balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mendapat dukungan bantuan pertanian dari pemerintah pusat melalui Komisi IV DPR RI. Bantuan tersebut berupa alat mesin pertanian serta bibit kelapa dan kopi yang diserahkan kepada Subak dan kelompok tani, Minggu (6/9/2026).
Bantuan diserahkan Anggota Komisi IV DPR RI I Nyoman Adi Wiryatama bersama Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra di Aula Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng.
Selain penyerahan bantuan, Sutjidra dan Wiryatama juga melihat kegiatan pertanian, termasuk memanen selada, pokcoy dan pare serta program lekung (lele kangkung) yang dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
Wiryatama mengatakan Buleleng memiliki potensi besar di sektor pertanian. Potensi lahan dan sumber daya petani dinilai perlu didukung dengan sarana produksi agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami harap bantuan ini dipergunakan dengan baik, sehingga bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya petani di Buleleng dan Bali umumnya,” katanya.
Sementara itu, Sutjidra mengatakan bantuan rice transplanter akan dimanfaatkan oleh Subak untuk mempermudah proses penanaman padi. Menurutnya, kebutuhan alsintan di Buleleng masih cukup besar sehingga dukungan dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan.
Selain alsintan, Buleleng mendapat sekitar 1,3 juta bibit kopi Robusta dan Arabika. Bibit tersebut rencananya ditanam secara serentak pada November hingga Desember 2026, saat memasuki musim hujan.
“Jadi nanti bibitnya secara simultan kita akan tanam di bulan November khususnya di daerah atas. Karena kalau sekarang musim kering banyak yang mati,” ujar Sutjidra.
Sejumlah wilayah yang disiapkan untuk pengembangan kopi antara lain Wanagiri, Gobleg, Munduk, Gesing dan Bestala. Pengembangan ini ditargetkan membentuk sentra kopi dengan luasan sekitar 1.370 hektare.
Selain kopi, sebanyak 55.000 bibit kelapa genjah juga akan disalurkan kepada kelompok tani. Sutjidra menyebut beberapa wilayah penerima di antaranya Desa Menyali, Jagaraga dan Kerobokan.
Pemkab Buleleng juga mendapat program pengembangan empat komoditas pertanian, yakni manggis, durian, bawang merah dan sayuran. Program tersebut direncanakan berlangsung hingga 2029 untuk mendukung ketahanan pangan.
Sutjidra menambahkan, pemerintah daerah akan terus menyampaikan kebutuhan petani kepada pemerintah pusat, mengingat kemampuan fiskal daerah yang terbatas.
“Kebutuhan dan aspirasi dari petani akan selalu kami komunikasikan dengan pusat, karena anggaran kita juga sangat terbatas. Jadi komunikasi ini sangat penting, sehingga aspirasi dari masyarakat bisa kita salurkan, khususnya di bidang pertanian,” tandasnya.