Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Diduga Kondisi Tanah Labil, Longsor Timpa Rumah Warga

Bali Tribune / KERUSAKAN - Rumah warga di Banjar Dauh Pangkung Slepa, Desa Medewi mengalami kerusakan setelah tertimpa material tanah longsor.

balitribune.co.id | NegaraMusibah tanah longsor kembali terjadi di Jembrana Rabu (3/8). Bahkan tanah longsor kali ini justru terjadi di saat memasuki musim kemarau. Musibah ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur. Material longsoran menimpa bangunan rumah warga.

Musibah longsor kali ini terjadi di daerah hulu. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Rabu kemarin,musibah tanah longsor ini terjadi di Banjar Pangkung Slepa, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan Rabu dini hari. Sebuah bibir tebing diketahui amblas sekitar Pukul 04.00 Wita. Penyebab terjadinya longsor diperkirakan karena kondisi tanah yang labil. Tanah longsor yang mengakibatkan senderan jebol tersebut terjadi di sekitar rumah warga I Made Ronda (56) dan menimpa bangunan rumah di sebelahnya milik I Made Widarsa (57).

Korban musibah tanah longsor, I Made Widarsa menuturkan kronologi kejadian yang menimpa saat dirinya tengah tertidur tersebut. "Sekitar jam empat pagi, awalnya beberapa genteng rumah saya ada yang jatuh sehingga membangunkan anak saya I Putu Agus Arianta.  Setelah terbangun dan kami keluar rumah, kemudian tanah dan bangunan dapur milik I Made Ronde yang ada d ibelakang kebetulan posisinya lebih tinggi menimpa rumah kami. Satu unit sepeda motor yang terparkir di belakang rumah," ungkap petani kebun ini.

Musibah tanah longsor ini langsung direspon instansi terkait di Jembrana. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan pihaknya setelah mendapatkan informasi langsung turun ke lokasi. Kendati terjadi dini hari, namun pihaknya memastikan musibah tanah longsor kali ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. “Tim kami sudah turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan material longsoran. Material longsoran menimpa bangunan rumah dan dapur berukuran 4 x 2,4 meter,” ujarnya.

Ia menyebut kerugian material ditimbulkan nilainya cukup besar. "Kerugian material akibat kerusakan bangunan yang disebabkan tanah longsor tersebut mencapai Rp. 17.5 Juta," paparnya. Pihaknya juga mendistribusikan bantuan kebutuhan dasar bagi korban. Perbekel Medewi, I Made Wirama juga mengatakan pihaknya telah melakukan respon terhadap musibah yang menimpa warganya tersebut, “selain bantuan logistic, kami juga akan adakan gotong royong dengan melibatkan Tagana dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Jembrana, I Gde Ngurah Patriana Krisna yang turun meninjau lokasi kejadian tanah longsor tersebut menyatakan keprihatinannya atas kejadian yang menimpa korban, “saya akan koordinasikan dengan instansi terkait, mungkin BPBD dan PMI terkait bantuan bencana ini, kami usahakan membantu merenovasi. Mudah-mudahan tidak mengganggu struktur bangunan supaya bisa menghemat biaya perbaikan bangunan. Kami dari pemerintah daerah berusaha untuk dapat membantu,” ungkap Wabup Ipat.

Ia mengajak Perbekel dan warga sekitar untuk dapat saling membantu bila ada warga yang tertimpa musibah. “Nanti bila bangunan diperbaiki agar membuat kontruksi yang baik, jangan hanya sekedar diperbaiki. Saya melihat kondisi tanah memang rawan longsor dan tanahnya juga labil. Mudah-mudahan musibah seperti ini tidak terulang lagi kedepannya. Saya mengajak  Perbekel mendorong warga bergotong-royong bersama melakukan pembersihan membantu keluarga korban,” tandasnya. 

 

wartawan
PAM
Category

175 PNS Pemkab Klungkung Dilantik

baitribune.co.id I Semarapura - Pemerintah Kabupaten Klungkung menggelar upacara Penyerahan Keputusan Bupati tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024, Pengambilan Sumpah PNS, serta Pelantikan Jabatan Fungsional Teknis dan Kesehatan. Kegiatan ini diawali dengan prosesi ritual Mejaya-jaya di Pura Jagatnatha dan dilanjutkan dengan pengambilan sumpah di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, pada Selasa (2/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Klaim Lahan hingga Bibir Pantai, Desa Adat Sumberkima Babat Mangrove Tanpa Izin

balitribune.co.id | Singaraja - Aktivitas penebangan pohon mangrove serta dugaan reklamasi di kawasan pesisir Banjar Dinas Mandarsari, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, memicu polemik antara pihak Desa Adat dengan masyarakat nelayan setempat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ringankan Beban Warga Saat Galungan, Desa Tulikup Gelontor "Punia Bawi"

balitribune.co.id I Gianyar - Pemerintah Desa Tulikup Gianyar berupaya meringankan beban warga menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Meski alokasi dana desa (ADD) anjlok, Pemerintah Desa Tulikup tetap bisa memberika punia babi senilai Rp11 juta kepada belasan pura Dang Khayangan dan Kayangan Tiga di wilayah desa setempat. 

Baca Selengkapnya icon click

Wawali Arya Wibawa Hadiri Upacara Melaspas Wantilan di Pura Dalem Tegeh Gumi

balitribune.co.id | Denpasar - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Upacara Melspas Wantilan di Pura Dalem Tegeh Gumi, Desa Dauh Puri Kauh bertepatan dengan Anggara Kasih Julungwangi, Selasa (2/6/2026). Upacara tersebut dilaksanakan lantaran proses renovasi bangunan wantilan tuntas dilaksanakan dengan bantuan hibah dari Pemkot Denpasar. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri Pembukaan Bina Posyandu VI Tahun 2026, Perkuat Implementasi Posyandu 6 SPM di Tabanan

balitribune.co.id | Tabanan - Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelayanan Posyandu dengan menghadiri langsung Pembukaan Bina Posyandu Angkatan VI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman, Denpasar, Selasa (2/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Jeritan Petani Karangasem: Jatah Subsidi Seret, Pupuk Non-Subsidi Tak Terbeli

balitribune.co.id | Amlapura - Kelangkaan pupuk yang terjadi selama beberapa bulan terakhir mulai dikeluhkan oleh petani di sebagian besar Subak di Kabupaten Karangasem. Di Subak Susuan, Desa Jasri, Karangasem, beberapa petani mengaku krisis pupuk ini bahkan sudah berlangsung selama hampir tiga musim tanam terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.