Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dampak Abrasi Mengganas, Kampung Kuliner Pebuahan Porakporanda

ABRASI
RUSAK – Kondisi kerusakan dampak abrasi kian meluas di pesisir Pebuahan, Desa Banyubiru, Negara, Jembrana.

BALI TRIBUNE - Kerusakan dampak abrasi di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, semakin meluas. Ganasnya terjangan ombak di pesisir selatan Jembrana mengakibatkan wilayah yang sebelumnya dikenal sebagai kampung kuliner kini menjadi porakporanda.

Permukiman warga dan belasan bangunan warung lesehan ikan bakar kini sudah hancur disapu gelombang. Akses jalan kabupaten menuju wilayah pesisir ini juga kini putus akibat gempuran ombak sehingga sudah tidak  bisa dilewati kendaraan roda empat. Untuk menuju perkampungan ini, warga kini harus memutas melalui jalur alternatif.

Pantauan dilokasi, Jumat (18/5), tampak hampir seluruh badan jalan sepanjang 300 meter akses jalan kabupaten beraspal di wilayah ini telah putus tergerus gelombang pasang. Sejumlah warga pengendara motor nekat melintas dengan hanya melalui celah bagian sisi utara jalan tersebut yang kini kondisinya nyaris ambruk bagian pinggiran sisi jalan yang kini sudah berada di bibir pantai. Sehingga warga yang melintas harus ekstra hati-hati. Begitupula dengan bangunan rumah milik 155 KK kini sudah tidak bosa ditempati lagi lantaran kondisinya sudah luluh lantah diterjang gelombang.

Abrasi mulai mengancam perkampungan diatas tanah negara (TN) ini sejak sepuluh tahun yang lalu. Salah seorang warga pesisir Banjar Pebuahan, Fatmawati (32) dikonfirmasi kemarin mengatakan, terakhir ombak kembali mengganas sejak hari tilem Senin (14/5) lalu.  Menurutnya, hampir setiap malam wilayah ini digempur ombak pasang dengan ketinggian mencapai 2 meter dan terjangan ombak paling ganas hingga membuat jalan kabupaten terputus terjadi pada Rabu (16/5) malam.  “Yang sampai putus begini, ya baru kemarin malam. Kemarin itu, ombaknya besar dari sekitar jam 8 malam sampai baru surut sekitar jam 12 malam,” ujarnya.

Menurutnya, saat itu warga setempat tidak berani tidur. Bahkan para nelayan setempat yang akan berlabuh dan mendaratkan sampannya terpaksa bertahan hingga semalaman di tengah laut dan baru busa mendarat Kamis dini hari.  “Kalau ombak sudah besar, kami cuman bisa pasrah. Sudah berapkali kami berusaha, beli ban, batu, sampai karung untuk menahan ombak, tetapi terus begini. Pemerintah sama sekali tidak ada memberikan penanganan abrasi di sini. Padahal kalau sejak abrasi mulai parah tahun 2000-an, sudah ada hampir 100 rumah warga hancur,” ujarnya.  

Begitupula dengan permukiman warga dan lima bangunan warung lesehan yang masih tersisa diselayan jalan kabupaten itu kini hancur diterjang gelombang tinggi. Salah seorang pemilik usaha warung lesehan di Pebuahan, Hariyanto (38) mengatakan, warga dan sejumlah pemilik warung lesehan berusaha menyelamatkan bangunan-bangunan gazebo yang selama ini berjejer di sisi pantai untuk dipindahkan keareal parkir warung mereka disisi utara.   “Tetapi kalau ombak kembali besar, kemungkinan nanti sudah habis semua, dan tidak ada tempat lagi. Kalau tetap begini, cap wisata kuliner di sini pasti habis. Sekarang saja, dari dulu ada sekitar 13 warung lesehan, hanya 5 yang masih tersisa bangunnya, dan 4 yang masih berusaha bertahan,” ungkapnya.

Kadis PUPRPKP Kabupaten Jembrana I Wayan Darwin mengaku pemerintah kabupaten sudah terus membuat pengajuan ke pemerintah pusat. Namun Jembrana terkahir mendapat jatah penanganan abrasi pada tahun 2017 sepanjang 100 meter di Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, Melaya, dan tahun 2018 tidak memperoleh penangan abrasi. Untuk usulan tahun 2019, pihaknya belum menerima kepastian lantaran belum mendapat hasil Musrenbangnas. “Kalau usulan sudah terus kami sampaikan, termasuk yang di Pebuahan itu. Tetapi, memang hampir semua kabupaten/kota juga mengalami abrasi. Sedangkan untuk penanganan abrasi itu, dananya memang besar,” ujarnya. 

Pihaknya juga mengaku sudah mengetahui kerusakan pada jalan kabupaten diwilayah tersebut namun masih akan akan dibiarkan sebelum adanya kepastian penangan abrasi.

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Beraksi di 16 TKP, Geng Curanmor Asal Sumba Digulung Polisi

balitribune.co.id | Denpasar - Anggota Unit 1 Jatanras Satreskrim Polresta Denpasar berhasil meringkus komplotan pencurian sepeda motor (curanmor) lintas wilayah. Geng yang beranggotakan enam pemuda asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini diketahui telah beraksi di 16 Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang tersebar di wilayah hukum Polresta Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Sanjaya Perjuangkan Fasilitas Kesehatan Tabanan ke Pusat

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah Kabupaten Tabanan tancap gas memperjuangkan peningkatan layanan kesehatan hingga ke tingkat pusat. Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya secara langsung melakukan audiensi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Gedung Adhyatma Kemenkes RI, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Hilirisasi Bandeng, Buleleng Bidik Pasar Dunia

balitribune.co.id I Singaraja - Para pembudidaya dan pengusaha perikanan di kawasan Buleleng Barat, Bali, kini tengah melakukan langkah transformasi besar. Tidak lagi sekedar mengandalkan ekspor benih ikan bandeng (nener), mereka kini merambah ke tahap hilirisasi melalui pembesaran bandeng kelas premium tersentral yang ditargetkan mampu menembus pasar internasional.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kuliner Wisata Bali Dituntut Utamakan Higienitas

balitribune.co.id I Tabanan - Keberadaan kuliner Bali di tempat-tempat wisata di Pulau Dewata sangat diperlukan wisatawan. Selain untuk mengobati rasa lapar setelah lelah mengeksplor destinasi wisata yang dikunjungi, kuliner Bali sebagai salah satu cara mengenalkan keunikan yang ada di pulau ini. Sehingga wisatawan dapat merasakan secara langsung nikmatnya kuliner Bali yang dibuat dengan bumbu-bumbu lengkap ala masyarakat Bali. 

Baca Selengkapnya icon click

TPA Peh Overload, Jembrana Wajibkan Teba

balitribune.co.id I Negara - Hingga kini persoalan penanganan sampah juga menjadi persoalan yang pelik di Jembrana. Terlebih dengan kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Peh kini kondisinya sudah semakin over kapasitas. Penanganan sampah bahkan kini justru dititikberatkan pada partisipasi aktif masyarakat hingga di pedesaan untuk mengelola mandiri sampah di lahan masing-masing.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.