balitribune.co.id I Negara - Di tengah keterbatasan fiskal yang tengah dihadapi daerah, komitmen untuk melestarikan warisan suci dan budaya Bali yang ada di Jembrana tetap menjadi prioritas daerah. Untuk perbaikan pura, pemerintah daerah mengajukan bantuan antar daerah salah satunya ke Gubernur Bali.
Upaya pelestarian pura sebagai warisan suci dan budaya Bali terus diperkuat melalui sinergi pemerintah daerah. Seperti untuk perbaikan fasilitas di Pura Puseh Desa Adat Tegal Cangkring serta pembangunan wantilan dan dapur di Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi. Bupati Kembang mengajukan permohonan bantuan dana ke Gubernur Bali. Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyatakan komitmennya tersebut.
Ia mengatakan pengajuan bantuan dana untuk Pura Puseh Desa Adat Tegal Cangkring didasari kondisi fisik pada bangunan pura. Menurutnya kondisi bangunan pura memerlukan penanganan segera. Pura Puseh Desa Adat Tegal Cangkring, misalnya, memiliki posisi fondasi yang lebih rendah dari jalan nasional. Terlebih menurutnya Pura Puseh Desa Adat Tegal Cangkring adalah pura tua yang telah berdiri cukup lama.
Ia mengaku sudah bertemu dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster, di Kantor Gubernur Bali, pada Kamis (16/4/2026) lalu. Audience tersebut dilakukan bersama Jro Bandesa, tokoh adat, krama desa adat dan pengempon pura serta Staf Khusus I Gede Winasa. "Mereka berencana melakukan pembangunan di Pura Puseh karena kondisi pura yang sudah cukup lama dan fondasinya berada di bawah jalan," ungkapnya, Minggu (19/4/2026).
Sedangkan terhadap Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi diajukan permohonan bantuan dana untuk perbaikan wantilan dan dapur. Ia mengaku pada kesempatan yang sama tersebut juga mengatarkan Pengepon Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi untuk bertemu dengan Gubernur Bali. Menurutnya bangunan wantilan yang ada saat ini telah berusia sekitar 23 tahun dan kondisi bangunannya juga sudah mengalami kerusakan. "Untuk wantilan di Pura Rambut Siwi direncanakan dengan ukuran cukup besar, sekitar 2,2 are, serta penambahan fondasi ke bagian belakang karena kondisi lahan yang miring," tambahnya.
Kendati sebagian pembangunan di kawasan depan sebelumnya juga telah mendapat bantuan dari Bupati Badung, pihaknya tetap berencana melakukan koordinasi lanjutan guna memastikan seluruh kebutuhan pembangunannya dapat terpenuhi. Upaya ini sebagi wujud kebersamaan masyarakat dalam menjaga kesucian pura sekaligus melestarikan adat dan tradisi Bali. Diharapkan, melalui dukungan Pemprov Bali, perbaikan dan pembangunan fasilitas di pura tersebut dapat segera terealisasi. "Hal ini penting untuk memberikan kenyamanan bagi umat yang melakukan persembahyangan sekaligus menjaga kelestarian adat, budaya dan pura," tandasnya.
Gubernur Bali I Wayan Koster menyambut baik usulan bantuan untuk kedua pura tersebut. Pihaknya juga menyatakan komitmennya untuk membantu umat dalam menjaga kelestarian tradisi, adat istiadat, budaya dan warisan suci seperti pura. Bahkan ia juga mengaku kerap tangkil bersembahyang ke Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi. "Prinsipnya pasti akan dibantu, tinggal menyesuaikan besarannya," ujarnya.