Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Duh, Baru Uji Coba Sudah Meluap

AIR MELUAP - Ring river di kawasan Puspem Badung nampak meluap saat hujan lebat, Minggu (6/1).

BALI TRIBUNE - Proyek pembangunan ring river (sungai lingkar) di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung hingga awal Januari 2019 belum tuntas. Pemkab Badung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabarnya memberikan perpanjangan waktu kepada rekanan sampai tanggal 15 Januari untuk menyelesaikan proyek tersebut. Ironisnya, proyek belum rampung, air sungai sudah duluan meluap saat diguyur hujan. Praktis setiap hujan lebat, ruas jalan dan tetamanan di alur sungai buatan itu terendam banjir. Kondisi inipun mendapat sorotan dari Ketua DPRD Badung Putu Parwata. Pasalnya, beberapa kali hujan, jalan menuju gedung Dewan kebanjiran. Ia pun meminta instansi terkait dalam hal ini Dinas PUPR Badung mengkaji ulang pelaksanaan proyek sungai yang dirancang melingkari Puspem Badung. “Kami memberikan apresiasi pembangunan sungai buatan itu, tapi kajian dan pelaksanaanya harus baik. Kami tidak ingin pembangunan sungai itu memunculkan masalah baru, semisal banjir,” ujarnya, Senin (7/1). Karena sudah beberapa kali terjadi banjir, politisi asal Dalung ini meminta Dinas PUPR melakukan pembenahan. Sebab, kata dia, air sungai yang mengalir ke Subak Kwanji tersebut terkadang tidak stabil apalagi saat musim hujan.  “Dulu itu kan saluran irigasi Subak Kwanji yang debit airnya bisa naik bisa turun. Kita harapkan proyek alur sungai ini (ring river) tidak menjadi bencana karena kajian yang salah. Harus segera ada pembenahan,” kata Parwata. Sementara Kepala Dinas PUPR Badung, Ida Bagus Surya Suamba yang dikonfirmasi terpisah membantah proyek ring river di kawasan Puspem salah konstruksi. Menurut dia air di sungai buatan itu sempat meluap karena proses uji coba. Dari proses uji coba tersebut, pihaknya menyebut akan ada beberapa perbaikan. “Itu uji coba. Setelah hasil uji coba ini memang ada beberapa penyempurnaan-penyempurnaan terkait dengan alur air. Dan tadi pagi sudah kita evaluasi,” ujarnya. Pihak rekanan pun, kata Surya, sudah menyatakan kesiapannya untuk melakukan penyempurnaan. “Sudah disepakati untuk diperbaiki. Tadi sudah dikeringkan lagi. Untuk elevasinya (ketinggian/debit air masuk, red) akan disempurnakan lagi. Memang harus berkali-kali diujicoba,” katanya. Lantas apanya yang akan disempurnakan? Ditanya begitu, mantan Kadis Bina Marga dan Pengairan Badung ini menyebut ada beberapa pintu pembuangan yang ada di hulu akan dialirkan ke saluran pembuang yang ada di seputaran Puspem. “Kalau soal eksistingnya memang seperti itu. Nanti tinggal air di hulu sebagian kita alirkan ke saluran pembuang, sehingga saat hujan tidak banjir,” terangnya. Proyek ini sendiri dipastikan akan tuntas pada 15 Januari ini. Surya mengaku masih memberikan kelonggaran waktu lantaran sistem pembayaran proyek ini juga belum lunas.  “Untuk waktu (penyelesaian proyek, red) sudah sesuai ketentuan. Karena kita tidak bisa membayar, makanya kita kasi perpanjangan 15 hari. Yang jelas rekanan tidak dikena pinalti,” tukasnya. Untuk diketahui, untuk mempercantik kawasan Puspem, Pemkab Badung tengah membangun ring river atau semacam sungai buatan yang mengelilingi kompleks perkantoran.  Dalam tahap pertama ini akan dibangun sungai sepanjang 325 meter, yang dimulai dari sebelah barat Kantor Bappeda ke selatan hingga Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga. Proyek ring river yang dikerjakan PT Sanur Jaya, juga termasuk penanaman pohon-pohon besar dan penambahan lampu-lampu taman. Proyek senilai Rp 5,4 miliar lebih ini merupakan ide langsung dari Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Sungai yang dibangun rata-rata selebar 2 meter dengan kedalaman 1 meter. Permukaan air akan dibiarkan tinggi rata dengan dinding. Sumber air berasal dari aliran subak yang kemudian masuk ke Puspem dan selanjutkan keluar kembali menuju saluran irigasi subak. Dibeberapa titik akan dibuatkan penyaringan dan bak pengendapan lumpur, sehingga air yang mengalir akan tetap jernih. 

wartawan
I Made Darna
Category

Gubernur Koster Tak Mau Kalah, Sukses Finis 5K di Kemala Run 2026

balittribune.co.id | Gianyar - Gubernur Bali Wayan Koster bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara resmi membuka dan melepas (flag-off) ajang lari Wondr Kemala Run 2026 di Bali United Training Center (BUTC), Gianyar, Minggu (19/4/2026). Event berskala nasional dan internasional ini diikuti lebih dari 11.000 pelari dari berbagai komunitas, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi unggulan sport tourism.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali Sebut Perlu Sinergi Legislatif, Eksekutif dan Aparat Penegak Hukum

balitribune.co.id | Denpasar - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali, I Made Supartha mewakili Ketua DPRD Bali menghadiri Sosialisasi Nasional Reformasi Hukum Pidana yang digelar Kementerian Hukum Republik Indonesia Wilayah Bali, di Auditorium Widya Sabha, Jumat (17/4/2026). Pada kesempatan itu ia menegaskan pentingnya kesiapan daerah menghadapi era baru hukum pidana nasional.

Baca Selengkapnya icon click

Double Impact Kemala Run 2026, Pariwisata Pulih, Donasi Mengalir

balitribune.co.id | Denpasar - Polda Bali mencatat kesuksesan besar dalam penyelenggaraan ajang lari bergengsi Kemala Run 2026 yang berlangsung pada Minggu (19/4/2026). Bertempat di Bali United Training Center, Pantai Purnama, Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, Gianyar, Bali, kegiatan ini berhasil menarik antusiasme ribuan peserta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Vietjet Perluas Jaringan Penerbangan ke Tiongkok

balitribune.co.id | Denpasar - Vietjet mengumumkan pembukaan lima rute baru antara Vietnam dan Cina (Tiongkok) sekaligus menandatangani dua perjanjian strategis besar dengan SPDB Financial Leasing untuk pembiayaan 10 pesawat COMAC C909, serta dengan AVIC Cabin Systems untuk pengembangan interior pesawat dan industri pendukung aviasi.

Baca Selengkapnya icon click

Cuma Desa Tanpa TPS3R yang Boleh Kirim Sampah Organik

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar mulai memperketat alur pembuangan sampah ke TPA Suwung. Sampah organik kini hanya diizinkan masuk ke TPA dua kali seminggu, khusus bagi desa atau kelurahan yang belum memiliki fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.