Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bungan Desa ke-38, Bupati Sanjaya Eksplor Potensi Desa Denbantas Mengendarai Vespa

Bali Tribune / EKSPLOR - Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, mengeksplor potensi Desa mengendarai motor Vespa yang menyasar Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan, Jumat (10/11).

balitribune.co.id | Tabanan – Ada yang menarik dari kegiatan Bupati Ngantor di Desa atau biasa dikenal dengan “Bungan Desa” kali ini. Untuk mengenal lebih jauh potensi Desa serta membangun kebersamaan dengan para jajaran,  Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, mengeksplor potensi Desa mengendarai motor Vespa yang menyasar Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan, Jumat (10/11).

Hadir mendampingi Bupati saat itu, Sekda Kabupaten Tabanan beserta para Asisten Setda, Seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan dan Para Kepala Bagian di lingkungan Setda, Para pimpinan instansi Vertikal serta Camat Se-Kabupaten Tabanan, di mana kehadiran jajaran saat itu disambut dengan sangat antusias oleh Perbekel, Bendesa Adat dan anak- anak SD 1 Denbantas serta warga Desa yang memadati Wantilan Desa Denbantas.

Program Bungan Desa yang dimulai sejak pagi hari itu, dipenuhi oleh berbagai kegiatan, Bupati Sanjaya berkendara dengan menggunakan motor Vespa sampai ke SD Negeri 1 Denbatas dan mengawali kegiatan dengan menanam pohon Tabebuya, dilanjutkan dengan meninjau Pelayanan Kesehatan, serta pembagian 108 buah kacamata.

Selain itu, pihaknya juga melakukan peninjauan pelayanan OPD, UMKM dan kuliner, serta perpustakaan keliling yang disertai dengan penyerahan sumbangan buku, sekaligus peninjauan Perpustakaan Widya Bhawana. Hal yang dilakukan tersebut sudah terstruktur guna mempermudah berjalannya inovasi program ini, melihat potensi dan mengoreksi apa yang perlu diperbaiki dalam pelayanan di masyarakat.

“Kita di Pemerintah Kabupaten Tabanan selama ini sudah 2 tahun 8 bulan, diberikan kepercayaan oleh masyarakat untuk memimpin Tabanan, untuk ngayah, bagaimana membangun Tabanan yang kita cintai. Dikaruniai alam yang sangat indah panoramanya," ujar Sanjaya, dimana tugas ngayah baginya sudah merupakan kewajiban bagi Pemerintah, sebagai pelayan masyarakat.

Lakukan ragam pola pendekatan untuk pembangunan yang tujuannya adalah rakyat yang sejahtera adalah prioritas. “Kita lihat mayoritas masyarakat Denbantas dan Tabanan ini adalah bergerak di sektor pertanian, Karena dari jaman dulu diwariskan alam yang sangat luas. Untuk melakukan pendekatan ini harus dilihat sesuai dengan potensi dan kebutuhannya, maka dari itu dibutuhkan program Bupati Ngantor di Desa," jelas Sanjaya saat itu.

Bagi Sanjaya, tujuan berkantor di Desa, ialah untuk melakukan sebuah pendekatan, terkait cara pandang dan tugas yang sama dalam menyejahterakan masyarakat dari Hulu, Tengah dan Hilir, satu jalur, agar menjadi masyarakat yang Aman, Unggul dan Madani. Oleh sebab itu, budaya “ngerombo”, kebersamaan atau gotong-royong sangat dibutuhkan untuk saling kolaborasi dalam mempercepat pembangunan.

Di satu sisi juga untuk melihat secara langsung apa yang terjadi di Desa hingga memantau keadaan di Desa. "Tujuannya juga melihat secara langsung, apa yang terjadi di masing-masing Desa, karena di Tabanan, setelah saya diskusi mengenai Perda Desa Presisi, 133 Desa memiliki potensi yang berbeda-beda, ada yang menyangga pariwisata, pertanian, pasar dan industri jadi profilnya juga berbeda. Di situlah kita melihat pentingnya seorang pemimpin melihat kearifan lokal yang ada di masing-masing Desa tersebut," terang Sanjaya.

