Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

BPR di Persimpangan Jalan: Antara Integritas, Permodalan, dan Seleksi Alam Industri

wartawan
Bali Tribune / Arief Wibisono, S.I.Kom., M.I.Kom.,CT BNSP - Wartawan Bali Ttibune

balitribune.co.id | Pencabutan izin usaha BPR Kamadana oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di awal 2026 bukan sekadar kabar penutupan satu bank kecil di daerah. Ia adalah alarm keras bagi industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) secara nasional.

Di atas kertas, prosedurnya terlihat rapi. Pengawasan ditingkatkan. Status dinaikkan dari Bank Dalam Penyehatan (BDP) menjadi Bank Dalam Resolusi (BDR). Rencana penyehatan disusun. Sanksi diberikan. Hingga akhirnya izin dicabut setelah Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan tak melakukan penyelamatan.

Namun di balik kronologi administratif itu, rupanya ada persoalan struktural yang jauh lebih dalam, yakni krisis tata kelola yang terus berulang. Kasus ini kembali menegaskan satu problem klasik BPR - tata kelola.

Temuan fraud, pelanggaran prinsip kehati-hatian, dan penyimpangan kredit bukan sekadar pelanggaran teknis. Ia menunjukkan lemahnya sistem kontrol internal dan pengawasan manajemen. Dalam banyak kasus BPR bermasalah, persoalannya hampir seragam - konsentrasi kekuasaan pada segelintir pihak, kedekatan personal dalam pemberian kredit, dan lemahnya manajemen risiko.

BPR sejatinya lahir sebagai lembaga keuangan berbasis komunitas—dekat dengan rakyat kecil, UMKM, dan ekonomi lokal. Tetapi kedekatan itu sering berubah menjadi celah konflik kepentingan ketika prinsip profesionalisme tak berjalan beriringan dengan integritas - Jika tata kelola tak dibenahi, maka pencabutan izin bukanlah kejadian terakhir.

Persoalan berikutnya adalah permodalan - Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) yang berada di bawah ambang sehat menunjukkan rapuhnya daya tahan BPR terhadap guncangan. Struktur modal BPR umumnya terbatas, bergantung pada pemegang saham lokal yang kapasitas finansialnya juga tidak selalu kuat.

Di tengah meningkatnya risiko kredit dan persaingan dengan bank umum serta fintech, BPR dengan modal tipis akan cepat goyah ketika kredit bermasalah meningkat.

Pertanyaannya sederhana, apakah seluruh BPR siap menghadapi standar pengawasan yang semakin ketat di era reformasi sektor keuangan?

Keputusan LPS untuk tidak menyelamatkan BPR Kamadana mengirim pesan tegas - tidak semua bank akan diselamatkan.

Ini bukan lagi era bailout demi stabilitas semata. Kini berlaku disiplin pasar. Jika biaya penyelamatan lebih besar daripada manfaatnya, likuidasi menjadi pilihan.

Bagi industri BPR, ini berarti satu hal, seleksi alam.

Hanya BPR dengan tata kelola kuat, manajemen risiko sehat, dan permodalan memadai yang akan bertahan. Yang lain, cepat atau lambat, akan tergerus oleh regulasi dan kompetisi.

Dalam jangka panjang, ini bisa berdampak positif—industri menjadi lebih sehat dan terkonsolidasi. Namun dalam jangka pendek, akan ada guncangan psikologis, terutama bagi masyarakat daerah yang sangat bergantung pada BPR.

Kepercayaan Publik Taruhan Terbesar - Meski dana nasabah dijamin LPS, penutupan bank tetap menyisakan trauma kolektif. Kepercayaan adalah mata uang utama industri perbankan. Sekali retak, dampaknya bisa meluas.

Karena itu, komunikasi regulator menjadi krusial. Transparansi proses pengawasan dan edukasi tentang mekanisme penjaminan simpanan harus diperkuat agar tidak memicu kepanikan di BPR lain yang sehat.

Momentum Reformasi atau Siklus Berulang? Kasus ini semestinya menjadi momentum evaluasi menyeluruh industri BPR.
Apakah perlu percepatan konsolidasi? Apakah batas minimal modal perlu diperketat? Apakah pengawasan berbasis teknologi harus diperluas?

