Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Di Balik Gadget, Ancaman Mata Minus hingga Juling pada Anak

mata minus
Bali Tribune / ILUSTRASI (ist)

Penulis:  dr. Angel Lim, S.Ked

balitribune.co.id | Penggunaan gadget pada anak kini semakin sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Telepon genggam, tablet, komputer, hingga televisi menjadi bagian dari aktivitas belajar maupun hiburan sejak usia dini. Namun di balik kemudahan teknologi tersebut, muncul ancaman kesehatan mata yang semakin sering ditemukan, yaitu miopia atau rabun jauh. Tidak hanya menyebabkan mata minus, miopia yang tidak ditangani dengan baik juga dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan lain seperti ambliopia atau mata malas hingga strabismus (juling).

Miopia merupakan kondisi ketika anak dapat melihat benda dekat dengan jelas, tetapi kesulitan melihat benda yang jauh. Anak biasanya mulai mengeluhkan pandangan kabur saat melihat tulisan di papan tulis, sering memicingkan mata, duduk terlalu dekat dengan televisi, atau terlalu dekat saat menggunakan gadget. Banyak orang tua menganggap kondisi ini hal biasa karena mudah diatasi dengan kacamata. Padahal, miopia pada anak dapat terus bertambah seiring pertumbuhan usia, terutama bila kebiasaan melihat dekat berlangsung berlebihan.

Salah satu faktor yang diduga berperan besar dalam meningkatnya kasus miopia pada anak adalah penggunaan gadget dalam waktu lama. Saat anak terus-menerus menatap layar dalam jarak dekat, mata dipaksa bekerja lebih keras untuk fokus. Kebiasaan ini, ditambah kurangnya aktivitas di luar ruangan, dapat memicu pertumbuhan bola mata yang berlebihan sehingga menyebabkan mata menjadi minus. Semakin dini miopia muncul, semakin besar risiko minus bertambah tinggi saat anak beranjak remaja.

Miopia tinggi pada anak tidak boleh dianggap sepele. Pada beberapa kondisi, perbedaan minus yang terlalu besar antara kedua mata dapat menyebabkan otak lebih dominan menggunakan mata yang lebih baik. Akibatnya, perkembangan penglihatan pada mata yang lebih lemah menjadi terganggu dan dapat menyebabkan ambliopia atau mata malas. Kondisi ini membuat kemampuan melihat tidak berkembang optimal meskipun sudah menggunakan kacamata.

Selain itu, gangguan fokus penglihatan akibat miopia yang tidak terkoreksi juga dapat memengaruhi keseimbangan kerja kedua mata. Pada sebagian anak, kondisi ini dapat berujung pada strabismus atau mata juling, yaitu keadaan ketika posisi kedua mata tidak sejajar. Anak dengan strabismus sering mengalami gangguan koordinasi penglihatan, sulit fokus, bahkan dapat kehilangan penglihatan binokular bila tidak ditangani sejak dini.

Anak-anak zaman sekarang juga cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan dibanding generasi sebelumnya. Setelah belajar di sekolah, mereka kembali menggunakan gadget untuk bermain game, menonton video, atau media sosial. Paparan layar yang berkepanjangan tanpa istirahat membuat mata mudah lelah dan dapat mempercepat progresivitas miopia. Penggunaan gadget sambil tiduran atau di ruangan dengan pencahayaan kurang baik juga dapat memperberat kerja mata.

Untuk mencegah gangguan penglihatan pada anak, orang tua perlu membatasi penggunaan gadget secara bijak. Anak dianjurkan rutin beristirahat saat menggunakan layar dengan menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat layar, alihkan pandangan ke objek sejauh sekitar 20 kaki selama 20 detik. Aktivitas luar ruangan minimal satu hingga dua jam setiap hari juga penting karena paparan cahaya alami diketahui membantu menurunkan risiko miopia pada anak.

