Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Demokrat Bidik 20 Persen Kursi Parlemen di Semua Tingkatan

Made Mudarta

BALI TRIBUNE - Seluruh partai politik dipastikan menginginkan kemenangan pada Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Hal ini pula yang menjadi target Partai Demokrat, baik di tingkat nasional maupun di daerah.  Khusus untuk Bali, Partai Demokrat membidik kemenangan dengan raihan minimal 20 persen perolehan kursi, baik kursi DPR RI, DPRD Provinsi Bali, maupun DPRD Kabupaten/ Kota se-Bali. Target ini meningkat dari capaian Pileg 2014 lalu, yakni rata-rata 15 persen perolehan kursi di semua tingkatan.  "Kecenderungan Partai Demokrat dalam setiap Pemilu, grafik perolehan kursinya meningkat. Pada Pemilu 2014 lalu, rata - rata di semua tingkatan kita mendapatkan 15 persen kursi di Bali. Untuk Pemilu 2019, kami targetkan 20 persen kursi di semua tingkatan," kata Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali I Made Mudarta, di Denpasar, Senin (8/10). Menurut dia, target ini cukup realistis. Sebab pada Pemilu 2014 lalu, Partai Demokrat sukses merebut dua dari total 9 kursi DPR RI dari Dapil Bali. Adapun untuk DPRD Provinsi Bali, Partai Demokrat sukses merebut 8 kursi dari total 55 kursi yang ada.  "Jadi kalau targetnya sekarang 20 persen, itu juga realistis. Karena semua partai pasti menargetkan kemenangan," tandas Mudarta.  Soal target di Pilpres, mengingat Partai Demokrat mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno, Mudarta mengatakan, pihaknya tak mau mendahului kehendak Tuhan. Namun demikian, Partai Demokrat melalui pengurus dan para calon anggota legislatif yang bertarung pada Pileg 2019, terus menyosialisasikan pasangan Prabowo-Sandi kepada masyarakat Bali.  "Semua sudah turun sosialisasi, baik pengurus maupun caleg. Sosialisasi ini penting, sehingga rakyat bisa memilah, mana yang terbaik untuk dipilih tanggal 17 April 2019 nanti. Soal target, bagi kami suara rakyat adalah suara Tuhan. Kami tidak mau mendahului. Biarkan rakyat memilih," tutur Mudarta.  Disinggung soal tingkat kerumitan pada Pemilu 2019, mengingat akan ada enam surat suara yang harus dicoblos pemilih, Mudarta mengatakan, jika sosialisasi gencar dilakukan penyelenggara dan peserta Pemilu, maka tak ada yang rumit. Apalagi, surat suara ini hanya bertambah satu, dari hanya lima pada Pemilu terdahulu.  "Kalau dibilang rumit, tidak juga. Toh pada Pemilu sebelumnya, masyarakat juga terbiasa dengan lima surat suara. Nah sekarang hanya tambah satu lagi. Kami lihat KPU sudah gencar sosialisasi. Kami juga mendorong para caleg untuk melakukan hal serupa," pungkas Mudarta. 

wartawan
San Edison
Category

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.