Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Cegah Penularan PMK, Pasar Hewan Kayuambua Dilockdown

Bali Tribune / PASAR - Kondisi pasar hewan Kayuambua pasca di lockdown

balitribune.co.id | BangliMerebaknya serangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi berimbas pada ditutupnya Pasar Hewan Kayuambua, Kecamatan  Susut, Bangli. Penutupan pasar hewan terbesar di Kabupaten Bangli ini, dilakukan per Selasa (5/7). 

Menurut Koordinator Pasar Hewan Kayuambua, I Nengah Degdeg, penutupan pasar Kayuambua dilakukan setelah adanya instruksi dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Propinsi Bali.

"Penutupan Pasar Hewan Kayuambua kita lakukan dari tadi pagi (Selasa-red). Sebab, baru kemarin kita diintruksikan untuk melockdown aktivitas jual beli hewan  di pasar ini," tegasmnya. Sesuai surat edaran terkait intruksi tersebut, direncanakan penutupan akan dilakukan selama 14 hari kedepan. 

Disebutkan, sebelum penutupan Pasar Kayuambua, sejatinya pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pencegahan berbagai penyakit pada hewan. Termasuk penyebaran PMK.

"Upaya pencegahan sebelumnya juga sudah dilakukan secara rutin oleh petugas dari Kesehatan Hewan, Dinas PKP Bangli. Seperti pemberian vitamin untuk hewan, termasuk spraying," sebutnya. 

Sejauh ini diketahui di wilayah Kabupaten Bangli baru ditemukan dua ekor sapi yang dinyatakan terjangkit PMK di dusun Tabih, desa Buahan, Kecamatan Kintamani. 

Lebih lanjut, dengan adanya penutupan Pasar Hewan Kayuambua, otomatis akan menyebabkan transaksi jual beli sapi akan mengalami penurunan yang siginifikant. Terlebih, pedagang di Pasar Hewan Kayuambua ini juga dimanfaatkan oleh pedagang dari luar Bangli. Seperti, Buleleng, Karangasem, Gianyar dan sekitarnya. 

Sebut I Nengah Degdeg, Pasar Hewan Kayuambua yang dibuka setiap tiga hari sekali, rata-rata sapi yang masuk sebanyak 150 ekor. Namun jelang hari raya Idul Adha meningkat mencapai 200 ekor.

"Jelang Idul Adha, harga sapi juga mengalami kenaikan," jelasnya. Untuk harga sapi yang beratnya dibawah 350 kg seharga Rp 48 ribu per kilo naik menjadi Rp 50 ribu per kilo. Sedangkan untuk Sapi dengan berat diatas 350 kg, saat ini harga dikisaran Rp 52 ribu.

wartawan
SAM
Category

Gemarikan Digencarkan, Stunting di Badung Masih Jadi PR

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung menggencarkan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai upaya menekan angka stunting. Kali ini, sebanyak 200 paket olahan ikan dibagikan kepada ibu hamil, balita, dan anak-anak berisiko stunting di Kelurahan Kuta, Selasa (21/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Layanan Keliling PBB-P2 Permudah Warga Bayar Pajak

balitribune.co.id I Denpasar - Jelang Batas Akhir 31 Agustus, warga mulai sibuk mendaftarkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Program layanan 'Jemput Bola' yang dilancarkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar dinilai efektif dalam mempermudah masyarakat sekaligus mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah menjelang batas akhir pembayaran PBB-P2.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Imigrasi Singaraja Perketat Pengawasan WNA

balitribune.co.id I Singaraja - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja terus meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan Warga Negara Asing (WNA) di wilayah kerjanya yang meliputi Kabupaten Buleleng, Jembrana, dan Karangasem. Langkah ini dilakukan melalui optimalisasi teknologi serta patroli lapangan secara intensif. 

Baca Selengkapnya icon click

Polisi Rekonstruksi Pembunuhan Mang Colik, Pelaku ANPP Tusuk Korban Sambil Mandi Bareng

balitribune.co.id I Semarapura - Polres Klungkung terus bergerak tuntaskan kasus pembunuhan Nyoman Cita alias Mang Colik yang sempat viral dan mengebohkan jagat maya Bali. Satreskrim Polres Klungkung bersama Kejaksaan Negeri Klungkung menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana dengan tersangka berinisial ANPP, Selasa (21/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ribuan Kasus Gigitan HPR Terjadi di Gianyar, Pemkab Intensifkan Layanan Rabies Center

balitribune.co.id I Gianyar - Trend kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) di Kabupaten Gianyar masih cukup tinggi. Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar yang diterima, Selasa (21/7/2026), selama Januari hingga Juni 2026 telah tercatat 4.545 kasus gigitan HPR yang terjadi di kabupaten dengan julukan gumi seni ini. Itu artinya, rata-rata kasus gigitan HPR di Gianyar mencapai 756 kasus per bulan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.