balitribune.co.id I Bangli - Adanya rencana dari Gubernur Bali, I Wayan Koster untuk pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 1 WWp (Mega Watt peak) yang beralamat di Dusun Bangklet, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli akan secara sepenuhnya diserahkan kepada PT PLN (Persero) Bali disambut positif Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta.
Menurut Sedana Arta, sejauh ini Pemkab Bangli belum mampu secara optimal dan profesional mengelola PLTS yang beroperasi sejak tahun 2013 tersebut. “Pemerintah daerah masih terbentur ketersedian SDM yang mumpuni untuk pengelolaan PLTS tersebut,” kata Sedana Arta pada Kamis (3/9/2026).
Selain itu, beberapa perangkat lunak PLTS alami kerusakan dan berdampak pada energi yang dihasilkan. “Untuk mentainence PLTS yang dibangun dari APBN ESDM tersebut butuh anggaran besar,” ungkapnya.
Lanjut Sedana Arta, dengan diambil alih oleh PLN, pihaknya yakin pengelolaan akan lebih profesional karena PLN sudah paham betul soal kelistrikan.
Kendati demikian, rencana pengalihan pengelolaan PLTS kepada PLN masih dalam tahap pembahasan. Ia meyakini Pemkab Bangli tetap akan mendapatkan manfaat dari pengelolaan PLTS tersebut.“Mungkin kita dapat pemasukan dari sewa lahannya, karena lahan seluas 1 hektar tersebut merupakan aset milik Pemkab Bangli,” sebut Bupati dari PDI-P ini.
Seperti diketahui, PLTS yang dibangun pemerintah pusat itu berdiri di lahan seluas 1 hektar lebih. PLTS didukung 5.004 buah panel surya, namun hanya 1.512 panel berfungsi dengan baik. Sisanya terkendala inverter.
Saat ini hanya 14 inverter yang masih berfungsi. Sisanya mengalami kerusakan akibat usia, sementara 12 inverter rusak setelah disambar petir pada April 2026. Banyaknya piranti yang rusak berdampak tidak optimal aliran listrik yang dihasilkan
Dalam sebulan, pembangkit itu hanya bisa menghasilkan listrik kisaran 20 ribu hingga 25 ribu kWh. Padahal jika semua perangkat kondisi baik dan didukung cuaca, pembangkit yang kini masih dikelola Perseroda Bhukti Mukti Bhakti (BMB) Bangli bisa memproduksi hingga 100 ribu kWh. Produksi sebesar itu pernah dicapai pada 2019.