Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dorong Digitalisasi Environmental Movement, Telkomsel Jaga Bumi Luncurkan Program Carbon Offset

Bali Tribune / CARBON - Telkomsel berkolaborasi dengan Jejakin meluncurkan Program Carbon Offset yang mengajak pelanggan menukarkan Telkomsel Poin menjadi kontribusi yang setara dengan sebatang pohon untuk mengimbangi carbon footprint (jejak karbon) sebagai akibat dari aktivitas keseharian manusia. Pelanggan dapat berkontribusi pada program ini dengan mengakses situs telkomsel.com atau pada menu utama Aplikasi MyTelkomsel.

balitribune.co.id | Jakarta – Berkomitmen untuk melanjutkan peran terdepan dalam mengurangi dampak negatif terhadap perubahan iklim dan mengkompensasi emisi karbon, Telkomsel melalui inisiatif aksi Corporate Social Responsibility, Telkomsel Jaga Bumi, meluncurkan Program Carbon Offset, (14/12). Melalui program yang berkolaborasi bersama platform Jejakin, pelanggan Telkomsel dapat menukarkan Telkomsel Poin yang dimiliki menjadi kontribusi yang setara dengan sebatang pohon untuk mengimbangi carbon footprint (jejak karbon) yang timbul sebagai konsekuensi dari aktivitas keseharian manusia. Program Carbon Offset merupakan wujud komitmen Telkomsel sebagai digital ecosystem enabler dalam membuka lebih banyak peluang bagi seluruh pelanggan melalui environmental movement, untuk mengambil peran terdepan dalam menjaga kelestarian bumi dan lingkungan hidup, sekaligus mendukung pembangunan Indonesia secara inklusif dan berkelanjutan sesuai dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Carbon offset merupakan berbagai upaya yang dilakukan untuk menyerap carbon footprint (jejak karbon) yang kita hasilkan dan memitigasi dampak-dampak negatif tersebut. Salah satu upaya carbon offset yang dapat kita lakukan adalah dengan mengadopsi pohon dan mendukung keberlangsungan hidup masyarakat adat yang menjaga hutan. Sedangkan berbagai aktivitas manusia, mulai dari penggunaan bahan bakar fosil, pengubahan fungsi lahan, pengolahan limbah, hingga pekerjaan industri, menghasilkan carbon footprint, atau jejak karbon, berupa emisi gas yang dapat menyebabkan efek rumah kaca, seperti gas karbondioksida (CO2) dan gas polusi lainnya di atmosfer. Dalam hitungan dasawarsa hingga jutaan tahun ke depan, carbon footprint yang berlebih akan menimbulkan dampak negatif terhadap iklim, suhu udara, hingga curah hujan, dan memengaruhi hidup kita semua. Inisiatif Telkomsel Jaga Bumi melangsungkan kolaborasi dengan platform Jejakin melalui Program Carbon Offset, yang bertujuan mengimbangi dampak carbon footprint kita dengan penanaman pohon yang dapat menyerap CO2 dan memproduksi oksigen (O2).

Vice President Corporate Communications Telkomsel Saki Hamsat Bramono mengatakan, “Berdasarkan Laporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) dan Monitoring, Pelaporan, Verifikasi (MPV) yang dirilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2021, Indonesia menghasilkan emisi gas rumah kaca sekitar 1,86 miliar ton karbondioksida ekuivalen (CO2e) pada tahun 2019. Secara kumulatif, emisi gas rumah kaca nasional pada tahun 2019 meningkat jauh dibandingkan jumlah emisi tahun 2010, yaitu 809,9 juta ton CO2e. Dari jumlah tersebut, sektor industri mengkontribusi sebanyak 3,12 persen emisi dari proses produksi mereka, dan 9,63 persen emisi dari penggunaan energi mereka. Hal tersebut menunjukkan perlunya upaya bersama dari seluruh elemen, termasuk pelaku industri guna memastikan adanya kolaborasi dalam mengimbangi bahkan mengurangi dampak negatif dari emisi yang ditimbulkan. Sebagai bagian dari inisiatif Telkomsel Jaga Bumi, Program Carbon Offset bersama Jejakin diharapkan dapat menjadi sebuah environmental movement dengan mengajak pelanggan setia Telkomsel berkontribusi melalui Telkomsel Poin yang dimiliki untuk menanam pohon-pohon dalam upaya reboisasi. Dengan membentuk proses reboisasi yang inklusif dan berkelanjutan, Telkomsel mengupayakan ekosistem aset dan kapabilitas teknologi terdepannya agar dapat mengambil peran terdepan dalam pelestarian bumi dan lingkungan hidup secara inklusif yang berkelanjutan, dengan mendorong penerapan prinsip keselarasan Environmental, Social, and Governance (ESG) di setiap aktivitas bisnis."

Program Carbon Offset dari inisiatif Telkomsel Jaga Bumi merupakan hasil kolaborasi dengan platform Jejakin, sebuah environmental service company yang bergerak di bidang penanaman pohon (reforestation) dengan misi untuk mengakselerasi climate actions. CEO Jejakin Arfan Arlanda mengungkapkan, ”Angka emisi GRK harus ditekan untuk mendukung komitmen pemerintah Indonesia dalam climate action, yang kini diupayakan dengan peningkatan target penurunan emisi GRK Indonesia dengan Intended Nationally Determined Contribution (INDC) dari sebesar 29 persen menjadi 31,89 persen. Sebagai bentuk dukungan Jejakin terhadap penurunan emisi nasional, bersama Telkomsel kami berfokus untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Jejakin berfokus untuk selalu memprioritaskan inovasi teknologi yang mutakhir dan terjangkau dalam upaya reforestation. Dengan demikian, kami harap kolaborasi bersama Telkomsel dapat menjadi bentuk aksi perubahan iklim, sekaligus mendukung revitalisasi industri. Program ini menjadi penggerak pertama tingkat nasional yang melibatkan lintas sektor industri dan masyarakat untuk mengidentifikasi upaya-upaya praktis yang bisa ditempuh seluruh lapisan masyarakat dalam merencanakan dan menjalankan target INDC.”