Pemeriksaan mata rutin tidak kalah penting, terutama bila anak mulai sering memicingkan mata, mendekatkan wajah ke layar, mengeluh sakit kepala, atau prestasi belajar menurun akibat sulit melihat dari jauh. Deteksi dan penanganan sejak dini sangat menentukan keberhasilan terapi serta mencegah komplikasi jangka panjang seperti ambliopia dan strabismus.

Teknologi memang memberikan banyak manfaat bagi proses belajar dan perkembangan anak. Namun tanpa pengawasan yang baik, penggunaan gadget berlebihan dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan mata. Di era digital saat ini, menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi, aktivitas luar ruangan, dan pemeriksaan mata rutin menjadi langkah penting untuk melindungi penglihatan anak di masa depan.

wartawan
RED
Category

Wawali Arya Wibawa Pastikan Proyek PSEL Berjalan Dinamis

balitribune.co.id I Denpasar - Masyarakat Pesanggaran Denpasar melakukan penolakan terhadap pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dilakukan di lahan milik Pelindo. Hal ini dibuktikan dengan terpampang Baliho penolakan yang terpasang di dua tempat tepat di depan lahan pembangunan PSEL milik Pelindo ini, Rabu (20/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click

PLTU Celukan Bawang Kenalkan Listrik ke Pelajar

balitribune.co.id I Singaraja - Momentum Hari Kebangkitan Nasional, Rabu (20/5/2026), dimanfaatkan PLTU Celukan Bawang untuk membuka ruang edukasi bagi pelajar. Pembangkit listrik tenaga uap tersebut mengundang puluhan siswa dari lima SMP di sekitar wilayah operasional untuk mengenalkan proses kerja pembangkit dan pelestarian lingkungan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sadis! Remaja di Bawah Umur Terlibat Pembunuhan dan Perampokan Berencana di Darmasaba

balitribune.co.id | Mangupura - Anggota Satreskrim Polres Badung berhasil membongkar kasus pembunuhan berencana terhadap Dean Ade Darmawan (25). Jasad korban sebelumnya ditemukan terkubur secara tidak sempurna di kawasan persawahan, pinggir Jalan Antasura, Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Abiansemal, Badung, pada Selasa (12/5/2026) lalu sekitar pukul 16.00 WITA.

Baca Selengkapnya icon click

Komisi II DPRD Buleleng Evaluasi TPS3R, Dorong Desa Optimalkan Pengelolaan Sampah

balitribune.co.id I Singaraja - Komisi II DPRD Kabupaten Buleleng menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait evaluasi pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kabupaten Buleleng. Rapat berlangsung di Ruang Gabungan Komisi DPRD Buleleng, Selasa (19/5/2026), dengan menghadirkan Dinas PUPRPerkim, Dinas Lingkungan Hidup, para camat, serta perwakilan perbekel se-Kabupaten Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jalan Gajah Mada Ditata, Ratusan Pedagang Pasar Senggol Direlokasi Sementara

balitribune.co.id I Tabanan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan telah menuntaskan persiapan tempat sementara bagi 181 pedagang Pasar Senggol di kawasan Gedung Kesenian I Ketut Maria. Relokasi ini dijadwalkan mulai berjalan pada 21 Mei 2026 mendatang sebagai langkah awal rencana penataan Jalan Gajah Mada. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (19/5/2026), tempat sementara bagi masing-masing pedagang sudah disiapkan.

Baca Selengkapnya icon click

Permintaan SKKH Sapi Kurban Keluar Bali Lewat Tabanan Meningkat

balitribune.co.id I Tabanan - Permintaan SKKH atau Surat Keterangan Kesehatan Hewan untuk ternak sapi di Dinas Pertanian (Distan) Tabanan meningkat jelang Idul Adha 2026. Permintaan catatan kesehatan ternak itu seiring meningkatnya jumlah pengiriman sapi Bali keluar pulau Bali.  

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.