Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dosen ITB STIKOM Bali Bantu Produsen Kopi di Desa Padangan, Tabanan

Bali Tribune/ I Nengah Seraya memegang mesin sangrai diapit Putu Ramayasa dan Voni Purnama.
balitribune.co.id | Denpasar - Letak geografis Kecamatan Pupuan, kabupaten Tabanan, Bali yang berada di dataran tinggi, persisnya di kaki gunung Batukaru, menjadikannya tempat yang ideal untuk mengembangkan perkebunan kopi. Hingga saat ini, terdapat 7.700 hektar  luas lahan perkebunan kopi jenis robusta di daerah ini.  Menariknya kopi produksi Pupuan ini memiliki citarasa yang unik, yakni kopi rasa cokelat. Maklum saja, perkebunan kopi ini ditanam dengan metode tumpang sari dengan tanaman cokelat, yakni lahan kosong di sela-sela tanaman kopi dimanfaatkan oleh para petani untuk menanam kakao. Itulah maka minuman kopi produksi Pupuan ini lebih terkenal dengan citarasa coklat-nya. 
 
Pada tahun 2019 ini, dua orang dosen ITB STIKOM Bali yakni I Putu Ramayasa S.Kom, M.Kom dan I Gusti Agung Vony Purnama, S.S., M.Hum yang tergabung dalam Tim Pengabdian Masyarakat ITB STIKOM Bali dibantu  dua orang mahasiswanya berkesempatan menyalurkan bantuan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI melalui hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM)  kepada seorang petani kopi sekaligus produsen kopi bubuk, yaitu  I Nengah Seraya, warga desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan. 
 
Sejak tahun 2002,  Nengah Seraya telah memproduksi kopi bubuk robusta dengan brand  “Cap Dua Cangkir”. Usaha Nengah Seraya ini telah ikut membantu meningkatkan perekonomian daerahnya, sebab pasokan bahan baku utama biji kopi robusta kering didapatkan dari petani sekitar. Selain itu, dalam memproduksi kopi bubuk,  Nengah Seraya memanfaatkan tenaga kerja dari warga setempat.
 
Menurut Nengah Seraya,  proses produksi kopi bubuk dibagi dimulai dari pemilihan biji kopi, penjemuran, proses sangrai, penggilingan, dan pengemasan. 
 
Dari hasil wawancara maupun survei di lapangan, Tim Pengabdian Masyarakat ITB STIKOM Bali kemudian memutuskan untuk membantu usaha pak Nengah dalam hal produksi, pengemasan dan pemasaran. 
 
“Bantuan ini diharapkan nantinya dapat meningkatkan produktivitas usaha pak Nengah sehingga berefek pada peningkatan perekonomian di daerah tersebut,” kata I Putu Ramayasa S.Kom, M.Kom, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat ITB STIKOM Bali di Denpasar, Kamis (15/08/2019).
 
Kata Putu Ramayasa, bantuan yang telah diserahkan  berupa satu set peralatan sangrai yang lebih modern dan berkapasitas lebih besar, mesin vertical sealer yang modern sehingga pengemasan produk lebih praktis dan cepat. Jenis kemasan  juga bertambah,  tidak hanya kemasan plastik namun sekarang ditambah kemasan aluminium foil dengan desain kemasan serta label baru untuk meningkatkan kualitas produk yang dipasarkan. 
“Selain hal tersebut, kami juga membantu pengurusan izin edar PIRT (produk industri rumah tangga-red) pada Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Kabupaten Tabanan,” tambah I Gusti Agung Voni Purnama, S.S., M.Hum, rekannya. 
Di bidang pemasaran,  Nengah Seraya mendapat bantuan dari Tim Pengabdian Masyarakat STIKOM Bali untuk memasarkan produknya dengan jangkauan yang lebih luas, dengan memberikan pelatihan pemasaran online melalui sosial media dan beberapa marketplace yang tersedia. 
Selain itu,  tim pengabdian juga telah bekerja sama dengan PT Karana Spesialis Kopi - anak perusahaan  Seniman Coffee Studio Ubud - untuk memberikan workshop penanganan pasca panen kopi pada akhir bulan Juni 2019 lalu. Workshop ini  tidak hanya untuk  Nengah Seraya, namun juga diikuti 9 petani kopi lain dari desa Padangan. 
“Dengan menggandeng perusahaan yang telah expert dalam bidang produksi kopi, kami berharap pak Nengah dan petani kopi lain di desa Padangan memiliki pengetahuan tambahan dan wawasan  luas dalam bidang perkopian sehingga kualitas produk kopi yang dihasilkan akan lebih baik,” kata Ramayasa. 
Menurut Ramayasa, target jangka panjang adalah dengan kualitas biji kopi maupun produk kopi bubuk yang lebih baik, maka Nengah Seraya dan petani kopi lainnya berkesempatan  bekerja sama dengan perusahaan besar seperti PT Karana Spesialis Kopi yang telah mengekspor produknya ke berbagai negara lain seperti Taiwan dan Jerman. (rsn)
wartawan
Redaksi
Category

Sembilan SD di Petang Sepi Peminat, DPRD Badung Minta Langkah Konkret

balitribune.co.id I Mangupura - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 masih menyisakan persoalan yakni adanya sekolah yang sepi peminat di Kabupaten Badung. Tercatat sembilan sekolah dasar (SD) di Kecamatan Petang hanya memperoleh kurang dari 10 siswa baru hingga tahun ajaran dimulai.

Baca Selengkapnya icon click

Perkuat Pariwisata Bali Utara, Lovina Festival Jadi Agenda Resmi KEN

balitribune.co.id I Singaraja - Lovina Festival (Lovfest) 2026 di Pantai Lovina, resmi dibuka pada Jumat (24/7/2026). Dengan mengusung tema "Theatre of Dolphins" dan menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, festival yang berlangsung selama lima hari ini menjadi etalase pariwisata, budaya, olahraga, dan ekonomi kreatif melalui kolaborasi pemerintah, pelaku pariwisata, komunitas, serta UMKM untuk memperkuat daya saing Bali Utara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Rencana Pembangunan Patung Charlie Chaplin Perlu Dikaji Menyeluruh

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar berencana membangun patung Charlie Chaplin di depan Bali Hotel, Jalan Veteran. Wacana ini akan diwujudkan sebagai bagian dari penataan kawasan pusat kota. Namun mendapat perhatian terkait aspek hukum dan perlu dikaji kembali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

SMADARA Klungkung Pastikan Raih Anugerah Bali Swacitta Nugraha 2026 

balitribune.co.id I Semarapura - SMA Negeri 2 Semarapura (SMADARA) dipastikan bakal meraih Anugerah Bali Swacitta Nugraha Tahun 2026. Hal tersebut menyusul penetapan pemenang dalam ajang lomba inovasi yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali. 

Baca Selengkapnya icon click

Atraksi Budaya Cipta Rwa Loka Hadir di Pulau Peninsula

balitribune.co.id I Badung - Kehadiran atraksi budaya Cipta Rwa Loka di Pulau Peninsula Nusa Dua diharapkan dapat memperkaya daya tarik kawasan pariwisata yang ada di Kabupaten Badung ini. Melalui atraksi budaya tersebut, wisatawan yang berkunjung ke kawasan pariwisata dapat merasakan pengalaman wisata yang lebih autentik dan berkesan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.