Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dua Pelajar Rekam Adegan Mesum, Video Diperjualbelikan dan Viral di Medsos

Bali Tribune / Dua Pelajar Rekam Adegan Mesum

balitribune.co.id | Singaraja - Semakin terbukanya informasi membuat remaja usia dini semakin mudah mengakses beragam informasi yang belum pantas untuk mereka dengar dan lihat. Bahkan tak peduli risiko jika perbuatannya terungkap dan memimbulkan traumatik.

Seperti sebuah peristiwa tragis sekaligus miris terjadi di belahan Barat Buleleng, Bali menimpa seorang gadis berstatus pelajar SMP. Ia menjadi korban kebejatan dengan menyetubuhi secara bergilir oleh dua pria yang juga berstatus pelajar. Sebelumnya ia terlebih dahulu dicekoki miras dari jenis arak hingga membuatnya tak sadarkan diri.

Tak hanya itu, korban juga sempat ditelanjangi dan kemudian dimandikan dalam keadaan teler (tidak sadar). Ironisnya, seluruh adegan itu direkam dan videonya kemudian disebar dengan cara diperjualbelikan. Korban yang mengetahui videonya tersebar, kini dalam kondisi traumatik dan sedang menjalani trapy untuk memulihkan kembali  kondisi kejiwaannya. 

Terungkapnya perbuatan yang dilakukan dua teman sekampung dan satu diantaranya merupakan teman sekolah korban, setelah rekaman video korban tersebar dan disebutkan dijual oleh salah satu pelaku. Tentu saja temuan itu membuat heboh satu kampung hingga polisi turun tangan melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Sejumlah sumber menyebutkan, korban yang masih duduk di bangku kelas II SMP Sederajat itu awalnya dijemput mengunakan sepeda motor N-Max oleh kedua pelaku. Selanjutnya mereka bertiga menuju ke sebuah penginapan melati berlokasi di sebuah desa di Kecamatan Gerokgak. Namun sebelumnya, korban diajak mampir di sebuah warung untuk membeli arak.

Setiba di penginapan, di salah satu kamar yang dipesan oleh salah satu pelaku, korban dipaksa minum arak oleh dua pelaku R dan D. Hingga acara minum arak berakhir korban selanjutnya tidak sadarkan diri. Korban sempat sadar saat diguyur air saat dimandikan oleh pelaku, setelah itu teler lagi. Korban kembali sadar sesaat setelah tiba di rumahnya.

Dari penelusuran  disebutkan, terungkapnya kasus dugaan persetubuhan dan beredarnya video telanjang milik korban pada bulan Nopember 2021. Saat itu dilihat oleh salah satu teman korban. Beberapa minggu kemudian korban kembali dikirimi video porno dirinya tengah telanjang dimandikan. Namun hanya bisa dilihat sekali oleh temannya.

“Korban menanyakan dari mana dapat videonya, yang  kemudian dijawab dapat beli dari seseorang,” kata salah satu sumber yang enggan namanya disebutkan.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya membenarkan peristiwa itu terjadi sekitar bulan Oktober 2021. Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng tengah menangani kasus yang pelaku dan korbannya sama-sama masih di bawah umur.

“Unit PPA memang sedang menangani kasus tersebut. Bersabar dulu sedang dilakukan proses penanganan,” kata AKP Sumarjaya, Senin (7/2/2022).

Saat dilakukan pemeriksaan Unit PPA kepada dua pelaku yang masih berstatus pelajar itu, diantar Kepala Desa/Perbekel di Kecamatan Gerokgak, tempat tinggal kedua pelaku. Pelaku R dan D mengakui perbuatannya, namun karena masih berstatus pelajar dan di bawah umur, pelajar SMA dan SMP Sederajat itu tidak ditahan.

“Ada dua pelaku masih di bawah umur dan statusnya masih pelajar di SMA dan SMP teman korban. Keduanya sudah diperiksa di PPA diantar oleh Kepala Desa. Ini sedang dilakukan pendalaman kasus ini dan masih proses pemberkasan,” ujar Sumarjaya.

Berdasarkan informasi menyebutkan, video yang disebar itu direkam oleh R dan D memandikan korban dalam kondisi telanjang di kamar mandi hotel. Bahkan kedua pelaku kemudian menjual video tersebut sehingga viral. Selain itu juga terungkap ulah yang dilakukan R, pelajar SMA Sederajat yang pernah mengajak korban ke penginapan dan memaksa melakukan aksi persetubuhan.

Meski telah mendapat penanganan oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng, kondisi korban saat ini masih trauma. Bahkan korban merasa sangat ketakutan akan dikeluarkan dari sekolahnya, selain itu korban juga merasa tidak terima dan mengharapkan pelaku diberikan hukuman.

Sementara itu, Perbekel yang mengantar dua pelaku menjalani pemeriksaan ke Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng, membenarkan dirinya diminta mengantar dan mendampingi pelaku oleh pihak Bapas.

“Saya sempat diminta mengantar mereka (pelaku, red) menjalani pemeriksaan di Unit PPA Polres Buleleng. Hanya saja Saya berharap kasus ini bisa diselesaikan secara damai mengingat anak-anak yang terlibat dalam urusan itu masih memiliki masa depan yang panjang,” tandasnya. 

wartawan
CHA
Category

Bupati Satria Minta Perumda Panca Mahottama Lakukan Pemerataan Distribusi Air Minum

balitribune.coid | Semarapura - Bupati Klungkung, I Made Satria, menghadiri Apel Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 Perumda Air Minum Panca Mahottama Kabupaten Klungkung di Halaman Kantor Perumda Air Minum Panca Mahottama, Senin (14/9/2026). Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana serta seluruh jajaran manajemen dan staf Perumda.

Baca Selengkapnya icon click

Niat Healing di Laut, WNA Inggris Malah Tenggelam di Crystal Bay Nusa Penida

balitribune.co.id | Semarapura - Seorang wisatawan mancanegara (WNA) berkebangsaan Inggris, Archibald Frederick Taylor, meninggal dunia setelah mengalami musibah tenggelam saat berenang di Pantai Crystal Bay, Banjar Penida, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 15.40 Wita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Akui Data 16 Ribu ASN Badung Bocor, Sekda Diminta Ambil Langkah Strategis

balitribune.co.id | Mangupura - Polemik dugaan kebocoran data pribadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Badung memasuki babak baru. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengakui telah menerima informasi mengenai kebocoran data pegawai dan langsung meminta Sekda Badung mengambil langkah strategis.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gigitan HPR di Karangasem Capai 5.756 Kasus, Satu Orang Meninggal Dunia Terpapar Rabies

balitribune.co.id | Amlapura - Kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabupaten Karangasem di Tahun 2026 ini masih cukup tinggi, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Karangasem, rata-rata terjadi sebanyak 500 kasus gigitan HPR perbulan. 

Baca Selengkapnya icon click

Badung Dorong Integrasi Kinerja ASN melalui Sistem Digital

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung mendorong penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) untuk mengintegrasikan proses kerja dan penilaian kinerja aparatur sipil negara (ASN). Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Manajemen SPBE atau Pemerintahan Digital Tahun 2026 yang digelar di Ruang Samasta BKPSDM Badung, Senin (14/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.