Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dikenal Kader Tulen PDIP, Alit Yandinata Gemar Mengoleksi Dokumen Lawas Tentang Bung Karno

Bali Tribune / KOLEKSI - I Putu Alit Yandinata saat menunjukan koleksi uniknya mengenai dokumen – dokumen tua, termasuk ada dokumen penting seperti koran yang memuat lahirnya Megawati Soekarnoputri, Sabtu (20/7)

balitribune.co.id | Mangupura - Sosok I Putu Alit Yandinata tentu tidak asing bagi masyarakat Kabupaten Badung, Bali. Pasalnya, politisi muda asal Desa Dauh Yeh Cani Desa Abiansemal ini sudah empat kali terpilih sebagai anggota DPRD Badung dari PDI Perjuangan.

Selain dikenal dewan yang merakyat, anggota Komisi III DPRD Badung ini juga dikenal sebagai salah satu vokalis parlemen Gumi Keris yang getol mengawal jalannya Pemerintahan Kabupaten Badung. 

Dan, siapa sangka dibalik kepiawaiannya mengawal pemerintah di legislatif, kader partai banteng moncong putih ini ternyata diam-diam menjadi pengagum Bung Karno sosok Presiden Pertama RI.

Kekagumannya terhadap Sang Proklamator bahkan ia curahkan dengan mengoleksi berbagai buku, majalah dan surat kabar serta dokumen-dokumen penting dan berusia tua yang berisikan tentang Sang Fajar.

Alit Yandinata yang ditemui di kediamannya, Sabtu (20/7), mengaku memang sejak kecil menjadi pengagum Ir Soekarno. Hampir semua buku, dokumen dan surat kabar yang berisikan cerita, sejarah Presiden Pertama RI itu ia simpan di rumahnya sebagai koleksi.

"Saya memang pengagum sosok Bung Karno," ujar Alit Yandinata.

Salah satu surat kabar yang menjadi koleksinya adalah "API-RAKJAT" terbitan 25 Januari 1947. Menurut dia surat kabar tersebut sangat menarik karena memuat lahirnya Megawati Soekarnoputri yang sekarang menjadi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan.

“Dari sekian koleksi saya, ini salah satu yang special. Karena memang sulit dapatnya,” ujar mantan Ketua Komisi III DPRD Badung ini.

Dijelaskan bahwa dalam surat kabar tersebut ulasan utamanya memang terkait perjuangan India untuk merdeka. Namun ada berita penting, saat itu yaitu lahirnya Megawati. 

"Beritanya berbunyi seperti ini. “Dyah Permata Soekarno Poeteri alias Megawati Setyawati. Jogja, 24-1. Tadi malam poekol 19.17, njonja presiden melahirkan seorang poeteri seperti terseboet diatas. Iboe dan anak dalam keadaan sehat dan baik. Antara," terangnya.

Menurutnya, catatan ini penting, karena sosok anak yang lahir saat itu menjadi wanita hebat hingga saat ini. "Bagi saya ibu Mega salah satu wanita terhebat di dunia,” kata Alit dengan wajah serius

Menurutnya karena koleksi – koleksinya ini menjadi teman rutin aktivitasnya. “Saya rutin baca, buka – buka dan memang banyak inspirasi dari koleksi ini. Banyak karya – karya hebat Bung Karno, banyak catatan perjalanan Bu Mega,” jelas pria yang kabarnya akan ditandemkan dengan  Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa sebagai kandidat calon Bupati, dengan nama paket Adi – Nata.

Selain terkait lahirnya Megawati, ada banyak koran tua terkait Bung Karno. Namun ada satu yang special, ada edisi khusus 40 hari wafatnya Bung Karno. Nama korannya “Mingguan Srikandi” dengan judul besar  “Pada Peringatan 40 Hari Wafatnya, Bung Karno Muntjul Lagi”. Semua halaman memuat tentang kisah Bung Karno dari segala sudut.

Tak hanya itu, ada juga buku – buku karya Bung Karno yang legendaris, dan menjadi dasar pemikiran bangsa ini. Bahkan buku – buku ini seperti koleksi wajib tokoh – tokoh besar bangsa ini hingga saat ini.

Misalnya ada Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera), kemudian ada buku Dibawah Bendera Revolusi (DBR), ada buku Indonesia Menggugat, buku Sarinah dan karya Bung Karno lainnya. Termasuk ada bundle majalah tempo, terkait perjalanan Megawati dan kejadian penting negeri ini. 

Istimewanya, Alit juga punya buku – buku Bung Karno garapan penulis lain, misalnya “Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia” karya Cindy Adam. Tak hanya itu, ada buku koleksi – koleksi benda – benda seni, seperti lukisan ada lima jilid dengan hard cover.

“Segala jenis koleksi benda seni, misalnya ada lukisan karya Basuki Abdulah, ada lukisan karya Affandi. Bahkan ada pelukis Henk Ngantung karyanya ada disini, Henk Ngantung ini sempat menjadi Gubernur Jakarta,” kata salah satu Wakil Ketua Bidang di DPC PDIP Badung ini.

Ada juga dokumen terkait Bali, Prasasti Bali yang dibuat apik di zaman itu. Bahkan terkait Atlas Kebudayaan Bali dibuat oleh tokoh budaya asal Belanda yang cinta Bali Namanya DR. Goris yang saat ini menjadi nama jalan dekat Kampus Unud Jalan Sudirman Denpasar. Karya bukunya ini istimewa, dengan foto yang keren dan dituangkan dalam tiga Bahasa, yaitu Indonesia, Inggris dan Belanda. Buku ini adalah buku yang dibuat untuk menjadi koleksi Presiden Soekarno kala itu.

