China Jemput Warganya di Bali, Bandara I Gusti Ngurah Rai Siapkan Fasilitas Khusus | Bali Tribune
Bali Tribune, Jumat 18 September 2020
Diposting : 8 February 2020 22:00
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune / Bandara I Gusti Ngurah Rai Lepas Pesawat Penjemput WN China, Sabtu (08/02)
balitribune.co.id | Mangupura – Melalui pesawat milik maskapai penerbangan China Eastern, sebanyak 61 warga negara China, dengan rincian 49 penumpang dewasa dan 12 anak-anak, diberangkatkan kembali menuju mainland China dengan penerbangan MU799. Penerbangan menuju kota Wuhan tersebut take off pada pukul 14.11 WITA, setelah sebelumnya tiba di Bali pada pukul 12.20 WITA dengan menggunakan nomor penerbangan MU700. Pesawat tersebut tiba di Bali setelah berangkat dari kota Guangzhou, dengan tanpa mengangkut penumpang. 
 
“Pemulangan sejumlah 61 warga negara China yang masih berada di Bali ini merupakan inisiasi dari Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok. Penumpang yang diberangkatkan semua dalam kondisi sehat saat berada di Bali, dan sebelum menaiki pesawat, telah dilakukan pemeriksaan dan pengecekan suhu tubuh oleh petugas KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan). Mereka merupakan warga yang tinggal di wilayah Provinsi Hubei,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado melalui siaran resmi, Sabtu (8/2/2020).
 
“Menurut Konsulat Jenderal RRT, rencana pemulangan WN China yang dilaksanakan pada hari ini, Sabtu (08/02), dikarenakan agar supaya mereka bisa merayakan hari raya Cap Go Meh di negara sendiri. Dari pihak Imigrasi juga menyatakan bahwa dari 61 penumpang tidak ada yang berstatus overstay,” tambahnya.
 
Selain awak kabin, pesawat narrow body tipe Boeing 737-800 tersebut juga turut mengangkut tim medis dari China. Selama pesawat berada di area sisi udara Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, pilot, awak kabin, serta tim medis tidak diperkenankan untuk turun dari pesawat. Setelah pesawat berhenti sempurna di parking stand, petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) langsung melakukan proses disinfeksi terhadap cockpit crew, awak kabin, bagasi kabin, bagian dalam pesawat, serta muatan kargo di dalam badan pesawat selama 20 menit. Selama proses disinfeksi, sebanyak 6 orang petugas dari KKP dan petugas dari ground handling yang memasuki pesawat mengenakan pakaian proteksi dan pelindung diri sesuai standar yang ditetapkan.
 
“Hal ini merupakan instruksi dari Kementerian Pertahanan dan dari Kementerian Kesehatan, seperti halnya apa yang dilakukan pada proses pemulangan WNI dari China yang kemudian ditempatkan sementara di Kepulauan Natuna. Hal ini demi alasan antisipasi terhadap potensi risiko penyebaran virus Corona. Selain itu, hal tersebut juga sesuai dengan Permenkumham No. 3 Tahun 2020,” ujar Herry.
 
Sebelum menaiki pesawat, para penumpang turut diperiksa oleh tim medis yang ikut serta dalam penerbangan penjemputan ini. Pemeriksaan tersebut dilakukan di tangga pesawat, tepat sebelum para penumpang masuk ke dalam badan pesawat. 
 
Sementara itu, dalam konferensi persnya, Elfi Amir, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, menyatakan bahwa seluruh proses telah dilaksanakan sesuai prosedur. “Sesuai dengan SOP yang berlaku, serta permintaan dari pihak RRC, dokter dari RRC melakukan pemeriksaan kembali. Pemeriksaan dilakukan dengan pakaian steril di tangga pesawat, jadi bukan di apron,” ujar Elfi.
 
Sedangkan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan, dr. Lucky M. Tjahjono, menyatakan sebanyak 61 penumpang berada dalam kondisi sehat. “Clear untuk 61 penumpang. Tidak ada demam. Dan sesuai dengan pemeriksaan dari tim medis dari China, dinyatakan laik terbang. Prinsipnya adalah laik terbang. Kru kabin dan pilot menggunakan pakaian steril. Semua sudah sesuai dengan SOP,” ucap dr. Lucky. 
 
Pihak PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali sendiri mendukung penuh dalam proses pemulangan WN China yang masih berada di Bali tersebut. Selama proses pemulangan, sejumlah infrastruktur telah disiapkan khusus untuk melayani penumpang tujuan Wuhan tersebut.
 
“Untuk proses check-in kami telah siapkan check-in counter khusus yang berada di Island D Terminal Keberangkatan Internasional. Isolated parking stand khusus juga telah kami siapkan di area apron selatan untuk menampung pesawat yang akan menjemput, yaitu di parking stand nomor 53. Area ini telah kami kosongkan, demi kelancaran proses pemulangan ini. Dari pihak ground handling juga telah mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari petugas yang membantu dalam menemani para penumpang mulai dari check-in hingga ke ruang tunggu keberangkatan, serta dalam penyediaan Apron Passenger Bus yang mengangkut penumpang dari terminal keberangkatan menuju pesawat yang terparkir. Intinya, semua instansi yang terkait saling bersinergi dan berkoordinasi demi kelancaran proses pemulangan penumpang warga negara China ini,” tutup Herry.
 
Sebelumnya, pada Rabu (05/02) dini hari lalu, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali telah melepas penerbangan reguler dengan rute tujuan China daratan terakhir. Penerbangan dari maskapai China Southern CZ626 dengan tujuan Guangzhou yang mengangkut 127 penumpang tersebut menjadi penerbangan terakhir dari Bali menuju wilayah China daratan hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian.