Balitribune.co.id | Semarapura - Nasib naas dialami dua warga pendatang asal Jatim dan Jateng yang tinggal di kawasan dusun Tojan Kaler, Desa Tojan, Klungkung. Tiba tiba sekitar pukul 5 pagi hari pada Minggu (7/4/2024) rumah maupun warung mereka diterjang air luapan got saluran air subak.
Akibat kejadian itu rumah bedeng Pak Prasetyo yang dijadikan bengkel sepeda termasuk kamar tidur yang mereka tempati terendam air setinggi lutut. Ketika ditemui media, Senin (8/4/2024), Pak Prasetyo asal Purworejo, Jateng, didampingi istrinya Bu Mami hanya bisa bengong. "Ya kalau kami kalkulasi kerugian akibat rumah dan bengkel sepeda kami tetendam air ,sekitar Rp 500 ribuan. Itu kerugian tidak bisa bekerja bengkel kami," ungkap Bu Mami.
Dengan kejadian tersebut Pak Prasetyo mengalami kesemutan seluruh tubuhnya karena terpaksa berendam sambil menyelam digot untuk mengangkat sampah yang dibuang warga dari hulu aliran sungai kecil tersebut selama hampir 4 jam. Bersyukur sekitar jam 11 lebih petugas dari Dinas PUPR yang tanggap langsung datang membersihkan sampah dari saluran air got tersebut. Dia hanya bisa pasrah kemana lagi harus mengadu sebagai rakyat kecil dengan musibah yang dialaminya tersebut.
Kadis PUPR Klungkung Made Jati Laksana menyatakan, setelah petugasnya diturunkan ternyata saluran got tersebut tersumbat sampah dan batu. "Kita haraf warga mestinya sadar jangan membuang sampah sembarangan kesaluran air sehingga merugikan pihak lain," ungkapnya .
Sementara Bu Ponidi pemilik warung sebelah asal Banyuwangi, Jatim, yang juga mengalami peristiwa yang sama ,minta kepada pemerintah Daerah agar peristiwa sampai rumah maupun warung mereka terendam air tidak terjadi lagi. "Kami mohon agar saluran air got ini bisa dibenahi lagi agar tidak lagi merendam warung kami," tandasnya.