balitribune.co.id | Denpasar - Tahun 2026 ini kinerja bank menunjukkan kekuatan model bisnis yang seimbang antara pertumbuhan dan kehati-hatian. Bahkan bank pun masih mencatatkan keuntungan ditengah dinamika ekonomi. Presiden Direktur salah satu bank swasta, Parwati Surjaudaja mengatakan, bank melihat momentum pertumbuhan yang tetap terjaga di awal tahun 2026.
"Baik dari sisi intermediasi maupun penghimpunan dana. Pertumbuhan kredit yang tetap positif mencerminkan komitmen kami dalam mendukung kebutuhan nasabah dan perekonomian, sementara peningkatan CASA menunjukkan kepercayaan nasabah yang semakin kuat terhadap layanan bank. Didukung oleh permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai, kami optimis dapat terus mengakselerasi pertumbuhan secara prudent, sekaligus menjaga ketahanan bank ditengah dinamika ekonomi," jelasnya dalam siaran persnya beberapa waktu lalu.
Bank mencatatkan kinerja keuangan yang resilien pada kuartal I 2026. Per 31 Maret 2026, salah satu bank swasta ini membukukan laba bersih sebesar Rp1,36 triliun, tumbuh 5% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan operasional sebesar 6% YoY. Total aset juga meningkat 7% YoY menjadi Rp312,9 triliun.
Penyaluran kredit tumbuh menjadi Rp171,0 triliun dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Kredit Bermasalah Bruto (NPL gross) terjaga di level 2,1% dan Loan at Risk (LaR) membaik ke 5,3% dibandingkan 5,4% pada tahun sebelumnya dengan pencadangan NPL yang memadai sebesar 221,8%.
Pada sisi pendanaan, jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp226,4 triliun, tumbuh 4% YoY, yang didukung oleh pertumbuhan rasio Giro dan Tabungan (CASA) menjadi 61,9%. Dari sisi fundamental, tingkat permodalan bank meningkat dengan tingkat kecukupan modal (CAR) sebesar 25,0%, sehingga memberikan ruang yang memadai untuk ekspansi bisnis kedepan. Sementara itu, likuiditas bank juga tetap terjaga dengan baik, tercermin dari rasio kecukupan likuiditas (LCR) sebesar 236,7%.
Pada kuartal pertama 2026 ini, total nilai transaksi melalui e-channel berhasil mencatatkan pertumbuhan hingga 15% YoY. Pengguna aktif individu internet banking meningkat sebesar 8% YoY, sedangkan pengguna aktif Business Mobile untuk nasabah korporasi mengalami peningkatan sebesar 20% YoY.
Sejalan dengan transformasi digital, bank terus memperkuat ekosistem layanan melalui produk dan layanan, juga terus mengembangkan solusi keuangan terintegrasi. Dengan ini, bank mendorong masyarakat untuk menjadi sehat finansial, yaitu lebih cerdas, disiplin, dan percaya diri dalam mengelola keuangan.
Ia menambahkan, bank juga menyasar segmen keluarga muda dengan produk dan solusi yang relevan untuk perencanaan keuangan keluarga muda, mulai dari pengelolaan cash flow, tabungan pendidikan, hingga investasi jangka panjang secara bijak. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu nasabah dan masyarakat luas untuk tetap prudent dalam mengelola keuangan, terutama ditengah ketidakpastian kondisi ekonomi. Selain itu bank semakin memperkuat hubungan dengan nasabah, dengan menghadirkan berbagai program unggulan, termasuk melalui layanan nasabah prioritas yang menawarkan solusi finansial terintegrasi, mulai dari wealth management hingga advisory investasi.