balitribune.co.id | Mangupura – Astra Motor Bali terus memperkuat komitmennya dalam menanamkan kesadaran keselamatan berkendara sejak usia dini melalui edukasi safety riding kepada pelajar SMP di Kabupaten Badung. Kegiatan yang digelar pada Kamis (27/8/2026), di Mie Kober ini diikuti sebanyak 120 siswa SMP Negeri di wilayah Badung.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung (BNNK Badung) melalui program Nak Muda Berkarya, dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Badung dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan juga diisi dengan materi keselamatan berkendara yang disampaikan oleh Astra Motor Bali.
Materi safety riding diberikan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia peserta. Mengingat sebagian besar pelajar SMP belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), edukasi lebih diarahkan pada pemahaman mengenai pentingnya kelengkapan berkendara, baik bagi pengendara maupun pembonceng.
Safety Riding Instructor Astra Motor Bali, Yosepth Klaudius, menjelaskan bahwa meskipun pelajar SMP belum diperbolehkan mengendarai sepeda motor sendiri, mereka tetap perlu memahami prinsip keselamatan berkendara. Terlebih, dalam kesehariannya mereka sering menjadi pembonceng bersama orang tua atau anggota keluarga yang telah memenuhi persyaratan berkendara.
“Pada usia SMP, mereka memang belum memiliki SIM sehingga edukasi yang kami berikan lebih banyak menekankan bagaimana memahami kelengkapan berkendara yang wajib dipenuhi dan bagaimana menjadi pembonceng yang aman. Safety riding bukan hanya tanggung jawab pengendara, tetapi pembonceng juga perlu memahami konsep #Cari_Aman,” ujar Yosepth.
Dalam edukasinya, Astra Motor Bali mengenalkan berbagai perlengkapan keselamatan berkendara, salah satunya helm yang berfungsi melindungi kepala dari benturan serta mengurangi risiko cedera fatal ketika terjadi kecelakaan. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai fungsi jaket yang dapat membantu melindungi tubuh dari udara dingin, angin, serta kondisi cuaca seperti hujan ringan.
Edukasi juga mencakup pentingnya disiplin berlalu lintas, perilaku berkendara yang aman, serta membangun kebiasaan untuk selalu mengutamakan keselamatan. Peserta diajak memahami bahwa keselamatan berkendara perlu dimulai dari hal sederhana, termasuk menggunakan perlengkapan yang sesuai dan mengingatkan orang terdekat untuk selalu berkendara dengan aman.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui sesi kuis dan komunikasi dua arah sehingga peserta tidak hanya menerima informasi secara satu arah. Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan, terutama ketika mengikuti sesi kuis dan menjawab berbagai pertanyaan seputar keselamatan berkendara.
Sebagai bagian dari kampanye keselamatan berkendara, seluruh peserta juga mendapatkan jaket #Cari_Aman. Pemberian jaket tersebut diharapkan tidak hanya menjadi perlengkapan yang bermanfaat, tetapi juga menjadi pengingat bagi para pelajar untuk selalu mengutamakan keselamatan serta turut mengajak keluarga dan orang-orang di sekitarnya untuk menerapkan budaya #Cari_Aman.
Salah satu peserta, Ardila Putri, siswa SMP Negeri 2 Badung, mengaku senang mengikuti edukasi yang diberikan Astra Motor Bali. Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan pengetahuan baru mengenai pentingnya keselamatan berkendara.
“Saya sangat senang mengikuti edukasi dari Honda. Ilmu yang didapatkan juga banyak. Sekarang kami lebih memahami arti penting kelengkapan berkendara dan bagaimana menjadi pembonceng yang aman,” ujar Ardila.
Konsep kegiatan Nak Muda Berkarya sendiri menggabungkan edukasi, interaksi, kreativitas, dan kampanye positif sehingga pesan mengenai keselamatan berkendara maupun bahaya penyalahgunaan narkoba dapat diterima dengan lebih menarik oleh kalangan pelajar. Selain penyampaian materi, peserta juga dilibatkan dalam berbagai aktivitas interaktif serta penampilan yel-yel antarsekolah.
Melalui kegiatan kolaboratif ini, Astra Motor Bali berharap edukasi keselamatan berkendara dapat semakin dekat dengan kehidupan para pelajar. Tidak hanya memahami pentingnya menggunakan perlengkapan keselamatan, para siswa juga diharapkan mampu menjadi pengingat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya untuk bersama-sama membangun budaya berkendara yang aman dengan semangat #Cari_Aman.