Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

DLH Turun Tangan, Konflik Sampah di Bonbiyu, Mentok

Aparat dari Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, mencoba memberikan solusi perihal konflik sampah di Desa Pakraman Bonbiyu. Saying hingga,Kamis (10/1) kemarin persoalan tersebut belum membuahkan hasil.

BALI TRIBUNE - Konflik sampah di Desa Pakraman Bonbiyu, Desa Saba, Blahbatuh,  benar-benar membuat  Pemkab Gianyar kesulitan mencarikan solusi.  Terlebih,  volume sampah di desa setempat dipastikan akan terus menumpuk, karena program pengangkutan sampah dari Desa Saba,  tetap  ditolak oleh Desa Adat Bonbiyu.   Saat ini, Pemerintah setempat  hanya bisa berharap, aparatur desa dan prajuru adat, secepatnya menemukan titik temu, untuk menghindari kerusakan lingkungan yang lebih parah. Menyikapi konflik sampah di wilayah Desa Pakraman Bonbiyu, Desa Saba, Blahbatuh,  Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, Kasat Pol PP dan Damkar serta unsur pimpinan kecamatan, Kamis (10/1) kemarin, turun tangan.  Namun sayang, upaya untuk mendapatkan solusi  secepatnya, sulit terwujud. Karena  ada perbedaan persepsi antara prajuru adat Bonbiyu dengan aparatus Desa Saba.   Pada pertemuan itu, prajuru dan krama Desa Pakraman Bon Biyu mengungkapkan jika sampah di wilayahnya terus menumpuk, lantaran sampah kirimann. Sementara untuk sampah rumah tangga yang juga terus menumpuk dan dibuang sementara di Perbatasan Desa,  dikarenakan tidak ada pengangkutan sampah.Menariknya, ketiadaan pengangkutan sampah dari Desa Saba, justru ditolak oleh Desa Pakraman Bonbiyu,  dengan alasan tidak ada regulasi berupa Perdes yang mendukung kegiatan itu.  Suasana pun sempat tegang, lantaran pelarangan pengangukan menuai sorotan.  “ Kami akan tetap menolak pengangkutan sampah oleh truk sampah dari Desa Saba, karena regulasi tidak jelas. Sudah dua tahun kami menunggu, masak aparatur desa tidak mampu juga membuat Perdes yang tidak hanya mengatur retribusi sampah saja, namuan menyeluruh,” tegas Bendesa Pakraman Bonbiyu I Made Karmana. Menjawab keluhan Bendesa itu, I Gusti Ngurah Marhendradinata, menegaskan,  jika dalam pengelolaan sampah, Desa Saba sudah memiliki Perdes tentang kebersihan.  Dia menyebutkan, sudah ada regulasi yang berlaku sejak Januari 2017 lalu dan sudah berjalan. Hanya saja, pelayanan truk sampah itu akhirnya ditolak oleh Desa Pakraman Bonbiyu pada akhir tahuan 2017 hingga sekarang. Sementara di empat Desa Pakraman lainnya  program ini diterima dan tetap berjalan.   Mengenai Perdes retribusi secara menyeluruh yang dimaksud,  sujatinya sudah dirancang.  Namun pihaknya tidak serta merta bisa mengeluarkan Perdes seperti membalikkan telapak tangan. Karena perancangannya harus melibatkan Badan Permusyawarahan Desa ( BPD) yang anggotanya terdiri dari perwakilan masing-maisng banjar. Menyikapi konflik antara prajuru Desa Pakraman Bonbiyu dan aparatur Desa Saba itu, Kepala Dinas Lingkunagn Hidup, I  Wayan Kujus Pawitra pun berupa mengerucutkan  persoalan menganai penanganan sampah.  Disebutkan,  persoalan sampah di Bonbiyu itu, tidak akan terselesaikan jika pengangkutan sampah ini tetap ditolak. Pihaknya pun mengharapkan Desa setempat segera mencari solusi, agar  tumpukan sampah tidak menjadi persoalan dikemudian hari.  “Untuk penanganan sampah ini, kami pasti mensupport da berharap ada penyelesaian secepatnya. Kami juga memberikan bantuan tong samapah untuk penempatan sampah sementara. Namun pengangkutan sampah yang hingga kini menjadi persoalan, kami harapkan ada titik temu,” terangnya singkat.Sebelumnya,  Petugas Satpol PP dan DLH melakukan penertiban tempat pembuangan sampah yang diduga mencemari lingkungan di Desa Pakraman setempat.  Petugas yang sempat melihat warga membuang sampah memberi teguran, diabaikan. Warga berdalih,  jika warga  membuang sampah di lokasi itu,  sudah seijin prajuru adat. Selain sampah dari warga setempat, sampah TPA liar itu juga diperparah dengan kiriman sampah dari hulu desa. Sampah menumpuk sehingga menambah parah pencemaran lingkungan di lokasi itu. Atas penertiban itu, Prajuru Pakraman Bonbiyu lantas  melayangkan surat kepada Satpol PP Gianyar untuk mengajak aparat duduk bersama. Desa pakraman juga mengundang, DLH Gianyar, Dinas PU Gianyar, Camat Blahbatuh, Kapolsek Blahbatuh, Danramil Blahbatuh dan Perbekel Desa Saba. Namun sayang, pertemuan  di wantilan Pura Puseh, Bonbiyu hari Kamis kemarin itu, mentok. 

