Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Di Masa Pandemi ODHA Enggan Akses Pelayanan Kesehatan

Bali Tribune / KJPA - Saat pertemuan penguatan Kelompok Jurnalis Peduli AIDS (KJPA) di Kantor Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali

balitribune.co.id | Denpasar – Selama pandemi Covid-19, para pejuang HIV-AIDS (ODHA) di Bali enggan mengambil obat yang telah disediakan oleh pemerintah pusat. Pasalnya ODHA ini khawatir tertular virus Corona (Covid-19), sehingga memilih tidak mendatangi pelayanan kesehatan untuk mengambil ARV atau obat bagi penderita HIV-AIDS. 

dr. Gde Agus Suryadinata dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali di Denpasar, Senin (21/6) mengimbau ODHA di Bali untuk tidak ragu datang ke layanan kesehatan, mengingat telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat, sehingga akan terhindar dari paparan Covid-19. "Tantangan kami di masa pandemi ini bahwa ODHA yang ngambil obat ke layanan kesehatan menurun karena Covid-19, mereka takut terpapar virus yang baru muncul ini namun sudah ada vaksinnya," ucapnya.

Kata dr. Agus, di masa pandemi ini pihaknya beserta tim mengalami tantangan yang cukup berat dalam melakukan testing (tindakan melakukan tes HIV-AIDS) dan tracing (penelusuran) terhadap orang yang tertular virus yang muncul pada tahun 1980an itu. Kendati ditemukan selama puluhan tahun silam, hingga sekarang belum ada vaksin untuk mencegah penularannya. 

"Selama pandemi, dana untuk penanggulangan HIV-AIDS cukup berkurang karena pelayanan untuk ini gratis yang didukung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jika dana ini berkurang atau diputus, apakah layanan tetap masih bisa berjalan, itu pertanyaannya," kata dr. Agus. 

Ia pun mengakui sejak pandemi pada awal 2020 lalu, stok ARV tidak stabil karena obat ini didatangkan dari luar negeri. Mengingat selama pandemi banyak negara yang mengunci perbatasannya sehingga  mempengaruhi pengiriman ARV ke Tanah Air. "Selain itu karena pandemi Covid-19 kami kesusahan mencari penderita yang belum menunjukkan gejala. Testing (HIV-AIDS) dari 2019 ke 2020 jauh turun sejak ada Covid-19," ungkapnya. 

Agus mengatakan, penularan virus ini di Bali dipengaruhi mobilitas manusia yang ditularkan melalui cairan tubuh. "HIV penyakit yang sangat sopan dalam artian tidak ditularkan semudah penyakit lainnya. HIV tidak bisa menular meskipun 10 orang berada di dalam satu ruangan. Karena penularannya lewat cairan tubuh yaitu darah, cairan mani atau vagina ketiga adalah asi," bebernya. 

Menurutnya, stigma HIV-AIDS di masyarakat yang membuat para ODHA malu ke pelayanan kesehatan. "Target dan program kita ke depan test and treat (perawatan). Setiap ada yang positif kita berikan pengobatan. Dengan mengomsumsi ARV secara disiplin jadinya virus dalam tubuh tidak terdeteksi dan tidak bisa menularkan ke orang lain," imbuh dr. Agus. 

Ia mendorong sebanyak mungkin orang yang ingin tahu setatusnya agar mau ke layanan kesehatan untuk memeriksakan diri tanpa dikenakan biaya (gratis). Saat ini di Bali terdapat 9.728 ODHA yang mengonsumsi obat. "Permasalahannya sekarang adalah bagaimana orang ini (ODHA) mau datang ke pelayanan untuk mengambil obat," ucapnya.

Pihaknya menjelaskan dari tahun 2000-2020 estimasi ODHA di Bali sebanyak 25.996 orang, sedangkan kasus yang ditemukan 24.456 orang. Dari jumlah tersebut 11 ribuan orang ODHA telah dirujuk kembali ke daerahnya di luar Bali untuk mengakses obat. 

wartawan
YUE
Category

DPRD Bangli Terima RAPBD 2027 Senilai Rp1,32 Triliun, Fraksi-Fraksi Tekankan Keadilan dan Efektivitas Anggaran

balitribune.co.id | Bangli - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangli menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bangli Tahun Anggaran 2027 di Gedung DPRD Bangli, Jumat (25/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Punya Hipertensi, Masih Boleh Minum Kopi?

balitribune.co.id | Secangkir kopi sering menjadi tersangka ketika tekanan darah meningkat. Kabar baiknya, penderita hipertensi tidak selalu harus berpisah dengan kopi. Pedoman European Society of Cardiology tahun 2024 menyebut konsumsi kopi tidak berkaitan dengan peningkatan risiko hipertensi pada populasi umum; konsumsi moderat bahkan dalam penelitian observasional dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Grab Dorong Inklusivitas Lewat Edukasi Bahasa Isyarat dan Rompi Khusus Mitra Tuli

balitribune.co.id | Denpasar - Memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional, Grab Indonesia kembali menghadirkan semangat “Teman Setara: Satu Ekosistem, Semua Bisa Tumbuh” melalui rangkaian kegiatan bersama Mitra Pengemudi, Mitra GrabMerchant, pengguna, dan karyawan internal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ramadhipa Siap Melesat, Jaga Asa Papan Atas Moto3 Junior Aragon

balitribune.co.id | Jakarta – Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, siap menghadapi putaran keenam FIM Moto3 Junior World Championship 2026 di MotorLand Aragón, Spanyol, 25–27 September 2026. Berada di posisi kelima klasemen sementara dengan 80 poin, Ramadhipa bertekad memanfaatkan dua balapan di Aragón untuk terus bersaing di papan atas.

Baca Selengkapnya icon click

Sensatia Gandeng Seven Clean Seas Bersihkan 173 Kg Sampah di Pantai Padang Galak

balitribune.co.id | Denpasar - Sensatia berkolaborasi dengan Seven Clean Seas menyelenggarakan aksi bersih pantai di Pantai Padang Galak, Bali, pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini melibatkan 75 peserta yang terdiri dari masyarakat setempat dan karyawan Sensatia, yang bersama-sama mengumpulkan sekitar 173 kg sampah dari kawasan pesisir tersebut. Sampah yang terkumpul terdiri dari 41 kg sampah organik, 35 kg sampah plastik, dan 97 kg sampah residu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.