balitribune.co.id | Bangli - Sejatinya Pemkab Bangli telah memberikan ruang yang sangat terbuka bagi penghobi anjing Kintamani untuk menampilkan anjing kesayanganya. Seperti halnya HUT Kota Bangli yang ke-820, Pemkab Bangli melalui Dinas Peternakan, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli kembali menyelenggarakan Kontes Anjing Kintamani, Minggu (12/5).
Namun sayang rupanya kontes kurang mendapatkan sambutan dari penghobi anjing Kintamani lokal Bangli. Terbukti peserta lokal dalam kontes anjing Kintamani ini sangat minim. Realita ini ini sangat disayangkan anggota DPRD Bangli I Nengah Darsana. “Kita sangat menyayangkan Kontes Anjing Kintamani minim peserta lokal. Padahal kontes seperti ini sangat positif untuk upaya pelestarian dan meningkatkan nilai ekonomi anjing Kintamani,” ujarnya.
Politisi dari Golkar ini mengatakan, sejatinya jauh-jauh hari Pemkab Bangli melalui Dinas PKP telah melakukan sosialisasi terkait lomba ini. Baik melalui media sosiali maupun malalui intansi terkait. Namun hal ini kurang direspon oleh para pecinta anjing Kintamani di Bangli. Pihaknya, belum mengetahu secara persis rendah animo penghobil lokal untuk tampil dalan Dog show seperti ini. “Kita lihat peserta kebanyakan luar Bangli, malahan luar Bali. Sementara Bangli sebagai induk semang anjing asli Kintamani malah minim,” ujar Dasana yang juga peternak anjing Kintamani ini.
Menurutnya, semestinya masyarakat Bangli, khususnya Kintamani bangga karena anjing Kintamani telah mendapatkan pengakuan dunia. Ini tentunya menjadi kebangkitan bagi masyarakat Bangli untuk melestarikan anjing Kintamani. “Nanti Kita harap kedepan animo masyarakat ikut lomba makin bertambah. Lomba ini jangan sampai terputus, harus dilakukan secara berkesinambungan,” sebutnya.
Kadis PKP Bangli I Wayan Sarma menyebutkan, kontes anjing telah dilakukan setiap tahun, hari ini kegiatan dilakukan serangkaian HUT Kota Bangli ke 820. Kontes digelar karena anjing kintamani merupakan salah satu unsur bioversiti dalam Batur Gelobal Geopark sehingga harus dipertahakan keberadaanya. Selanjutnya, anjing Kintamani sudah diakui sebagai ras dunia oleh Federation Kinologi Internasional. Jadi kalau kontes anjing Kintamani tidak digelar, maka pengakuan anjing Kintamani sebagai ras dunia bisa dicabut.
“Tujuan dari kontes ini adalah menjamin pemuliabiakan anjing Kintamani di Kabupaten Bangli. Serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap anjing Kintamani,” ungkap Sarma.