Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dodol Olahan Buah Naga Digemari di Taiwan

DODOL - Sri Utami (kiri) saat melakukan proses pembuatan dodol buah naga merah

 BALI TRIBUNE - Desa Sumbermulyo Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur ini adalah salah satu desa penghasil buah naga merah. Pemandangan disepanjang jalan Desa Sumbermulyo tampak dihiasi tanaman jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus yang buahnya memiliki warna merah dan putih. Bahkan setiap halaman rumah warga terlihat rindang karena membudidayakan tanaman yang menghasilkan buah segar dan manis ini.  Saat musim panen, pasokan buah naga di desa tersebut pun berlimpah yang mengakibatkan harga merosot hingga Rp 500 per kilogram. Sehingga para ibu-ibu Desa Sumbermulyo berinisiatif membuat produk makanan dari olahan buah naga merah. Demikian disampaikan Sri Utami, salah seorang pembuat dodol buah naga merah saat ditemui rombongan media dari Bali di tempat produksinya di desa setempat, Sabtu (22/12). Dia mengaku telah membuat dodol dengan bahan baku buah naga merah ini sejak 2016 lalu. Hal itu berawal dari melimpahnya pasokan buah naga di desanya ketika petani sedang panen raya. Pihaknya pun merupakan UMKM binaan CSR PT Bumi Suksesindo/BSI yang mendapatkan bantuan modal Rp 5 juta untuk biaya produksi. "Kami di sini ada kelompok UMKM binaan dari BSI. Satu kelompok diberi dana Rp 5 juta yang digunakan untuk membeli peralatan produksi dodol buah naga. Satu kelompok terdiri dari empat orang," jelas Utami.  Pihaknya bersama kelompok lainnya mengaku senang dan merasa terbantu dengan adanya perhatian dari PT BSI. "Selama menjadi binaan BSI usaha dodol kami menjadi lebih maju. Sehingga bisa memenuhi permintaan dodol buah naga yang tidak hanya dibeli oleh masyarakat Banyuwangi juga dijual dibeberapa daerah di Indonesia bahkan hingga ke luar negeri seperti Taiwan," ungkapnya sembari memasak adonan dodol yang bertekstur lengket dan berwarna merah ini.  Utami pun menginginkan agar bisa membuat olahan makanan buah naga dengan menggunakan alat yang lebih canggih. Sehingga bisa mempersingkat waktu dalam proses pembuatan dan memperbanyak produksi. Pasalnya, mengolah dodol dengan cara manual/dimasak biasa menggunakan wajan akan memerlukan waktu cukup lama hingga 4 jam untuk proses memasaknya. Dalam sehari hanya mampu membuat dodol sekali proses sebanyak 12 kilogram.  "Jika menggunakan alat modern mampu meningkatkan dan mempercepat produksi karena dalam sehari bisa dua kali proses pembuatan," ujar Utami.  Sementara itu Ketua Paguyuban UKM Banyuwangi Selatan, Agustin mengatakan dodol buah naga tersebut untuk memanfaatkan potensi lokal di daerah Banyuwangi. Sebagian warga memproduksi dodol yang dijual di luar daerah Banyuwangi. "Di daerah sini buah naga selalu ada. Dalam satu tahun ada dua kali panen raya. Dengan demikian produk olahan buah naga dapat mengangkat ekonomi petani," katanya.  UMKM binaannya itu terdapat 30 kelompok yang membuat olahan buah naga, namun tidak hanya membuat dodol saja juga memproduksi aneka jenis makanan lainnya seperti mie kering, suar suir buah naga, abon, teh. "Produk yang paling menonjol adalah dodol, suar suir dan mie kering," tutupnya. 

wartawan
Ayu Eka Agustini
Category

Tertutup Eceng Gondok dan Gulma, TNI Normalisasi Danau Buyan

balitribune.co.id I Singaraja - Hamparan eceng gondok dan gulma yang menutupi sekitar 8 hektare kawasan Danau Buyan di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, mulai ditangani melalui kegiatan pembersihan dan normalisasi yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait, Selasa (9/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Adi Arnawa Kaji Peluang Pendirian Sekolah Rakyat di Badung

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung mulai mengkaji wacana pendirian Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos). Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan pihaknya akan mempelajari konsep dan kebutuhan program tersebut sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perda Administrasi Kependudukan Badung Segera Dicabut, DPRD Nilai Aturan Lama Tak Lagi Sesuai Regulasi Nasional

balitribune.co.id I Mangupura - DPRD Kabupaten Badung mulai menggodok pencabutan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan beserta perubahan melalui Perda Nomor 9 Tahun 2016. 

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Badung Hadiri Rakor Percepatan Penanganan Sampah, Dorong Peran Aktif Sektor Horeka

baliutribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penanganan Sampah di Provinsi Bali yang digelar di Hotel The Meru, Sanur, Denpasar, Selasa (9/6/2026). Rakor ini difokuskan pada optimalisasi peran sektor perhotelan, restoran, dan kafe (Horeka) dalam pemilahan dan pengelolaan sampah, khususnya di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Badung Siap Suntik Modal Rp250 Miliar ke PT Jamkrida Bali Mandara

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung berencana menambah penyertaan modal daerah kepada PT Jamkrida Bali Mandara hingga Rp250 miliar. Rencana penambahan modal tersebut kini tengah dibahas DPRD Badung melalui Panitia Khusus (Pansus) yang dibentuk untuk mengkaji Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyertaan Modal Daerah.

Baca Selengkapnya icon click

Sektor Pariwisata Bali Didorong Ambil Peran Aktif Kelola Sampah

balitribune.co.id I Denpasar - Sektor perhotelan, restoran, dan kafe (Horeka) di Bali kini didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam mengatasi krisis sampah demi menjaga citra pariwisata dunia. Langkah strategis ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Peran Serta Horeka dalam Pengelolaan Sampah Provinsi Bali yang dihadiri Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, di Hotel The Meru Sanur, Selasa (9/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.