Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Cek Kesiapan New Normal, Gugas Jembrana Datangi Tempat Ibadah

Bali Tribune/ PROTOKOL KESEHATAN - Pihak Gugas Jembrana meminta tokoh umat memperketat penerapan protokol kesehatan di tempat ibadah.
Balitribune.co.id | Negara - Menjelang diberlakukannya new normal, kini dilakukan pengecekan terhadap tempat peribadatan di Jembrana. Gugus Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jembrana menyebut masih ada beberapa kekurangan yang mesti diperbaiki terkait kesiapan new normal di sejumlah tempat ibadah dan penerapan protokol kesehatan.
 
Gugas Jembrana melakukan pengecekan terhadap kesiapan pemberlakukan new normal di tempat peribadatan. Untuk memastikan kesiapan tempat ibadah dalam pelaksanaan peribadatan di masa new norma, pihak Gugas Jembrana mendatangi sejumlah tempat peribadatan di Jembrana Kamis (2/7). Pengecekan tempat ibadah tersebut dilakukan mulai dari Kecamatan Pekutatan hingga Gilimanuk. Di setiap tempat ibadah dlakukan pengecekan terhadap sejumlah fasilitas yang harus disediakan terkait penerapan protokol kesehatan.
 
Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, I Made Kembang Hartawan yang memimpin langsung pengecekan terhadap tempat ibadah tersebut menyatakan tujuan dilakukannya  pengecekan rumah ibadah adalah untuk memastikan sudah sejauh mana persiapan yang dilakukan di tempat ibadah dalam menerapkan protokol kesehatan di era new normal dalam beribadah. Dengan memastikan kesipan tempat ibadah dalam menerapkan protokol kesehatan diharapkan aktifitas keagamaan bebas dari penyebaran virus covid-19.
 
"Kita lakukan pengecekan dari ujung timur hingga ujung barat Jembrana, memastikan kesiapan tempat ibadah khususnya gereja apakah sudah sesuai protokol kesehatan covid-19. Kita cek mulai dari fasilitas cuci tangan, wajib pakai masker, hingga pengaturan jarak tempat duduk," ujar Wakil Bupati Jembrana ini.  Kentai menilai kesiapan tempat - tempat ibadah di Jembrana sudah baik dan sesuai standar protokol kesehatan, namun diakuinya masih ada beberapa kekurangan yang mesti diperbaiki sehingga tokoh umat diminta untuk membenahinya.
 
"Pada prinsipnya tempat ibadah sudah siap menerapkan dan mematuhi tatanan normal baru ini. Memang saya lihat masih ada beberapa kekurangan, seperti tempat cuci tangan yang tempatnya agak jauh, kursi - kursi yang belum diberikan tanda physical distancing. Namun begitu, kekurangan yang ada mohon agar segera diperbaiki," ungkapnya. Pihaknya juga mengpresiasi peran serta dan partisipasi seluruh umat yang selama ini telah bersama-sama mendukung upaya pemerintah dalam pencegahah penyebaran covid-19 di Jembrana.
 
Sementara, Pendeta Nohrungkat menyatakan dalam memersiapkan diberlakukannya new normal ditempat ibadah yang ia pimpin, pihaknya telah menyediakan sejumlah sarana prasarana untuk penerapan protokol kesehatan sehingga umat merasa aman saat beribadah. “Kami akan senantiasa mengikuti protokol kesehatan dalam beribadah maupun dalam keseharian kami sesuai arahan yang diberikan, dan semoga bumi ini bisa pulih dari virus,” ujar Pendeta di Gereja Pante Kosta, kelurahan Banjar Tengah, Negara tersebut. 
wartawan
Putu Agus Mahendra
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Badung Pimpin Rapat Evaluasi ASPER PSBS

balitribune.co.id |  Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin rapat pembahasan laporan kinerja sektoral serta evaluasi Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (ASPER PSBS), bertempat Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung, Kamis (16/4/2026). Rapat ini diikuti oleh Kepala OPD dilingkungan Pemkab. Badung beserta Camat se-Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Digelar di Bali United Training Center Gianyar, POLIPONI Bali Menghadirkan Konser Secara Baik dan Benar

balitribune.co.id | Gianyar - Mengusung tagline “Si Paling Konser”, POLIPONI Bali hadir sebagai pagelaran musik yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman konser yang tidak hanya kuat dari sisi line-up, tetapi juga matang dalam kualitas produksi, tertata dalam pengelolaan, dan nyaman dinikmati audiens dari awal hingga akhir acara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Orangtua Wajib Memahami Kualitas Susu Formula Tidak Cukup Dinilai dari Kemasan

balitribune.co.id | Jakarta - Ditengah tingginya masalah kesehatan gigi anak di Indonesia, orangtua tidak lagi bisa memilih susu formula hanya berdasarkan klaim manfaat di bagian depan kemasan. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan 93% anak Indonesia mengalami karies gigi. Pola makan yang tidak sehat merupakan salah satu faktor yang dapat berkontribusi terhadap karies gigi, diabetes, serta risiko kesehatan jangka panjang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.