Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Covid-19 Merebak, Empati Dewan Untuk Tenaga Medis

Bali Tribune / Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, SH didampingi wakil Ketua dan ketua-ketua fraksi menyerahkan donasi itu kepada Dirut RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana.M.Kes , Senin (23/03) digedung DPRD Buleleng.
balitribune.co.id | Singaraja - Belakangan ini konsentrasi publik tersedot oleh virus corona (Covid-19) yang tengah mewabah diberbagai belahan bumi.Tak terkecuali di Buleleng, seluruh aktivitas masyarakat nyaris berhenti. Hanya beberapa layanan publik yang masih tetap buka untuk melayani kepentingan masayarakat termasuk tenaga medis di rumah sakit. Sebagai garda terdepan melawan Covid-19, tenaga medis dirumah sakit yang menangani pasien dengan potensi terpapar virus corona, mulai mendapat empati. Salah satunya dari anggota DPRD Buleleng. 45 anggota dewan secara sukarela bahu membahu memberikan donasi dan terkumpul sebanyak Rp 22,5 juta untuk para medis dirumah sakit.
 
Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, SH didampingi wakil Ketua dan ketua-ketua fraksi menyerahkan donasi itu kepada Dirut RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana.M.Kes , Senin (23/03) digedung DPRD Buleleng. 
Supriatna mengatakan, bantuan tersebut merupakan inisiatif anggota dewan untuk mendukung satgas COvid-19 Buleleng dalam menangani dan mencegah covid-19. "Kami mengapresiasi dan memberikan support kepada satgas COvid-19, dokter beserta tim medis yang menangani pasien Covid-19 di buleleng. Harapan kami ini bisa dimanfaatkan meskipun nilainya tidak seberapa. Ini bentuk empati kami kepada petugas medis yang sedang bertugas," kata Supriatna.
 
Sementara itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Ketut Ngurah Arya meminta kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 Buleleng, untuk memberikan up date data terkait Covid -19 di Buleleng kepada dewan. Baik yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) maupun orang dalam pengawasan (ODP). Termasuk wilayah zona sebarannya.
"Paling tidak dengan up date data itu kita jadi tahu yang positif atau negatif berapa, angka penambahannya berapa. Termasuk yang sembuh maupun jumlah orang yang sedang diawasi," kata Arya.
 
Arya mengatakan hal itu untuk memastikan kesigapan tim dalam menangani Covid-19. Dan itu menurut Arya, akan terlihat pada grafik harian dengan laporan yang terus menerus di mutakhirkan.
"Intinya ada kemajuan apa tidak. Jika tidak kita akan segara ambil langkah dengan memperkuat tim medis. Jika ya berarti kemampuan tenaga medis kita sanggup sesuai SOP," imbuhnya.
 
Poltisi PDI Perjuangan asal Gerokgak ini mengatakan alasan lain perlunya dewan di up date Covid-19 Buleleng yakni sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat yang sering bertanya soal perkembangan virus Corona. Arya memahami tentu akan memilah informasi yang diterima, mana pantas untuk publik dan mana yang tak perlu disampaikan kepada masyarakat.
"Kita ingin memberikan edukasi agar masyarakat tidak panik dengan memberikan penjelasan yang benar dan terukur," tandasnya.
wartawan
Khairil Anwar
Category

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.