalurkan bantuan kepada I Made Kadok (63), warga Banjar Dinas Kekeran, Desa Selanbawak, Kecamatan Marga. Dapur rumah korban terbakar akibat korsleting listrik pada Selasa, 24 Februari 2026 sekitar pukul 05.30 Wita. Kerugian ditaksir mencapai Rp20 juta dan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Penyerahan bantuan berlangsung hingga pukul 11.30 Wita.
Di hari yang sama, BPBD Tabanan kembali menyalurkan bantuan kepada Ni Wayan Puspitasari, warga Banjar Dinas Lengudu, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri. Kebakaran akibat korsleting listrik menyebabkan kamar tidurnya terbakar dengan kerugian ditaksir sekitar Rp70 juta. Peristiwa tersebut juga tidak menimbulkan korban jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, menegaskan bahwa pemberian bantuan merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat saat terjadi bencana. Ia menyampaikan bahwa BPBD sebagai leading sector penanggulangan bencana di daerah bergerak atas arahan Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak bencana segera mendapatkan penanganan dan bantuan dasar. Ini merupakan komitmen pemerintah daerah agar warga tidak merasa sendiri saat menghadapi musibah,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman guna mencegah risiko kebakaran. Dengan respons cepat dan koordinasi lintas tim, Pemkab Tabanan berharap dampak bencana dapat diminimalkan serta kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera terpenuhi.