Pelanggan dapat mengakses halaman kampanye Telkomsel Jaga Bumi dari situs telkomsel.com atau melalui banner Carbon Offset pada menu utama Aplikasi MyTelkomsel. Selain dapat membaca penjelasan tentang carbon offset, pelanggan pun dapat melakukan perhitungan jejak karbon rata-rata per harinya menggunakan kalkulator Jejakin, yang menggunakan referensi standar World Agroforestry Centre. Setelah memasukkan jumlah rerata pemakaian handphone, laptop, AC, TV, mobil, dan/atau motor per hari pelanggan, halaman berikutnya akan menampilkan jumlah total jejak karbon pelanggan (dalam metrik gram karbon - gCO2), serta jumlah pohon yang perlu kita tanam untuk mengimbanginya. Pelanggan bisa melakukan kontribusi dalam bentuk Poin setara dengan sejumlah pohon (50 Poin setara dengan 0,1 pohon / 2,93 kg CO2), yang akan Telkomsel dan Jejakin tanamkan pada periode penanaman berikutnya setiap kuartal. Sebagai perhitungan nominal, setiap 50 Poin yang pelanggan tukarkan setara dengan partisipasi senilai Rp 5.000 terhadap carbon offset. Pelanggan juga bisa melakukan penukaran Poin melalui SMS ke 777 dengan mengetik JAGABUMI5 untuk menukarkan 50 Poin atau JAGABUMI50 untuk menukarkan 500 Poin sekaligus. Untuk mendapatkan laporan progress update dan monitoring secara berkala melalui email tentang pohon yang mereka kontribusikan, pelanggan dapat mengisi data nama dan email pelanggan pada short link yang akan muncul di SMS notifikasi Telkomsel Poin mereka.

Telkomsel Jaga Bumi sendiri merupakan sebuah inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan yang mempertegas komitmen Telkomsel sebagai leading digital telco company yang menggerakkan perubahan di Indonesia. Dengan fokus menghadirkan dampak positif terhadap lingkungan secara berkelanjutan, Telkomsel Jaga Bumi mengimplementasi beberapa program yang berhubungan erat dengan proses bisnis perusahaan. Sebelumnya pada Oktober 2022, Telkomsel telah meluncurkan Program Waste Management yang berkolaborasi dengan platform PlusTik, mendaur ulang kemasan kartu perdana dan cangkang kartu SIM berbahan dasar plastik hingga menjadi produk reusable dan sustainable (smartphone holder, pavement blocks, dll).

"Program Carbon Offset menjadi salah satu bentuk integrasi elemen proses bisnis di Telkomsel dengan upaya pelestarian lingkungan, yang kami harapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk turut serta berkontribusi dan berpartisipasi. Ke depannya, Telkomsel akan terus membuka peluang kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama dalam menjaga kelestarian bumi dan lingkungan hidup. Mari bersama kita jaga bumi, demi terjaganya keberlangsungan masa depan kita semua dan generasi selanjutnya,” tutup Saki.

wartawan
YUE
Category

Menuju 70 Tahun, Astra Rilis Logo Baru Serta Galang Donasi untuk NTT

balitribune.co.id | Jakarta - Hampir tujuh dekade, Astra tumbuh bersama Indonesia melalui inovasi, kolaborasi, and kontribusi yang diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Perjalanan tersebut terjalin bersama pemerintah, karyawan, mitra, pelanggan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan di berbagai daerah yang menjadi bagian dari perjalanan Astra hingga hari ini.

Baca Selengkapnya icon click

FIFGROUP Peduli Salurkan 1.200 Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

balitribune.co.id | Kupang - Bencana Gempa bumi yang melanda wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) membawa dampak besar bagi masyarakat yang terdampak. Di tengah kondisi tersebut, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi salah satu hal penting untuk membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar

balitribune.co.id I Singaraja - Pelaksanaan Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8/2026). 

Selama lima hari penyelenggaraan, festival ini berhasil mencatatkan perputaran ekonomi sebesar Rp3,091 miliar lebih. Diperkirakan sampai akhir kegiatan, perputaran ekonomi mencapai Rp3.6 miliar lebih.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Menolak Bantuan Asing Saat Flores Menangis

balitribune.co.id I Bencana alam selalu menjadi cermin paling jujur untuk melihat kesiapan sebuah negara. Ketika gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang daratan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pertengahan Agustus 2026 ini, riak yang muncul bukan sekadar urusan patahan tektonik, melainkan patahan birokrasi yang akut.

Baca Selengkapnya icon click

Polisi Jepang Selidiki Kematian PMI Asal Bangli di Apartemennya

balitribune.co.id | Bangli - Duka mendalam menyelimuti keluarga Putu Ayu Meita Widyastuti (19), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banjar Palaktiying, Desa Landih, Kecamatan Bangli, yang dilaporkan meninggal dunia di Jepang. Hingga kini, pihak kepolisian Jepang masih mendalami dan menyelidiki penyebab pasti kematian korban.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.