balitribune.co.id I Gianyar - Wisatawan asal Prancis ditemukan dalam kondisi sudah membusuk di dasar jurang belakang sebuah villa tempatnya menginap di Desa Petulu, Ubud, Selasa (28/4/2026) malam. Korban diketahui bernama Garciaz Sébastien Georges Bernard (35).
Korban sebelumnya dilaporkan hilang selama dua hari oleh rekan-rekannya setelah tidak kembali ke villa sejak Minggu (26/4/2026) malam. Saat itu, korban disebut sempat berpamitan untuk pergi ke sebuah bar seorang diri sekitar pukul 23.00 WITA.
Rekan korban awalnya mengira ia menggunakan transportasi daring sehingga tidak menaruh curiga. Namun setelah korban tidak bisa dihubungi hingga keesokan harinya, pencarian mandiri mulai dilakukan di sekitar lokasi penginapan.
Pencarian berlanjut hingga Selasa sore dengan bantuan drone, namun belum membuahkan hasil. Sekitar pukul 17.00 WITA, dua orang yang ikut mencari turun ke area jurang di sebelah barat villa dan mencium bau menyengat. Setelah ditelusuri, korban ditemukan dalam posisi tengkurap, tersangkut di antara bebatuan dengan sebagian tubuh berada di dalam aliran air.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke pihak villa dan diteruskan kepada kepolisian. Personel Polsek Ubud bersama tim gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 19.30 WITA untuk melakukan olah TKP dan evakuasi.
Kapolsek Ubud, I Wayan Putra Antara, mengatakan medan yang curam membuat proses evakuasi cukup sulit. Sekitar pukul 21.05 WITA, jenazah korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah.
“Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim medis, ditemukan tanda-tanda pembusukan yang mengindikasikan korban telah meninggal sekitar 72 hingga 96 jam sebelum ditemukan. Dugaan sementara, korban terjatuh ke jurang dengan kedalaman kurang lebih 30 meter,” ujar Kapolsek.
Ia menambahkan, hingga kini penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan. Namun sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak kriminal.
Hasil pemeriksaan medis juga menunjukkan tubuh korban sempat terendam air, ditandai kondisi kulit yang mengelupas dan munculnya cutis anserina. Saat ditemukan, tubuh korban telah mengalami pembengkakan dan mengeluarkan bau tidak sedap akibat proses pembusukan.
Kasus tersebut kini masih ditangani Unit Reskrim Polsek Ubud sambil menunggu tindak lanjut dari pihak keluarga korban.