Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dua ABK KM Liberty I Berhasil Ditemukan, Tim SAR Lanjutkan Pencarian

Bali Tribune/ DITEMUKAN - Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi dua ABK KM Liberty I yang ditemukan oleh kapal BPOG Seroja 01.


balitribune.co.id | Amlapura - Dua anak buah kapal (ABK) KM Liberty I yang tenggelam di perairan Utara Bali 23 Oktober lalu, berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh Kapal SPOB Seroja 01 dengan rute Kumai, Kalimantan Tengah menuju Pelabuhan Lembar. Dua ABK itu ditemukan di perairan Utara Bali pada koordinat 07°45.917"S - 115°21.321"E, Rabu (27/10/2021) pukul 15.30 Wita.

Dua ABK yang berhasil ditemukan dan dievakuasi tersebut masing-masing, Rivaldy Refly M. (22) warga asal Manado dan Hadiq Zain (18) warga asal Surabaya. Namun sayangnya saat ditemukan korban Hadiq Zain sudah dalam kondisi meninggal dunia terapung-apung mengenakan life jacket dan pelampung. Sedangkan korban Rivaldy Refly ditemukan selamat dengan kondisi kelelahan.

Oleh nahkoda dan awak kapal SPOB Seroja 01, kedua korban dibawa ke Pelabuhan Lembar untuk kemudian dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dari Basarnas Mataram, TNI, Polri, KUPP Lembar, KKP Lembar, dan unsur lainnya dari kapal SPOB Seroja 01 menuju ke darat menggunakan RIB (Rigit Inflatable Boat).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar Gede Darmada, Kamis (28/10/2021) mengatakan, KM Liberty I dengan POB 15 orang lepas sandar dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jumat (22/10/2021) pukul 00.07 WIB menuju Reo Flores NTT. Namun pada Sabtu, (23/10/2021) pukul 22.07 Wita kapal yang berjenis cargo ini tenggelam karena dihantam badai di perairan Utara Bali.

“Sebelumnya KM Liberty 1 sempat mengubah haluan dari Timur menuju Barat. Sayangnya kapal dalam posisi miring dan mulai tenggelam. Kemudian seluruh ABK kapal menyelamatkan diri menggunakan life jaket (pelampung) dan melepaskan 2 buah lifecraft (sekoci penyelamat) ke laut,” ujar Gede Darmada.

Sebelumnya, Senin (25/10/2021) pukul 12.20 Wita LCT Dipasena 02 rute Jakarta-Banete Sumba Barat juga berhasil menyelamatkan enam orang ABK kapal naas tersebut. Dengan ditemukannya dua orang ABK korban tenggelamnya kapal KM Liberty 1 tersebut, saat ini Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI dan Polri masih terus melakukan pencarian terhadap tujuh orang ABK/korban lainnya yang masih hilang.

Sementara itu, untuk pencarian terhadap tujuh korban yang masih hilang tersebut anggota Pos Polair Kubu menggunakan kapal patroli 20-16 melakukan penyisiran di perairan Utara Bali dekat dengan jalur tol laut, menuju titik koordinat ditemukannya liferaft, dan kedua korban.

“Untuk pencarian korban KM Liberty yang tenggelam di perairan Utara Bali, kami melakukan penyisiran mengarah ke lokasi ditemukannya liferaft, dan mengarah ke Timur,” tegas Koordinator Pos Polair Kubu, Ipda I Made Darsa kepada media ini Kamis (28/10/2021).

Mengenai kondisi cuaca di tengah perairan Utara Bali, angin cukup kencang dan kondisi gelombang cukup tinggi. Namun hingga pencarian selesai dilakukan, belum ada korban yang berhasil ditemukan.

wartawan
AGS
Category

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.