Dengan menggandeng para OPD dalam setiap pelaksanaan program Bungan Desa, Sanjaya berharap, akan mampu mempermudah pelayanan terhadap masyarakat. Contohnya seperti Dinas perijinan yang diturunkan langsung untuk memberikan pelayanan ijin usaha, atau Dinas Capil yang memberi kemudahan dalam pengurusan KTP dan KK, ataupun Dinas kependudukan melalui program Semara Ratih yang saling terintegrasi dengan Dinas Kesehatan dan KB. “ini salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat, banyak sekali program baik yang kita miliki dan dengan berkantor di Desa ini bersama-sama kita saling mengenal, saling membuka diri sebagai salah satu bentuk pendekatan," imbuhnya.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Ida Bagus Made Surya Parbawa selaku Perbekel Desa Denbantas, melalui selayang pandang desa yang ditampilkan siang itu, bahwa Desa Denbantas memiliki potensi unggulan di bidang pertanian dan saat ini berusaha untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dengan mengejar pembangunan potensi dari pendataan lingkungan, pembetonan akses jalan, pembangunan kantor desa, penataan lingkungan air terjun, pembangunan saluran irigasi tersier di 3 subak yang tersebar di wilayah desa Denbantas hingga pembangunan pariwisata desa melalui wisata spiritual atau religi. Di kesempatan itu, pihaknya mewakili warga Desa Denbatas juga sampaikan terima kasih kepada Bupati yang telah hadir melalui program Bungan Desa.

Dikatakan program-program seperti ini akan berdampak sekali kepada masyarakat, karena masyarakat akan dapat langsung berinteraksi dengan Bapak Bupati. "Seperti apa yang kami sudah kutip dalam selayang pandang, bahwa jumlah penduduk di Desa Denbantas 6331 Jiwa, dan terdiri dari 1914 KK. Kami selaku pemerintah dan seluruh jajaran Desa Denbantas sangat mengapresiasi sekali program Bungan Desa ini karena kami merasa diperhatikan dan kami akan senantiasa menyampaikan aspirasi kami agar Bapak juga bisa memfasilitasi program-program Desa yang disebutkan secara presisi, apa yang menjadi program prioritas di Desa Denbantas,” papar Surya Parbawa saat itu.

wartawan
HMS
Category

Astra Motor Bali Konsisten Jaga Tradisi, Dukung Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival 2026

balitribune.co.id | Denpasar – Astra Motor Bali kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kelestarian seni dan budaya Pulau Dewata dengan mendukung gelaran Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival (SHOOF) 2026. Tradisi unik yang dilaksanakan tepat pada hari Ngembak Geni, sehari setelah Hari Suci Nyepi ini, berlangsung meriah di depan Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan, Jumat (20/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Ketua DPRD Badung dan Bupati Hadiri Dresta Lango dan Dharma Shanti Desa Adat Bualu

balitribune.co.id | Mangupura – Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, bersama Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri kegiatan Dresta Lango dan Dharma Shanti XX Desa Adat Bualu Tahun 2026, yang digelar pada Jumat (20/3/2026).

Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian adat, tradisi, serta nilai-nilai kearifan lokal yang terus dijaga oleh masyarakat Desa Adat Bualu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gema Takbir dan Ngembak Geni Berpadu, Potret Harmoni Idul Fitri dan Nyepi 1948 di Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Ketika umat Hindu menjalani Ngembak Geni rangkaian hari raya Nyepi Tahun Saka 1948, gema takbir dari umat Muslim yang merayakan malam Idul Fitri 1447 Hijriah pun mengalun berdampingan.

Dalam suasana penuh penghormatan dan kebersamaan ini, Polda Bali hadir memastikan harmoni tetap terjaga.

Baca Selengkapnya icon click

Dampingi Wabup Buka Mengwi Ogoh-Ogoh Festival IV, Nyoman Satria Apresiasi Kreativitas Yowana

balitribune.co.id | Mangupura - ​Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Nyoman Satria bersama Ketua WHDI Badung yang juga anggota DPRD Ni Putu Yunita Oktarini mendampingi Wakil Bupati Badung, I Bagus Alit Sucipta, dalam pembukaan resmi Mengwi Ogoh-Ogoh Festival IV yang digelar di Taman Bencingah Puri Ageng Mengwi, Rabu (18/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harmoni Buleleng: Usai Nyepi, Ribuan Warga Muhammadiyah Gelar Salat Id di Eks Pelabuhan

balitribune.co.id | Singaraja – Suasana penuh toleransi dan kebersamaan mewarnai perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Buleleng, Bali. Tepat setelah berakhirnya Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, Ribuan warga Muhammadiyah melaksanakan salat Id di kawasan Eks Pelabuhan Buleleng, Jumat (20/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Nyepi Berdarah di Seririt, Satu Orang Luka Serius Akibat Tebasan Samurai

balitribune.co.id | Singaraja - Suasana sakral Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 tercoreng oleh peristiwa berdarah yang terjadi di Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam ini terjadi di Banjar Dinas Kajanan dan kini tengah ditangani oleh aparat kepolisian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.