Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Cuaca Buruk dan Serangan Hama Landak, Hasil Panen Kacang Petani Turun

Bali Tribune / HAMA - Salah seorang petani kacang tanah di Desa Mucan, Selat menunjukan tanaman kacang yang terserang hama dan rusak akibat cuaca buruk.

balitribune.co.id | Amlapura - Cuaca buruk yang terjadi selama beberapa bulan terakhir dengan curah hujan yang cukup tinggi, ditambah lagi adanya serangan hama hewan Landak yang mengganas, telah mengakibatkan hektaran lahan kacang tanah milik petani di Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, rusak parah.

Dari pantauan media ini di lokasi lahan pertanian kacang tanah di desa ini, Minggu (27/11) terlihat rumpun pohon kacang yang sejatinya sudah tinggal menunggu masa panen ini, memang nampak sehat dengan daun yang lebat. Namun kenyataannya pada bagian akarnya terdapat hanya sedikit butiran kacang, tidak seperti tanaman kacang tanah sehat pada umumnya yang satu rumpun pohon bisa berisi hingga 20 butir kacang tanah.

Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan oleh petani di desa ini untuk mengantisipasi rusaknya lahan kacang tanah mereka, mulai dari pemupukan hingga penyemprotan obat. Namun upaya petani tersebut sia-sia, apesnya lagi, kerusakan makin diperparah oleh serangan hewan Landak yang memakan butiran kacang.

“Karena hujannya ini dah berpengaruh terhadap kondisi lahan kacang tanah kami disini! Selain itu serangan hama hewan Landaknya juga pak cukup ganas juga,” ungkap Ni Wayan Sukerti, salah satu petani kacang tanah asal Banjar Dinas Benekasa, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem.

Selain cuaca buruk dan serangan hama hewan Landak, kondisi kesuburan lahan juga diakuinya mempengaruhi tanaman kacangnya, jadi rumpun kacang pertumbuhannya kurang bagus sehingga biji atau umbi kacang yang tumbuh sangat sedikit. “Kalau di cabur, untuk satu rumpun pohon, paling hanya benrisi lima butir kacang saja. Kalau normalnya bisa sampai 20 butir kacang, untuk jenis dua kelinci,” bebernya.

Jadi untuk panen saat ini, hasilnya sangat anjlok sekali. Dimana untuk luasan lahan 1,5 Are mestinya bisa mendapatkan 4 karung kacang, kini paling banyak hanya mendapatkan satu karung kacang. Artinya jika di hitung, kerugian yang dialami petani bisa mencapai jutaan rupiah.

wartawan
AGS
Category

Menuju 70 Tahun, Astra Rilis Logo Baru Serta Galang Donasi untuk NTT

balitribune.co.id | Jakarta - Hampir tujuh dekade, Astra tumbuh bersama Indonesia melalui inovasi, kolaborasi, and kontribusi yang diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Perjalanan tersebut terjalin bersama pemerintah, karyawan, mitra, pelanggan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan di berbagai daerah yang menjadi bagian dari perjalanan Astra hingga hari ini.

Baca Selengkapnya icon click

FIFGROUP Peduli Salurkan 1.200 Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

balitribune.co.id | Kupang - Bencana Gempa bumi yang melanda wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) membawa dampak besar bagi masyarakat yang terdampak. Di tengah kondisi tersebut, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi salah satu hal penting untuk membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar

balitribune.co.id I Singaraja - Pelaksanaan Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8/2026). 

Selama lima hari penyelenggaraan, festival ini berhasil mencatatkan perputaran ekonomi sebesar Rp3,091 miliar lebih. Diperkirakan sampai akhir kegiatan, perputaran ekonomi mencapai Rp3.6 miliar lebih.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Menolak Bantuan Asing Saat Flores Menangis

balitribune.co.id I Bencana alam selalu menjadi cermin paling jujur untuk melihat kesiapan sebuah negara. Ketika gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang daratan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pertengahan Agustus 2026 ini, riak yang muncul bukan sekadar urusan patahan tektonik, melainkan patahan birokrasi yang akut.

Baca Selengkapnya icon click

Polisi Jepang Selidiki Kematian PMI Asal Bangli di Apartemennya

balitribune.co.id | Bangli - Duka mendalam menyelimuti keluarga Putu Ayu Meita Widyastuti (19), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banjar Palaktiying, Desa Landih, Kecamatan Bangli, yang dilaporkan meninggal dunia di Jepang. Hingga kini, pihak kepolisian Jepang masih mendalami dan menyelidiki penyebab pasti kematian korban.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.