Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Disorot Umat, Pengelola Tirta Empul Tampik Tudingan Materialistis

Pengelola Tirta Empul disorot umat karena dinilai mengutamakan sisi komersil ketimbang memenuhi kepentingan umat. Tampak puluhan umat Hindu hendak melaksanakan ritual pengelukatan (mandi suci,red) di pancuran Pura Tirta Empul,Tampaksiring belum lama ini.



------------------------

 



Gianyar, Bali Tribune

 

Pengelola Pura Tirta Empul menampik pihaknya mengedepankan bisnis ketimbang kepentingan umat. Hal itu disampaikan untuk menjawab  kekesalan umat atas sikap pengelola Pura Tirta Empul yang lebih memprioritaskan rombongan wisatawan saat hendak melaksanakan ritual pengelukatan di pura tersebut.

Bantahan tersebut disampaikan Bendesa Manukaya Let, I Made Mawi Arnata, yang juga Ketua Pengelola Objek Wisata Pura  Tirta Empul, Senin (7/5) kemarin.

Diakuinya jika pada hari Minggu (6/5) lalu, ada kunjungan para pebisnis internasional. Pihaknya pun tidak menampik saat itu pihaknya memberikan prioritas para pebisnis ini, ketika melakukan pengelukatan di Tirta Empul.

Namun Ia menampik hal itu dilakukan untuk kepentingan materialistis.“ Kami sama sekali tidak ada mengutamakan kepentingan uang,” tegas Mawi.

Mawi juga meluruskan bahwa pelayanan khusus itu diberikan lantaran masa kunjungan mereka di Bali akan berakhir malam itu. Sementara di satu sisi, mereka sangat ingin mengetahui Tirta Empul secara lebih dekat dan nyata. Namun di sisi lain, saat itu jumlah pemedek relatif banyak.

“Karena itu, kami mengambil keputusan untuk memberi prioritas pada seratus orang tersebut. Sebab dia meyakini, umat yang datang ke Tirta Empul, lebih memiliki banyak waktu daripada turis tersebut,”ungkapnya.

Mawi pun mengakui pihaknya sempat kesulitan mencari solusinya.

“Kami tegaskan, tidak ada prioritas ekonomi. Kami di sini tidak mengenal bayaran, yang ada hanya dana punia. Kami di sini tidak pernah punya pikiran menyisihkan umat,” ujarnya.

Untuk itu Mawi mengakui akan menjadikan pengalaman ini sebagai pelajaran berharga. Pihaknya  tidak menaruh kekesalan pada kritikan masyarakat. Namun, kejadian ini akan dijadikan bahan evaluasi.

“ Kami juga  mohon  permakluman, karena yang datang ke sini bukan hanya umat Hindu di Bali, tapi juga banyak warga asing, marilah kita sama-sama saling mengerti dan menghargai,” harapnya.

wartawan
Redaksi
Category

Setwan Bali Gali Strategi Publikasi Kegiatan Dewan di DPRD Provinsi DKI Jakarta

balitribune.co.id | Jakarta - Setelah melakukan kunjungan dalam rangka studi tiru terkait pengendalian banjir di Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, Kamis (22/8), kunjungan kerja Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Setwan) Provinsi Bali bersama rombongan Forum Wartawan DPRD (Forward) Bali dilanjutkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta pada Jumat (10/10).

Baca Selengkapnya icon click

Wawali Arya Wibawa Hadiri Musda XI DPD Partai Golkar Kota Denpasar

balitribune.co.id | Denpasar - Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Denpasar Tahun 2025 yang dibuka langsung Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih, di Gedung Madu Sedana, Sanur Kauh, Minggu siang (12/10).  

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Alih Fungsi Lahan di Badung Semakin "Gila-gilaan", Tahun 2024 Saja Mencapai 348 Hektar

balitribune.co.id | Mangupura - Masifnya pembangunan berdampak serius terhadap alih fungsi lahan di Kabupaten Badung.  Tercatat setiap tahun alih fungsi lahan terus bertambah. Bahkan alih fungsi lahan terjadi secara "gila-gilaan" pada tahun 2024. Dimana dalam setahun itu dua ratusan hektar lahan produktif di Gumi Keris berubah menjadi beton.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Penenun Berusia Lanjut di Sidemen, Mengukir Keindahan Endek dan Songket

balitribune.co.id | Amlapura - Kecamatan Sidemen sejak dulu dikenal sebagai daerah sentra tenun Endek dan Songket di Kabupaten Karangasem. Jika berkunjung dan berwisata ke sejumlah DTW di Kecamatan Sidemen, maka sayup wisatawan akan mendengar derak dan hentakan alat tenun tradisional yang berasal dari beberapa sentra tenun yang ada di dekat sejumlah objek wisata alam di daerah ini.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.