Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dari Toko ATK di Pejeng, Raka Temukan Sumber Penghasilan Tambahan Lewat Agen BRILink

agen
Bali Tribune / AA. Gede Raka Wijaya yang menjalankan usaha toko alat tulis di kawasan Pejeng, Kabupaten Gianyar menjalankan usaha sebagai Agen BRILink sejak 2016

balitribune.co.id | Gianyar - Sebuah toko alat tulis di kawasan Pejeng, Gianyar, tidak hanya menjadi tempat warga membeli kebutuhan sekolah dan perlengkapan sehari-hari. Selama hampir satu dekade, Toko Aneka Tulis juga menjadi tempat masyarakat melakukan berbagai transaksi keuangan.

Di balik aktivitas itu ada AA. Gede Raka Wijaya. Pria 46 tahun ini mulai menjalankan usaha sebagai Agen BRILink sejak 2016. Keputusan tersebut berawal dari hal sederhana, yakni melihat kebutuhan masyarakat di sekitar tokonya.

“Saya melihat situasi di lapangan, orang-orang membutuhkan tempat untuk transfer uang. Saya mengajukan pendaftaran ke bank. Waktu itu saya belum tahu apa itu Agen BRILink,” tutur Raka, Senin (21/9).

Saat itu, Toko Aneka Tulis masih fokus pada penjualan alat tulis dan kebutuhan masyarakat. Raka kemudian mencoba menambah layanan transaksi keuangan agar tokonya bisa memberikan manfaat lebih bagi lingkungan sekitar.

Keputusannya perlahan membuahkan hasil. Layanan yang pada awalnya masih sepi mulai dikenal masyarakat. Warga datang bukan hanya untuk membeli barang, tetapi juga untuk melakukan transfer, tarik tunai, membayar tagihan listrik, membeli token listrik, membayar cicilan, hingga berbagai kebutuhan transaksi lainnya.

Lokasi usaha di Pejeng turut membentuk karakter pengguna layanan tersebut. Raka melayani masyarakat lokal dan penduduk yang bekerja di kawasan tersebut. Bagi sebagian penduduk pendatang, layanan transfer menjadi kebutuhan penting. Mereka tidak selalu memiliki waktu atau akses yang mudah untuk melakukan transaksi secara mandiri. 

Kehadiran agen di dekat tempat tinggal atau tempat kerja menjadi alternatif yang praktis. Aktivitas transaksi di Toko Aneka Tulis pun semakin ramai. Raka menyebut jumlah transaksi yang dilayaninya bisa mencapai ratusan dalam sebulan.

Nilai transaksi harian juga tidak selalu sama. Tergantung kebutuhan masyarakat, transaksi yang dilayani bisa mencapai belasan hingga puluhan juta Rupiah dalam sebulan. Namun, bagi Raka, angka transaksi bukan satu-satunya alasan dirinya bertahan sebagai Agen BRILink hingga sekarang.

Setelah sekitar 10 tahun menjalankan layanan tersebut, ia merasakan adanya manfaat ganda. Di satu sisi, ia dapat membantu masyarakat mendapatkan akses layanan transaksi yang lebih dekat. Di sisi lain, layanan tersebut memberikan tambahan aktivitas sekaligus nilai ekonomi bagi tokonya.

“Karena Agen BRILink memang bagus untuk membantu masyarakat dalam hal kirim uang. Usaha saya juga mendapat tambahan nilai jual dari adanya Agen BRILink,” katanya.

Toko dan Agen BRILink kini berjalan berdampingan. Keduanya menjadi usaha yang dijalankan Raka bersama keluarga. Dari usaha tersebut, ia tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menopang kehidupan keluarganya. 

Raka mengatakan penghasilan dari toko dan layanan Agen BRILink menjadi bagian dari sumber penghidupan keluarga. Perjalanan hampir satu dekade itu juga membuat Raka melihat perubahan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan.

Bagi Raka, perjalanan dari toko ATK menjadi Agen BRILink memberikan pengalaman bahwa sebuah usaha kecil bisa berkembang dengan membaca kebutuhan di sekitarnya. Ia tidak memulai dengan perencanaan bisnis yang besar. Berawal dari melihat warga membutuhkan tempat untuk melakukan transfer, Raka mencoba membuka layanan tersebut.

Hampir 10 tahun kemudian, layanan itu tetap menjadi bagian dari kesehariannya menjalankan usaha. Kini, Toko Aneka Tulis bukan sekadar tempat menjual alat tulis. Di tempat yang sama, masyarakat juga bisa mendapatkan akses berbagai layanan transaksi keuangan.

Bagi Raka, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa usaha yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas sekaligus menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya mengatakan, keberadaan Agen BRILink menjadi bagian penting dalam memperluas akses layanan perbankan di tengah masyarakat. Agen tidak hanya membantu masyarakat melakukan berbagai transaksi keuangan dengan lebih mudah dan dekat, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan sumber pendapatan tambahan dari usaha yang sudah dijalankan.

Menurut Hery, Agen BRILink Toko Aneka Tulis menunjukkan bagaimana Agen BRILink dapat tumbuh mengikuti kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar. Dengan memanfaatkan lokasi dan kepercayaan yang telah dibangun melalui usaha, agen dapat menghadirkan layanan perbankan di tingkat komunitas sekaligus memperkuat keberlangsungan usaha pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). 

wartawan
YUE
Category

Macet Makin Parah, Badung Siapkan JLS Rp2,9 Triliun

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung terus menyiapkan sejumlah proyek infrastruktur untuk memperkuat konektivitas sekaligus mengurai kemacetan di kawasan pariwisata.

Pembangunan jaringan jalan baru menjadi salah satu prioritas, terutama di wilayah Badung Selatan dan Badung Utara yang mengalami peningkatan mobilitas kendaraan.

Baca Selengkapnya icon click

Uji Coba First Car Free Day di Kerobokan, Bupati Badung Komitmen Perluas Ruang Terbuka Hijau

balitribune.co.id I Mangupura - Desa Adat Kerobokan secara resmi menggelar uji coba perdana program Badung First Car Free Day (CFD) yang dipusatkan di sepanjang Jalan Teuku Umar Barat, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Badung, pada Minggu (30/8/2026). 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Badung Bersiap Tambah Utang, Pinjaman Tahap II PT SMI Dibidik untuk Proyek 2027

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung kembali membuka opsi menambah utang daerah. Pemkab Badung kini menjajaki pinjaman tahap kedua kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) untuk membiayai sejumlah proyek infrastruktur strategis yang ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Badung Modernisasi Pertanian Melalui Metode PMAAS, Bupati Adi Arnawa Targetkan Produktivitas Padi Tembus 12 Ton Per Hektar

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung resmi memulai modernisasi sektor pertanian lewat Gerakan Tanam Padi metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) di Subak Tanah Yeng, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (29/8).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.