Selain menjadi pengagum Bung Karno, Alit Yandinata yang digadang-gadang menjadi Bakal Calon Wakil Bupati Badung ini juga sangat fanatik dengan atribut merah dan banteng sebagai simbul dari kebesaran partainya yakni PDI Perjuangan.

Setiap sudut rumah dan ruangan politisi tiga anak ini bahkan berisikan ornamen partai banteng. Kemudian di ruang kerja sekaligus perpustakaan pribadinya terpampang jelas foto Presiden Pertama RI, Ir Soekarno diapit oleh Ketum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan putranya Prananda Prabowo.

Kemudian di rak almari dan meja tersusun rapi buku-buku dan dokumen bersejarah Soekarno dan Megawati. “Ini sebenarnya sebagain kecil, ada lagi dokumen – dokumen koleksi saya dikamar atas,” imbuhnya.

Disinggung mengenai cara mengumpulkan koleksi ini? Alit Yandinata mengatakan ini bukan perkara sehari dua hari. Namun memang karena kecintaannya terhadap sejarah, benda tua dan dokumen – dokumen tua. Membuatnya selalu ingin mendapatkan koleksi baru.

“Sejak lama, memang kebetulan ayah saya juga tokoh di PDI Perjuangan. Sering dengar cerita, dan ayah saya juga punya dokumen - dokumen penting bersejarah. Kemudian saya juga rajin nyari, kadang dapat satu, di Jogja, kadang ada yang membawakan. Panjang ceritanya,” urainya.

Yang terpenting dari hobinya ini, ada filosofi yang dia dapatkan. Bahwa sejarah itu penting, untuk menjadi cerminan saat ini.

“Sejarah penting, rekam jejak orang penting, sejarah itu simbolik masa lalu yang bisa menjadi cerminan kita melangkah saat ini. Ada masa lalu, ada masa kini dan ada masa depan. Saya banyak belajar masa lalu, untuk bisa lebih baik masa kini dan masa depan,” pungkas pria santun yang sederhana ini.

Selain itu ia juga memaparkan karir politiknya di PDI Perjuangan selama 25 tahun, yakni mulai dari menjadi pengurus ranting hingga pengurus di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung. " Terkait politik saya memang berkarir dari bawah mulai dari pengurus ranting tingat desa, PAC hingga sekarang menjadi pengurus di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung dan koleksi ini lah menjadikan suatu inpirasi saya bergabung dalam PDI Perjuangan selama puluhan tahun," pungkasnya.

wartawan
ANA
Category

Sempat Disegel Kementerian LH, 12 Incinerator Badung Kembali Beroperasi

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung kembali mengoperasikan 12 unit incinerator untuk memperkuat penanganan sampah daerah. Pengoperasian mesin pembakar sampah tersebut dilakukan setelah fasilitas menjalani evaluasi teknis, uji emisi, serta memenuhi persetujuan dan perizinan yang diperlukan. Mesin canggih berharga miliaran ini sebelumnya sempat disegel oleh Gakum Kementerian Lingkungan Hidup.

Baca Selengkapnya icon click

Maling Celana Dalam di Tabanan Ngaku demi Puaskan Nafsu

balitribune.co.id I Tabanan - Seorang karyawan dagang lalapan berinisial MIF (20) nekat mencuri celana dalam di rumah seorang warga di wilayah Jalan Anyelir, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan. Pelaku secara blak-blakan mengakui bahwa tindakan menyimpang tersebut dilakukannya murni demi memuaskan hawa nafsu.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Astra Motor Bali Ajak Semeton Dewata Ikuti AHM Photo Competition 2026

balitribune.co.id | Denpasar – Astra Motor Bali mengajak seluruh semeton Pulau Dewata untuk berpartisipasi dalam AHM Photo Competition 2026, ajang fotografi yang diselenggarakan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) dengan mengusung tema “Cerita Sepeda Motor Honda di Setiap Perjalanan.”

Tags
Baca Selengkapnya icon click

RIP Belum Terbit, Pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang  Berpotensi Terganjal

balitribune.co.id I Singaraja - Rencana pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai terminal logistik khusus, masih menghadapi kendala administratif. Hingga kini, Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Celukan Bawang belum diterbitkan Kementerian Perhubungan RI. Padahal, Pemerintah Provinsi Bali tengah menyiapkan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai salah satu jalur distribusi logistik dari Jawa menuju Bali.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pelabuhan Celukan Bawang Kembali Disinggahi Kapal Pesiar Internasional

balitribune.co.id I Singaraja - Aktivitas kapal pesiar internasional kembali menggeliat di Pelabuhan Celukan Bawang. Setelah sempat jeda sejak April 2026, pelabuhan di Kabupaten Buleleng ini kembali menerima kunjungan kapal pesiar MV Island Sky. Di tengah rencana pengembangan layanan roll-on/roll-off (Ro-Ro), aktivitas kapal pesiar tetap menjadi salah satu bagian dari kegiatan kepelabuhanan di Celukan Bawang.

Baca Selengkapnya icon click

Zero Complaint

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster) mencanangkan zero complaint di periode kedua pemerintahannya. Lewat Instruksi Gubernur Nomor 6 Tahun 2026 Tentang Peningkatan Kinerja, Kualitas, dan Integritas Penyelenggaraan Program dan Pelayanan Publik di Provinsi Bali, Pak Koster ingin agar seluruh jajaran birokrasi di Bali bekerja dengan standar tertinggi, yakni cepat, tepat, transparan, dan bebas dari keluhan masyarakat.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.