wartawan
redaksi
Category

Pegadaian Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran Desa Adat Sade

balitribune.co.id | Praya - Kepedulian PT Pegadaian (Persero) terhadap masyarakat terdampak musibah kembli diwujudkan melalui penyaluran bantuan bagi korban kebakaran di Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Melalui PT Pegadaian (Persero) Kanwil Bali Nusra, bantuan disalurkan PT Pegadaian (Persero) Area Ampenan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada masyarakat yang terdampak musibah kebakaran.

Baca Selengkapnya icon click

Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026, Dorong Pelestarian Budaya dan Pariwisata Tabanan

balitribune.co.id | Tabanan - Semangat pelestarian seni, budaya, dan pariwisata kembali dihadirkan melalui pelaksanaan Tanah Lot Festival Tahun 2026 di Wantilan DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat (28/8/2026). Mewakili Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga hadir sekaligus membuka secara resmi Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 yang mengusung tema "Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya".

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Astra Motor Bali Beri Edukasi Keselamatan Berkendara ke Pelajar SMP se-Badung

balitribune.co.id | Mangupura – Astra Motor Bali terus memperkuat komitmennya dalam menanamkan kesadaran keselamatan berkendara sejak usia dini melalui edukasi safety riding kepada pelajar SMP di Kabupaten Badung. Kegiatan yang digelar pada Kamis (27/8/2026), di Mie Kober ini diikuti sebanyak 120 siswa SMP Negeri di wilayah Badung.

Baca Selengkapnya icon click

BI Dorong UMKM Hijau Lewat Ekonomi Sirkular dan Pengolahan Limbah

balitribune.co.id | Jakarta -  Limbah produksi tidak lagi sekadar dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga peluang untuk menciptakan nilai ekonomi baru. Melalui konsep ekonomi sirkular, limbah dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pasutri Asal Bangli Tewas Terseret Ombak di Pantai Goa Lawah

balitribune.co.id | Semarapura - Nasib tragis menimpa pasangan suami istri asal Desa Pinggan, Kintamani, Bangli, I Nengah Rima (60) dan Ni Nyoman Simpen (55). Keduanya meninggal dunia setelah tersapu gelombang tinggi di perairan Pantai kawasan Rest Area Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 08.20 WITA.

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Edukasi #Cari_Aman Pemerataan Pemahaman Safety Riding Pelajar SMKN 1 Klungkung

balitribune.co.id | Semarapura – Berkomitmen menjaga konsistensi dalam menyebarkan budaya keselamatan berkendara di Pulau Dewata, Astra Motor Bali kembali menggelar kegiatan edukasi Safety Riding Education for Senior High School, Kamis (27/8/2026). Kali ini, sebanyak 90 siswa-siswi SMKN 1 Klungkung mendapatkan pembekalan intensif mengenai pentingnya keselamatan jalan raya dan teknik berkendara yang aman.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.