balitribune.co.id | Semarapura - Keberadaan kamera pengawas (CCTV) milik Pemkab Klungkung mendapat sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Klungkung. Sejumlah CCTV di titik strategis dilaporkan mati dan tidak berfungsi, sehingga menghambat pengawasan keamanan serta penanganan kasus kriminalitas di wilayah tersebut.
Anggota Komisi I DPRD Klungkung, Ketut Sukma Sucita, meminta dinas terkait untuk tidak membiarkan masalah ini berlarut-larut. Menurutnya, CCTV milik pemerintah seharusnya menjadi sumber informasi vital saat terjadi tindak pidana.
"Selama ini sangat minim informasi yang bisa didapat dari CCTV yang sudah terpasang. Justru ketika dibutuhkan untuk penyelidikan, banyak yang tidak beroperasi," tegas Sukma Sucita.
Ia mengungkapkan, pihak kepolisian kerap mengeluhkan kendala serupa. Akibat banyaknya kamera pengawas pemkab yang tidak aktif, aparat kepolisian terpaksa mengandalkan rekaman CCTV milik warga sekitar untuk memburu petunjuk awal kasus kejahatan. Atas kondisi tersebut, DPRD mendorong Diskominfo Klungkung segera melakukan evaluasi menyeluruh dan merawat unit yang rusak.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Klungkung, Wayan Sudiarsa, menyatakan pihaknya tengah berkoordinasi untuk menangani CCTV yang bermasalah. Ia menegaskan, pemantauan berkala terus dilakukan melalui command center.
"Semua CCTV selalu kami pantau di command center. Bila ada yang bermasalah, langsung dicek dan diperbaiki bekerja sama dengan pihak provider melalui status pinjam pakai," ujar Sudiarsa, Kamis (24/9/2026).
Sudiarsa menambahkan, Pemkab Klungkung terus mengupayakan penambahan unit CCTV di titik-titik rawan dan persimpangan jalan guna mendukung sistem pengamanan wilayah.
"Untuk tahun 2025–2026 kita sudah ada penambahan CCTV di 32 titik, termasuk di seluruh perempatan seputaran Klungkung yang dipasang 2 sampai 3 unit. Pada tahun 2027 mendatang, penambahan akan kembali dilakukan sesuai permintaan pihak kepolisian," jelasnya.
Saat ini, pihak Diskominfo juga sedang melakukan migrasi sistem CCTV ke super aplikasi daerah bernama Mahottama agar pengawasan keamanan dapat terintegrasi dalam satu pintu.