Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dihujat Semeton Dewata di Medsos, PSSI Bali Anggap Suporter Tak Paham Sejarah

PENJELASAN – Ketum Asprov PSSI Bali, Ketut Suardana (kanan) saat menjelaskan terkait hujatan suporter Bali United terhadap PSSI Bali di media sosial. Tampak hadir Wakil Sekum PSSI Bali, Made Rai Ridartha (tengah) dan Exco PSSI Bali, IGAN Anom Jaksa.

BALI TRIBUNE - Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Bali tetap bersikap sejuk meski telah dihujat oleh segelintir suporter Bali United di media sosial. Kepada sejumlah awak media, Ketua Umum Asprov PSSI Bali, Ketut Suardana mengatakan bahwa mereka yang menghujatnya itu tak paham sejarah.

“Maklum, mereka masih usia muda dan tidak paham sejarah bagaimana Bali United bisa ber-homebase di Gianyar. Kalau mereka paham, tentu tidak akan menghujat Asprov PSSI Bali seperti itu,” ujar Ketut Suardana, Rabu (21/3) di Sekretariat PSSI Bali.

Turut mendampingi Ketut Suardana, kemarin, yakni Executive Officers PSSI Bali, IGAN Anom Jaksa, Wasekum PSSI Bali, Made Rai Ridartha, Ketua Departemen Sepakbola PSSI Bali, Nasser Fakhry Attamimy dan Bendahara PSSI Bali.

Suardana mengatakan, sebagai suporter mestinya Semeton Dewata—sebutan pendukung Bali United bersikap dewasa dengan tidak mengumbar komentar yang dapat menjerat mereka ke persoalan pidana.

“Tetapi kami tidak akan membawa persoalan ini ke ranah hukum, meski mereka terindikasi telah melanggar Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” imbuh Suardana.

Suardana menjelaskan bahwa berhomebasenya Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, setelah melalui jalan panjang dan berliku. Sejarah ini, lanjut dia, perlu juga dipahami oleh Semeton Dewata.

Diceritakannya, pada pertengahan Desember 2014 lalu dirinya dihubungi seorang bernama Kuncoro dan Dwi Irianto atau Mbah Putih, yang meminta Ketut Suardana membantu klub yang bakal berhomebase di Bali.

“Saya menyanggupi karena saya memang ingin ada klub profesional di daerah ini. Akhirnya ada pihak dari Bali United yakni Yabes Tanuri, Kuncoro dan Dwi Irianto. Mereka semua saya ajak ke Bupati Gianyar. Pak Bupati saat itu percaya ke saya dan menyerahkan ke saya untuk mengatur persiapan. Bahkan Pak Bupati juga yang menyampaikan ke Pak Sekretaris Daerah (Sekda),” papar Suardana yang mengaku saat itu masih menjadi salah atu Wakil Ketua PSSI Bali.

Puncaknya, lanjut Suardana, pada 23 Desember 2014 dilakukan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bali United yang saat itu diwakili Yabes Tanuri dan tidak terjadi kesepakatan MoU tersebut. “Saat itu Yabes Tanuri mengatakan jika dirinya telah sepekan di Bali

namun tidak ada kesepakatan MoU. Akhirnya saya kembali mengurusnya ke Pemkab Gianyar, akhirnya pada 24 Desember 2014 kesepakatan itu terjadi, dan Bali United akhirnya eksis di Bali yakni di Gianyar. Nah apakah yang seperti ini mereka yang mencaci paham dengan sejarah saya dan PSSI Bali terkait eksisnya Bali United di sini,” demikian Ketut Suardana.

wartawan
Djoko Purnomo
Category

KPK Dorong PAKSI Bali Perkuat Pendidikan Antikorupsi Berbasis Masyarakat

balitribune.co.id | Denpasar - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong Forum Penyuluh Antikorupsi Provinsi Bali (PAKSI Bali) untuk terus memperkuat peran masyarakat dalam membangun budaya antikorupsi. Hal tersebut disampaikan dalam Sarasehan PAKSI Bali yang membahas capaian kegiatan, pengembangan forum, serta penguatan kolaborasi pendidikan antikorupsi di daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jalan Kakaktua-Pattimura Dikebut, Pemkab Buleleng Kucurkan Rp2 Miliar

balitribune.co.id | Singaraja - Keluhan warga soal jalan rusak dan banjir di kawasan padat Kota Singaraja mulai mendapat penanganan serius. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menggelontorkan anggaran lebih dari Rp2 miliar untuk merevitalisasi Jalan Kakaktua dan Jalan Pattimura, Singaraja.

Baca Selengkapnya icon click

Optimis Target Pajak Tercapai, Bupati Badung Sampaikan Jawaban Pemerintah Atas Pandangan Fraksi DPRD

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan Jawaban Pemerintah terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD mengenai Raperda Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DPRD Badung Minta Pembahasan APBD Perubahan 2026 Utamakan Asas Manfaat untuk Rakyat

balitribune.co.id | Mangupura - Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, menegaskan bahwa seluruh proses pembahasan Ranperda APBD Perubahan Tahun 2026 telah berjalan sesuai dengan mekanisme dan tata tertib yang berlaku di DPRD Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Kemarau Panjang, Produksi Padi Buleleng Diprediksi Anjlok hingga 30 Persen

balitribune.co.id | Singaraja - Kemarau panjang mulai menggerus sektor pertanian Kabupaten Buleleng. Debit air yang terus menurun, ditambah kondisi saluran irigasi tersier yang belum memadai, membuat target Indeks Pertanaman (IP) 3 atau tiga kali tanam dalam setahun terancam tidak tercapai.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.