Tanpa reformasi struktural, kita hanya akan menyaksikan siklus berulang - BPR bermasalah, masuk penyehatan, gagal, lalu dicabut izinnya. Dan setiap kali itu terjadi, kepercayaan publik kembali diuji.

Pencabutan izin BPR Kamadana bukan sekadar akhir sebuah institusi keuangan daerah. Ia adalah cermin kondisi sebagian BPR yang masih berjuang keluar dari persoalan klasik, yakni tata kelola lemah dan rapuhnya permodalan .

Di persimpangan jalan ini, industri BPR punya dua pilihan - berbenah dan bertransformasi, atau perlahan tersingkir oleh seleksi alam industri keuangan yang semakin ketat. Dan waktu untuk berbenah bukan lagi besok. Tetapi sekarang!

Terakhir, dari data yang disodorkan OJK, ketahanan BPR di Provinsi Bali tetap kuat tercermin dari Cash Ratio (CR) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terjaga di atas threshold, berturut-turut sebesar 16,04 persen dan 27,26 persen menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat untuk mengantisipasi kondisi ketidakpastian global.

wartawan
RED
Category

Dishub Jaring 5 Kendaraan Tak Laik di Terminal Pesiapan

balitribune.co.id I Tabanan - Dinas Perhubungan (Dishub) Tabanan menjaring lima angkutan barang yang tidak memenuhi syarat laik jalan dalam kegiatan ramp check di Terminal Pesiapan pada Senin (23/2/2026). Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan keamanan armada angkutan menjelang arus mudik hari raya besar. Baik armada angkutan barang atau orang.

Baca Selengkapnya icon click

PH Pura Dalam Balangan: Made Daging Satukan Tiga Alas Hak Tanah Pura Balangan Berbeda dengan Cara "Gulung Karpet"

balitribune.co.id | Denpasar - Penasehat Hukum (PH) Pengempon Pura Dalam Balangan, Harmaini Idris Hasibuan, SH mengatakan, telah mengingatkan tersangka oknum eks Kanwil BPN Provinsi Bali, I Made Daging, A.Ptnh, SH, MH sebelum melakukan pengukuran tanah Pura Dalam Balangan dengan cara “Gulung Karpet” pada 5 Agustus 2020, bahwa berdasarkan data spasial yang ada dalam aplikasi Komputerisasi Kegiatan Pertanahan (KKP) Kementerian Agraria, bidang tanah yang d

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sidang Kasus Penembakan di Villa Casa Santisya Munggu, Anak Korban Minta Keadilan

balitribune.co.id I Denpasar - Suasana haru menyelimuti persidangan kasus penembakan di vila Munggu dengan agenda duplik di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (23/2/2026). Anak ketiga dari korban tewas Zivan Radmanovic, remaja berusia 13 tahun hadir langsung membacakan surat terbuka yang menyentuh hati di hadapan Majelis Hakim.

Baca Selengkapnya icon click

Gubernur Koster Sebut Pemerintah Wajib Fasilitasi Kebutuhan Sulinggih

balitribune.co.id I Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan keberadaan para Sulinggih merupakan bagian penting yang juga wajib mendapat perhatian dari pemerintah. Mengingat mereka memiliki tugas dan tanggung jawab  cukup berat di bidang ritual, dalam menjaga kedamaian dan keselamatan Bali secara niskala. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bangunan Bak Istana di Desa Penyaringan Viral di Media Sosial, Kuasa Hukum Datangi Satpol PP Jembrana

balitribune.co.id I Negara - Pasca viralnya video sidak Satpol PP Kabupaten Jembrana ke salah satu bangunan megah di Desa Penyaringan Mendoyo, Jumat (20/2/2026) lalu, kuasa hukum pemilik bangunan mendatangi kantor Satpol PP Kabupaten Jembrana, Senin (23/2/2026) siang. Namun sayangnya tidak banyak informasi yang didapat dari kuasa hukum pemilik bangunan tersebut. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.